Pemahaman orang tentang pentingnya mengelola keuangan dengan baik terus mengalami peningkatan. Hal ini salah satunya terlihat dari hasil Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 dari BPS dan OJK.
Dalam SNLIK 2025 itu, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen, naik dari yang sebelumnya 65,43 persen. Sementara inklusi keuangan juga meningkat jadi 80,51 persen dari sebelumnya 75,02 persen.
Hasil SNLIK 2025 ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kian memperhatikan pengelolaan keuangannya. Artinya, tabungan yang sehat kini menjadi kebanggaan, bukan sekadar punya barang mahal atau gaya hidup hedon.
Baca juga: Tips Atur Pengeluaran Saat Liburan Agar Kantong Nggak Bolong
Tabungan Sehat dan Indikatornya
Tabungan sehat itu merujuk pada kondisi keuangan dan tabungan yang dikelola dengan baik. Bukan sekadar punya uang di tabungan, kondisi ini termasuk perencanaan keuangan jangka panjang dan penggunaan uang yang bijak.
Ada beberapa indikator yang menunjukkan tabunganmu dalam kondisi sehat, berikut beberapa di antaranya:
- Menabung Secara Konsisten, minimal 10-20% dari penghasilan bulanan ditabung di awal. Artinya tabungan tidak menunggu sisa, tapi memang dialokasikan sejak awal menerima gaji.
- Tidak Mengganggu Kebutuhan Harian, artinya menabung tidak dipaksakan, karena sudah dibagi berdasarkan metode budgeting.
- Punya Dana Darurat, jumlahnya minimal 6-12 kali pengeluaran rutin bulanan. Fungsinya untuk melindungi aset ketika terjadi kondisi darurat seperti kehilangan pekerjaan, sakit kritis, atau kebutuhan mendesak lain.
- Punya Tujuan Jelas, baik jangka pendek maupun panjang, misalnya untuk beli rumah, pendidikan anak, masa pensiun.
- Ditempatkan di Instrumen yang Aman, misalnya rekening tabungan yang terpisah dari rekening operasional, dan jika diinvestasikan maka memilih aset yang sesuai dengan profil risiko.
Baca juga: Mau Mulai Investasi? Baca 9 Rekomendasi Buku Warren Buffett
Manfaat Punya Tabungan Sehat
Punya tabungan yang sehat itu privilege. Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapat, sehingga menjadikan tabungan sehat sebagai cara flexing gaya baru. Berikut beberapa manfaat itu.
1. Siap Hadapi Keadaan Darurat
Tabungan yang sehat berfungsi seperti sabuk pengaman keuangan. Pasalnya, kamu pasti punya dana darurat yang siap digunakan saat kondisi darurat terjadi.
Dengan tabungan yang sehat, kamu nggak perlu panik atau berutang ke sana-sini saat kondisi darurat datang. Tabungan darurat ini idealnya sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan.
2. Lebih Dekat dengan Tujuan Keuangan
Tabungan yang sehat akan membantu mewujudkan tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya, beli motor, DP rumah, biaya nikah, atau liburan impian.
Hal ini terjadi karena tabungan sehat mengajarkan disiplin dan perencanaan, di mana kamu akan terbiasa menyisihkan uang secara konsisten.
Bukan cuma itu, kamu juga akan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran, karena punya tujuan jelas yang ingin dicapai. Dalam jangka panjang, ini akan membentuk kebiasaan keuangan yang kuat dan berkelanjutan.
3. Terhindar dari Utang Konsumtif
Kalau nggak punya tabungan, kamu akan terpaksa gesek kartu kredit atau ambil pinjaman cepat buat hal-hal sepele, seperti servis HP atau bayar biaya sekolah anak.
Sebaliknya, punya tabungan artinya kamu punya cadangan uang sendiri, jadi nggak perlu utang untuk keperluan konsumtif. Ini bisa bikin keuangan kamu jauh lebih sehat dan terhindar dari tekanan utang jangka panjang.
Baca juga: 10 Cara Mengatur Uang 50 Ribu untuk Seminggu, Biar Irit!
Cara Mewujudkan Tabungan Sehat
Lalu gimana cara mewujudkan tabungan yang sehat? Tentu saja kamu perlu mengelola keuangan dengan baik. Berikut beberapa caranya!
1. Tetapkan Tujuan
Tabungan yang sehat dimulai dari tujuan yang jelas. Bukan sekadar “ingin punya tabungan,” tapi harus tahu untuk apa, berapa jumlahnya, dan kapan ingin mencapainya.
Misalnya, “Saya ingin punya dana darurat sebesar Rp12 Juta dalam waktu satu tahun,” atau “Saya ingin mengumpulkan Rp10 Juta untuk liburan keluarga tahun depan.”
2. Pisahkan Rekening
Salah satu kebiasaan yang bikin tabungan cepat ‘bocor’ adalah mencampur antara rekening gaji dan tabungan. Agar tabungan aman dan tidak mudah tergoda untuk diambil, pisahkan rekening khusus untuk menabung.
Lebih bagus lagi jika rekening tersebut tidak punya kartu ATM dan tidak terhubung dengan aplikasi belanja. Sehingga kamu tidak mudah untuk mengakses uang di dalamnya.
3. Gunakan Metode Budgeting
Salah satu metode budgeting paling populer dan mudah diterapkan adalah metode 50-30-20, yaitu 50% penghasilan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan dan cicilan, lalu 20% untuk tabungan dan investasi.
Dengan metode ini, kamu punya kerangka jelas dalam mengatur pengeluaran. Kalau merasa perlu menabung lebih banyak, kamu bisa menyesuaikan proporsi sesuai prioritas, misalnya 40% kebutuhan, 30% keinginan, dan 30% tabungan.
4. Pantau dan Evaluasi Secara Berkala
Menabung bukan hanya soal menyisihkan uang, tapi juga mengontrol pengeluaran. Sering kali uang habis bukan karena kebutuhan besar, tapi kebiasaan kecil yang tidak disadari.
Mulailah mencatat semua pengeluaran harian, mingguan, dan bulanan, lalu evaluasi secara berkala. Dari situ kamu bisa tahu mana yang sebenarnya tidak perlu dan bisa dialihkan ke tabungan.
Itulah ulasan mengenai tabungan sehat yang bisa jadi flexing gaya baru. Untuk lebih jelas tentang hal ini, kamu bisa ikut Kelas meNYALA yang mengusung tema “Saving is the New Flex”.
Kelas ini dipandu oleh Financial Coach Marintan dan berlangsung secara online melalui Zoom pada Kamis (10/7/2025) pukul 16.30-17.30 WIB. Kamu yang tertarik ikut kelas ini bisa langsung mendaftarkan diri melalui link ini.
Setelah ikut kelas, kamu bisa cek kesehatan finansial untuk mengukur seberapa siap keuanganmu untuk liburan. Caranya dengan ikut Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh!
Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan. Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!