Lihat contoh rumus personal income biar kamu bisa hitung gaji bersih sendiri tanpa ribet dan tetap akurat!
Istilah personal income itu merujuk pada dua hal, yaitu dalam konteks ekonomi makro dan dalam konteks keuangan pribadi. Rumus dan perhitungannya juga akan berbeda.
Secara definisi, personal income adalah total pendapatan yang diterima oleh individu dari berbagai sumber dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Pendapatan ini sudah dikurangi potongan seperti pajak, iuran asuransi, dan jaminan sosial, tetapi mencakup gaji, keuntungan dari investasi, pendapatan sewa, dan transfer payment.
Artikel ini akan membahas personal income dalam konteks keuangan pribadi untuk mencari tahu berapa besaran pendapatan bersih seseorang!
Baca juga: UMP Jawa Timur Resmi Ditetapkan, Cek Rincian UMK di Sini!
Simulasi Rumus Personal Income
Personal income dalam konteks keuangan pribadi itu biasanya digunakan untuk menyusun budgeting. Berikut rumus yang bisa digunakan:
Pemasukan Bersih = Total Pendapatan Bulanan – Pajak – Potongan Wajib
Total pendapatan bulanan itu termasuk gaji pokok, tunjangan tetap, bonus rutin kalau ada, pendapatan tambahan kayak freelance, komisi, atau pemasukan usaha kecil-kecilan.
Pajak dan potongan wajib biasanya berupa PPh 21, BPJS, dan potongan perusahaan lainnya.
Simulasi perhitungannya sebagai berikut. Misal kamu tinggal di Jakarta, kerja kantoran dengan gaji UMK plus sedikit pemasukan sampingan. Maka pendapatan kamu per bulan adalah:
- Gaji pokok: Rp5,2 Juta
- Tunjangan transport & makan: Rp800 Ribu
- Freelance konten sebulan sekali: Rp1 Juta
- Total pendapatan: Rp7 Juta
Di kantor, ada beberapa potongan wajib yang harus dibayar ketika gaji ditransfer, meliputi:
- PPh21: Rp150 Ribu
- BPJS Kesehatan + BPJS TK: Rp250 Ribu
- Total potongan wajib: Rp400 Ribu
Dengan ilustrasi tersebut, maka menghitung penghasilan bersihnya adalah sebagai berikut:
- Pemasukan Bersih = Rp7 Juta - Rp400 Ribu
- Pemasukan Bersih = Rp6,6 Juta
Artinya uang “real” yang bisa kamu kelola bulan itu Rp6,6 Juta. Dari sini baru kamu bagi lagi ke pos kebutuhan hidup, dana darurat, tabungan/investasi, lifestyle, sampai alokasi buat konser kalau kamu lagi nargetin nonton event tertentu.
Baca juga: 5 Tips Investasi Gaji UMR bagi Karyawan, Dijamin Makin Cuan!
Tips Kelola Gaji Bersih
Pemasukan bersih yang sudah dikurangi iuran wajib dan cicilan tetap harus dikelola dengan baik. Tujuannya agar pengeluaran terkontrol, dimana keinginan terbeli tanpa mengurangi kebutuhan. Berikut tips yang bisa kamu terapkan!
1. Prioritaskan Kebutuhan
Langkah pertama yang harus dilakukan setelah mengetahui jumlah pemasukan bersih adalah menetapkan prioritas keuangan. Pastikan kebutuhan sudah terpenuhi sebelum menggunakan uang untuk keperluan lain.
Mengetahui batas antara kebutuhan dan keinginan bisa mencegah pemborosan. Semakin disiplin kamu dalam memprioritaskan kebutuhan, semakin besar peluang untuk menjaga stabilitas keuangan tanpa harus bergantung pada utang.
2. Tabungan dan Investasi di Awal
Setelah kebutuhan pokok aman, langsung sisihkan sebagian pemasukan bersih untuk tabungan dan investasi. Prinsipnya adalah menabung terlebih dahulu, baru kemudian menggunakan sisanya untuk keperluan lain.
Alokasi 20% dari pemasukan bersih untuk simpanan jangka panjang bisa jadi titik awal yang ideal. Cara ini membantu kamu membangun kebiasaan menabung yang konsisten, serta melindungi keuangan dari risiko kehabisan uang di akhir bulan.
3. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat sering diabaikan padahal ini yang paling dibutuhkan saat kondisi tak terduga muncul seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya.
Idealnya, jumlah dana darurat 6-12 kali pengeluaran bulanan. Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan anggaran fleksibel sekitar 10% dari pemasukan bersih untuk kebutuhan sosial atau hiburan agar keuangan tetap seimbang dan tidak terasa terlalu ketat.
4. Evaluasi Pengeluaran Rutin
Mengetahui kemana uangmu mengalir setiap bulan adalah kunci untuk mempertahankan keseimbangan finansial. Lakukan evaluasi secara berkala, untuk melihat apakah anggaran sudah berjalan sesuai rencana atau ada kebocoran yang harus diperbaiki.
Catatan keuangan membantu kamu lebih sadar dengan pola pengeluaran dan bisa menjadi dasar dalam membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas di bulan berikutnya.
Itulah ulasan mengenai simulasi rumus personal income dan bagaimana cara mengelolanya. Selain uraian di atas, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui kondisi kesehatan finansial.
Jika kamu bingung harus mulai dari mana, kamu bisa mulai dari mengetahui kondisi keuangan kamu saat ini dengan melakukan Financial Fitness Check Up.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk mengatur gaji bersih, agar kebutuhan terpenuhi, keinginan terbeli, dan punya tabungan/investasi untuk masa depan.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FunanciallyFit!
Baca juga: 6 Cara Menabung Milenial Yang Efektif & Anti Gagal, Catat!