Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Pewaris? Cek Penjelasannya Berikut!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 12 Juni 2025 | 2K dilihat

Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Pewaris? Cek Penjelasannya Berikut!

Mendapat harta warisan dari orang tua memang menyenangkan. Pasalnya, kamu bisa mendapatkan tambahan aset yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan finansial di masa depan. 

Namun demikian, ahli waris itu terkadang juga mendapat warisan utang dari pewarisnya. Maka kamu harus mempelajari bagaimana aturan hukum terkait utang warisan ini. Yuk simak sampai akhir!

Baca juga: Pengaruh Kondisi Finansial Terhadap Kesehatan Mental Kamu

Ahli Waris Wajib Bayar Utang Pewaris?

Di Indonesia, aturan hukum tentang waris itu ada dua, yaitu KUH Perdata dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Keduanya digunakan berdasarkan agama dan dimana perkawinan dicatat. 

Jika pernikahan orang tua dicatat di Catatan Sipil, maka aturan waris yang digunakan adalah KUH Perdata, dan sengketa digelar di Pengadilan Negeri. Sementara jika pernikahan dicatat di KUA, maka aturannya pakai KHI dan digelar di Pengadilan Agama. 

Terkait warisan utang, kedua aturan itu sepakat bahwa ahli waris harus menyelesaikan utang-utang pewaris. 

Sebagai contoh, KUH Perdata menyatakan bahwa warisan adalah  harta peninggalan dari seseorang yang meninggal dunia meliputi aktiva dan pasiva. Artinya utang maupun piutang juga termasuk dalam warisan. 

Hal itu ditegaskan dalam Pasal 1100 KUH Perdata yang bunyinya sebagai berikut:

“Para ahli waris yang telah bersedia menerima warisan, harus ikut memikul pembayaran utang, hibah wasiat dan beban-beban lain, seimbang dengan apa yang diterima masing-masing dari warisan.”

Namun demikian, seorang ahli waris memiliki tiga pilihan, yaitu menerima warisan secara mutlak, menerima dengan catatan, atau menolak warisan. Ahli waris wajib membayar utang pewaris jika ia menerima warisan secara mutlak. 

Sebaliknya, jika kamu sebagai ahli waris enggan menanggung utang pewaris, maka kamu juga tidak berhak atas warisan, alias menolak. Penolakan ini, menurut Pasal 1057-1058 KUH Perdata, harus dinyatakan secara tegas di kepaniteraan Pengadilan Negeri. 

Adapun jika kamu menerima warisan dengan catatan, maka kamu harus menanggung utang pewaris sebatas harta warisan yang kamu terima saja. 

Baca juga: Ini Efek Dan Tips Menjaga Kesehatan Mental Generasi Sandwich

Mengelola Warisan dan Utang 

Melansir HukumOnline, tanggung jawab ahli waris terhadap utang pewaris hanya sebatas jumlah atau nilai harta warisan saja. Artinya, kamu nggak wajib menggunakan harta pribadi untuk menyelesaikan utang tersebut. 

Meski begitu, warisan dan utang pewaris ini tentu harus dikelola dengan baik. Jangan sampai dapat warisan, tapi beban utang pewaris juga jadi beban finansial buatmu. 

Berikut beberapa tips keuangan yang bisa diterapkan!

1. Pisahkan Harta Warisan dari Harta Pribadi

Langkah paling penting adalah memisahkan antara harta warisan dengan harta milik pribadi. Jangan langsung campur aduk semua dalam satu rekening.

Kenapa? Karena menurut hukum waris, utang pewaris harus dibayar dari harta warisan yang ditinggalkan, bukan dari kantong pribadi ahli waris.

Jadi, sebelum warisan dibagi, hitung dulu semua aset dan nilai utangnya. Kalau utangnya lebih besar dari nilai harta, kamu bisa mempertimbangkan untuk menolak warisan secara hukum agar tidak terbebani.

2. Prioritaskan Pelunasan Utang dari Aset Cair

Kalau memutuskan menerima warisan, maka utang pewaris wajib dilunasi dulu sebelum warisan dibagikan. 

Nah, agar tidak menyentuh keuangan pribadi, manfaatkan aset cair seperti uang tunai, deposito, atau penjualan aset warisan (misalnya kendaraan atau properti) untuk melunasi utang tersebut.

Kalau memang aset cair tidak cukup, baru kamu pertimbangkan menjual aset tetap, atau ajukan permohonan restrukturisasi utang ke pihak pemberi pinjaman. 

Penting dicatat! Tetap usahakan agar semua berasal dari bagian warisan, bukan dana pribadi.

3. Libatkan Semua Ahli Waris

Mengelola warisan dan utang bukan urusan gampang, apalagi kalau jumlahnya besar dan melibatkan banyak pihak. Untuk mencegah konflik, libatkan semua ahli waris!

Dengan cara ini, proses pelunasan utang bisa dibagi sesuai proporsi warisan, dan kamu tidak perlu menanggung lebih besar dari porsi kamu. Transparansi ini penting agar tidak ada salah paham dan kamu bisa melindungi kondisi keuangan pribadimu.

Pengelolaan harta warisan yang tepat akan menunjang kesehatan finansial jangka panjang. Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Caranya sangat mudah, kamu bisa klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: 5 Cara Mengembangkan Upaya Berpikir Inovatif dalam Berwirausaha


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page