Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Debit dan Kredit dalam Akuntansi: Pengertian & Perbedaannya

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 15 Agustus 2025 | 2K dilihat

Debit dan Kredit dalam Akuntansi: Pengertian & Perbedaannya

Masih bingung beda debit dan kredit? Temukan penjelasan lengkap mengenai arti, fungsi, dan contoh debit dan kredit dalam akuntansi keuangan!

Dalam pencatatan keuangan pada sistem akuntansi, debit dan kredit itu seperti dua sisi yang selalu berdampingan. Keduanya memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam sebuah laporan keuangan. 

Sistem akuntansi dengan menggunakan debit dan kredit ini disebut juga dengan double-entry bookkeeping. Maksudnya, setiap transaksi selalu mempengaruhi minimal dua akun, dengan jumlah nilai “debit = kredit” agar neraca tetap seimbang.

Baca juga: Apa itu Akuntabel? Pengertian dan Penerapannya pada Akuntansi

Pengertian Debit dan Kredit

Sebelum membahas tentang perbedaan, kamu harus tahu dulu apa itu debit dan apa itu kredit. Debit dan kredit dalam akuntansi ini berbeda dengan debit dan kredit dalam produk perbankanya!

1. Debit Adalah

Debit dalam akuntansi adalah sisi kiri dari setiap pencatatan transaksi keuangan dalam sistem pembukuan berpasangan. Setiap transaksi, selalu ada dua akun yang terlibat, satu dicatat di sisi debit, dan satu lagi di sisi kredit.

Dalam konteks akuntansi, debit tidak selalu berarti uang masuk, seperti anggapan umum. Arti sebenarnya tergantung pada jenis akun yang terlibat. Fungsi debit antara lain:

  • Menambah nilai akun aset (aktiva). Contoh: Membeli perlengkapan, membeli kendaraan, menambah saldo kas.
  • Menambah beban (expenses). Contoh: Membayar gaji, listrik, sewa kantor, biaya iklan.
  • Mengurangi liabilitas (utang). Contoh: Melunasi utang ke pemasok.
  • Mengurangi ekuitas (modal). Contoh: Penarikan dana oleh pemilik (prive).

2. Kredit Adalah

Sementara itu, kredit dalam akuntansi adalah sisi kanan dari pencatatan transaksi keuangan dalam sistem pembukuan berpasangan. Dalam setiap transaksi, harus ada keseimbangan antara sisi debit dan kredit, sehingga total nilai keduanya selalu sama.

Berbeda dengan pemahaman umum bahwa “kredit” berarti pinjaman atau cicilan, dalam akuntansi istilah kredit memiliki arti yang lebih teknis, tergantung pada jenis akun yang dicatat.

Fungsi kredit antara lain:

  • Menambah liabilitas (utang). Contoh: Menerima pinjaman bank → utang bertambah → dicatat sebagai kredit.
  • Menambah ekuitas (modal). Contoh: Pemilik menambah modal usaha → ekuitas naik → dicatat di sisi kredit.
  • Menambah pendapatan. Contoh: Menjual produk/jasa → pendapatan bertambah → dicatat sebagai kredit.
  • Mengurangi aset (aktiva). Contoh: Mengeluarkan uang kas → kas berkurang → dicatat sebagai kredit.

Baca juga: Ketahui Kegunaan Informasi Akuntansi Bagi Investor

Perbedaan Debit dan Kredit dalam Akuntansi

Lalu apa saja perbedaan mendasar antara debit dan kredit? Berikut beberapa di antaranya yang mungkin belum kamu ketahui!

1. Posisi dalam Jurnal

Debit selalu dicatat di sisi kiri dalam jurnal akuntansi, sedangkan kredit dicatat di sisi kanan. Ini adalah dasar utama dalam sistem pembukuan berpasangan, di mana setiap transaksi harus seimbang antara debit dan kredit. 

Posisi ini tidak bisa dibolak-balik karena menjadi acuan visual utama untuk menentukan alur transaksi dan konsistensi dalam laporan keuangan. Jika terjadi kesalahan posisi, dampaknya bisa merusak struktur neraca dan laba rugi secara keseluruhan.

2. Dampaknya terhadap Akun

Debit akan menambah nilai pada akun aset dan beban, serta mengurangi nilai pada akun kewajiban (utang) dan ekuitas. Sebaliknya, kredit justru menambah nilai pada akun utang, pendapatan, dan ekuitas, sekaligus mengurangi aset dan beban.

Contohnya, ketika perusahaan membeli peralatan secara tunai, maka akun peralatan (aset) dicatat di debit karena aset bertambah, dan akun kas dicatat di kredit karena uang berkurang. 

Prinsip ini berlaku universal dan menjadi kunci memahami bagaimana kondisi keuangan berubah seiring aktivitas bisnis yang terjadi setiap hari.

3. Tujuan Fungsional

Debit berfungsi mencatat masuknya manfaat ekonomi, seperti pembelian aset, pembiayaan operasional, atau kenaikan beban. 

Kredit digunakan untuk mencatat sumber manfaat ekonomi, seperti penerimaan pendapatan, penambahan modal, atau kewajiban yang timbul.

Dalam praktiknya, setiap debit harus dijawab dengan kredit yang setara agar transaksi tercatat secara seimbang. Tujuan ini bukan sekadar administratif, tapi juga mencerminkan bagaimana uang dan sumber daya bergerak dalam sebuah bisnis. 

Itulah ulasan mengenai perbedaan antara debit dan kredit dalam akuntansi keuangan usaha. 

Nah dalam menjalankan usaha, ada baiknya kamu mengetahui kondisi kesehatan finansialmu. Caranya sangat mudah yaitu dengan mengikuti Financial Fitness Check Up di website Ruang Menyala, kamu bisa klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa mengambil keputusan yang berkaitan dengan usaha yang sedang dijalankan. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: Cerita Menyala: Siklus Keuangan Sehat, Hidup Lebih Nyaman


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page