Banyak orang tak sadar kalau masalah keuangan bisa memicu depresi. Simak penjelasan ilmiah dan cara mengatasinya di sini!
Sudah jadi rahasia umum bahwa kondisi keuangan itu akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental. Ketika keuangan sehat, mental juga akan sehat, begitu pula sebaliknya.
Salah satu gangguan mental yang timbul akibat masalah keuangan adalah depresi. Melansir berbagai sumber, depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem.
Depresi lebih dari sekadar stres biasa. Pasalnya, depresi muncul karena kurangnya rasa percaya diri, pesimisme, dan faktor negatif lain. Orang yang mengalami depresi itu memerlukan penanganan profesional, seperti terapi obat-obatan.
Ada banyak faktor yang membuat seseorang merasa depresi. Namun berdasarkan survei American Psychological Association, uang menjadi faktor utama munculnya stres yang berujung pada depresi.
Depresi akibat masalah keuangan ini merupakan efek domino yang bukan hanya soal angka. Berikut beberapa ilustrasi tentang pengaruh masalah keuangan dengan depresi:
- Utang menumpuk; setiap hari dihantui penagih, bunga jalan terus, rasa bersalah makin berat.
- Biaya hidup tinggi; kebutuhan pokok harus dipenuhi, tapi uang habis sebelum akhir bulan.
- Perbandingan sosial; melihat orang lain lebih mapan bisa menimbulkan rasa rendah diri.
- Tekanan keluarga; jadi tulang punggung dengan penghasilan terbatas bikin stres berlipat.
Baca juga: Mengenal Financial Anxiety, Rasa Cemas akibat Kondisi Keuangan
Cara Mengatasi Depresi akibat Masalah Keuangan
Seperti dijelaskan di atas, depresi itu gangguan mental yang tingkatannya sudah di atas stres. Orang yang depresi sudah memerlukan bantuan profesional, termasuk obat-obatan.
Oleh karena itu, kamu yang sedang ada masalah keuangan juga perlu tahu bagaimana mengatasi atau meminimalisir dampak buruk dari depresi ini. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan!
1. Kendalikan Pikiran dan Emosi
Depresi karena keuangan biasanya bikin orang kebawa arus pikiran negatif: takut besok nggak bisa makan, cemas tagihan numpuk, atau merasa gagal dibanding orang lain. Kondisi mental ini justru bikin kamu makin sulit berpikir jernih.
Jadi langkah pertama adalah menenangkan pikiran dan menata emosi. Caranya bisa sederhana, tarik napas dalam beberapa kali saat mulai panik, jalan santai atau olahraga ringan untuk melancarkan hormon endorfin, hingga meditasi singkat 5–10 menit tiap hari.
Beberapa orang juga merasa lebih baik dengan menulis jurnal tentang rasa cemasnya. Dengan emosi yang lebih stabil, kamu jadi bisa melihat masalah keuangan sebagai sesuatu yang bisa diselesaikan.
2. Buka Data Keuangan dengan Jujur
Banyak orang tambah stres justru karena lari dari kenyataan finansial. Misalnya, nggak berani buka rekening, malas lihat tagihan, atau sengaja mengabaikan notifikasi dari bank dan debt collector. Padahal, menghindar hanya bikin masalah makin besar.
Cobalah ambil satu langkah berani, catat semua pemasukan, pengeluaran, dan utang yang ada secara detail. Jangan ada yang disembunyikan, meski nominal kecil. Dengan data yang jelas, kamu bisa tahu seberapa parah kondisinya.
Dari situ, kamu bisa susun prioritas: apakah harus fokus bayar utang dulu, apakah perlu pangkas pengeluaran harian, atau justru cari tambahan penghasilan.
3. Cari Jalan Keluar Bertahap
Biasanya orang depresi karena ingin masalah selesai dalam sekejap. Padahal, kondisi finansial nggak bisa pulih instan. Alih-alih pasang target besar yang bikin tambah tertekan, lebih baik mulai dengan langkah kecil.
Misalnya, tentukan untuk berhenti jajan kopi mahal dan masak di rumah selama seminggu, atau mulai membayar utang dengan bunga paling tinggi dulu.
Kamu juga bisa mencari penghasilan tambahan dari hal sederhana: menjual barang yang jarang dipakai, membuka jasa kecil-kecilan sesuai skill, atau ikut kerja freelance.
4. Jangan Hadapi Sendiri
Salah satu penyebab depresi keuangan makin berat adalah perasaan malu. Banyak orang berpikir masalah uang adalah aib, sehingga dipendam sendiri. Padahal, menyimpan beban sendirian justru bikin stres menumpuk.
Cobalah buka diri pada orang terdekat, seperti pasangan, keluarga, atau sahabat. Mereka mungkin tidak bisa langsung memberi solusi finansial, tapi bisa memberi dukungan emosional yang bikin kamu lebih kuat.
Jika kondisinya sudah sangat berat, jangan ragu mencari bantuan profesional. Bantuan pertama bisa kamu dapatkan dari seorang konsultan keuangan.
Konsultan keuangan bisa membantu kamu dari sisi finansial yaitu dalam menyusun strategi. Selain itu, kamu mungkin perlu berkomunikasi dengan psikolog atau psikiater.
Ingat, minta bantuan bukan tanda lemah, tapi tanda bahwa kamu peduli dengan kesehatan mental dan ingin memperbaiki hidup.
Selain cara-cara di atas, kamu juga bisa memeriksa kesehatan finansial saat ini. Dengan tahu seberapa sehat finansialmu, kamu bisa lebih tenang dan yakin dalam mengambil keputusan-keputusan terkait keuangan.
Jika kamu merasa resah secara keuangan, kamu bisa mengambil tes financial check up dengan klik link ini. Tujuannya agar kamu tahu seberapa sehat kondisi keuanganmu saat ini.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk membantumu keluar dari kecemasan keuangan.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Burnout Finansial: Cara Menjaga Kesehatan Mental dan Dompet di Era Media Sosial