Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Mendadak Dapat Warisan, Gimana Cara Aturnya Biar Nggak Habis Sia-sia?

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 27 Juli 2025 | 313 dilihat

Mendadak Dapat Warisan, Gimana Cara Aturnya Biar Nggak Habis Sia-sia?

Harta warisan adalah harta peninggalan yang diberikan kepada ahli waris atau keluarga ketika seseorang meninggal. Bentuk harta warisan bisa beragam, meliputi harta bergerak dan tidak bergerak.

Waktu mendapat harta warisan juga tidak bisa diprediksi. Pasalnya, warisan akan dibagi ketika pemilik harta itu meninggal. Masalahnya, banyak orang yang menerima warisan secara mendadak, dalam jumlah besar, dan akhirnya kalap sehingga uang habis untuk foya-foya!

Baca juga: Cerita meNYALA: Pentingnya Persiapan Pernikahan

Mengelola Harta Warisan

Harta warisan bisa dalam jumlah yang sangat besar, bahkan nggak terbayangkan sebelumnya. Di sinilah letak permasalahannya. Banyak orang nggak siap menerima uang besar, sehingga habis untuk keperlua sia-sia.

Padahal dapat warisan bisa jadi tonggak untuk memperbaiki keuangan. Kamu bisa pakai warisan orang tua untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera dengan cara mengelolanya. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan!

1. Evaluasi Nilai dan Bentuk Warisan

Langkah pertama yang sangat penting adalah melakukan evaluasi atas warisan yang diterima. Warisan tidak selalu dalam bentuk uang tunai, bisa berupa properti, kendaraan, logam mulia, surat berharga, bahkan usaha keluarga. 

Kamu perlu membuat daftar lengkap dan menaksir nilai dari masing-masing aset. Jangan lupa cek status hukum dan dokumennya, seperti apakah properti sudah atas nama sendiri, atau masih perlu melalui proses balik nama dan pengurusan pajak.

Proses ini membantu kamu memahami "peta kekayaan" yang dimiliki dan bisa menjadi dasar utama dalam membuat strategi penggunaan aset tersebut. 

2. Jangan Langsung Dihabiskan

Setelah tahu nilainya, kamu tetap harus menahan diri untuk tidak langsung mencairkan atau mengambil semua warisan. Usahakan emosi dan mental kamu siap dengan uang besar itu, sehingga keputusan yang diambil akan jadi yang terbaik. 

Beri jeda waktu selama beberapa minggu bahkan bulan sebelum mengambil keputusan penting. Uang tunai sebaiknya dibiarkan dulu di rekening yang aman dan terpisah dari rekening pribadi. 

Sementara untuk aset fisik, tahan dulu penjualan kecuali kamu benar-benar butuh. Ini adalah masa refleksi yang bisa kamu gunakan untuk menyusun rencana.

3. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Salah satu kesalahan penerima warisan adalah langsung menggunakan uangnya untuk belanja konsumtif: beli mobil baru, traveling mewah, atau upgrade gaya hidup. 

Padahal, warisan bisa menjadi momentum untuk membenahi kondisi finansial, bukan sebaliknya. Gunakan dana tersebut untuk melunasi utang, memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperbaiki tempat tinggal, atau membayar biaya kesehatan. 

Menunda kesenangan demi membangun pondasi finansial jangka panjang justru bisa menghadirkan keamanan dan kenyamanan yang lebih besar.

4. Gunakan Sebagian untuk Investasi

Agar warisan tidak habis sia-sia, penting untuk mengalokasikan sebagian ke dalam investasi. Pilih instrumen investasi yang sesuai profil risikomu dan tujuan keuangan

Misalnya kamu mendapatkan warisan Rp500 Juta:

  • Alokasikan 30% (Rp150 Juta) untuk investasi jangka menengah di reksa dana campuran dan obligasi pemerintah.
  • Alokasikan 20% (Rp100 Juta) untuk investasi jangka panjang seperti saham atau reksa dana saham.
  • Sisanya bisa disimpan sebagai dana darurat dan keperluan lain.

Lakukan monitoring berkala dan sesuaikan portofolio jika dibutuhkan. Selain itu, keputusan untuk berinvestasi itu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko kamu, termasuk melihat kemampuan keuanganmu saat ini.

Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!

5. Pertimbangkan Konsultasi dengan Perencana Keuangan

Kalau kamu tidak punya latar belakang finansial atau merasa warisan yang diterima cukup besar, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan independen. 

Konsultan keuangan bisa membantu menyusun rencana pengelolaan kekayaan yang tidak hanya efektif, tapi juga minim risiko. Mereka juga bisa memberi saran aset investasi apa yang sesuai dan pas untuk dimiliki. 

6. Siapkan Dana Darurat dan Asuransi

Salah satu bentuk perlindungan keuangan yang harus diprioritaskan dari dana warisan adalah dana darurat dan asuransi. 

Dana darurat bisa digunakan jika ada kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau sakit berat. Sedangkan asuransi bisa melindungi kamu dari risiko kerugian finansial akibat kecelakaan atau sakit.

Misalnya: 

  • Sisihkan minimal 10% dari total warisan sebagai dana darurat (idealnya 6-12 bulan pengeluaran rutin keluarga).
  • Gunakan sebagian dana untuk membeli polis asuransi kesehatan dan jiwa, jika belum memiliki.

7. Bangun Warisan Baru

Alih-alih hanya menikmati warisan, kamu bisa menjadikannya sebagai pijakan untuk membangun warisan baru bagi generasi selanjutnya. Contohnya berupa bisnis keluarga, properti sewa, portofolio investasi, atau pendidikan tinggi anak.

Dengan begitu, harta warisan yang kamu terima tidak hanya memberi manfaat sekarang, tapi juga akan terus memberikan nilai di masa depan.

Pengelolaan harta warisan yang tepat akan menunjang kesehatan finansial jangka panjang. Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Caranya sangat mudah, kamu bisa klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page