Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Jenis-jenis Reksa Dana, Mana yang Aman untuk Investasi Pemula?

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 24 Januari 2025 | 3K dilihat

Jenis-jenis Reksa Dana, Mana yang Aman untuk Investasi Pemula?

Reksa dana adalah salah satu aset investasi yang mudah dan menjanjikan keuntungan. Namun, jenis-jenis reksa dana ada banyak, sehingga kamu perlu kenal terlebih dulu agar tepat dalam berinvestasi. 

Aset investasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi tetapi tidak memiliki waktu, pengetahuan, atau keahlian untuk mengelola investasi secara langsung. 

Dalam reksa dana, manajer investasi yang berpengalaman akan bertanggung jawab mengelola dan mengalokasikan dana demi mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan tujuan investasi.

Keunggulan utama reksa dana adalah sifatnya yang fleksibel dan terjangkau. Investor dapat mulai berinvestasi dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp 10 Ribu, tergantung pada produk reksa dana yang ditawarkan. 

Selain itu, reksa dana juga memiliki transparansi karena laporan investasi disediakan secara rutin, sehingga investor dapat memantau kinerja dana mereka.

Dengan begitu, reksa dana cocok untuk berbagai tujuan keuangan, mulai dari menabung untuk jangka pendek hingga investasi jangka panjang, tergantung pada jenis reksa dana yang dipilih dan profil risiko investor.

Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!

Jenis-jenis Reksa Dana

Secara umum, ada tujuh jenis Reksa Dana yang bisa dimiliki di pasaran, yaitu: 

1. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana pendapatan tetap adalah penempatan modal pada efek surat utang seperti Surat Utang Negara (SUN), obligasi, dan sukuk sekurang-kurangnya 80 persen. 

Reksa dana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih besar dibanding reksa dana pasar uang, tapi return-nya pun juga lebih tinggi.Sementara jika dilihat dari segi return, lebih kecil dibanding Reksa Dana saham. 

2. Reksa Dana Saham

Sesuai namanya, Reksa Dana saham artinya menempatkan dana investor ke portofolio saham. Jika dibandingkan jenis Reksa Dana lainnya, tipe ini tergolong high risk, high return karena karakteristik pasar saham yang cenderung fluktuatif.

3. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) akan menempatkan dana investor ke dalam pasar uang, seperti deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan jenis instrumen lainnya. 

RDPU cocok kamu investasikan untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu 0 - 2 tahun. Pasalnya, RDPU memiliki risiko yang tergolong rendah, begitu pula dengan keuntungannya.

4. Reksa Dana Campuran

Jenis Reksa Dana ini menempatkan modal investor pada berbagai portofolio, seperti di saham dan obligasi. Risikonya tergolong moderat dengan return lebih tinggi dibanding Reksa Dana pendapatan tetap. 

Dinamakan reksa dana campuran karena jenis reksa dana ini terdiri dari berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Reksa dana campuran memiliki risiko yang relatif stabil, karena manajer investasi dapat memindahkan dana ke instrumen yang performanya lebih baik. Hal ini berbeda dengan reksa dana saham, yang cenderung fluktuatif. 

5. ⁠Reksa Dana Terproteksi

Reksa Dana Terproteksi adalah jenis reksa dana yang menawarkan perlindungan terhadap pokok investasi hingga jatuh tempo. Ini berarti, uang yang kamu investasikan dijamin kembali 100% asalkan kamu tidak mencairkannya sebelum jatuh tempo.

Hal ini memberikan rasa aman bagi investor yang ingin menjaga modalnya. Selain proteksi modal, RDT juga menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan produk perbankan konvensional seperti deposito.

6. ⁠Reksa Dana Indeks

Reksa Dana Indeks adalah jenis reksa dana yang dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar tertentu. Indeks pasar ini bisa berupa indeks saham (seperti indeks LQ45 di Indonesia), indeks obligasi, atau indeks komoditas.

Manajer investasi RDI akan berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki portofolio yang sama persis dengan komponen indeks yang menjadi acuan. Jika indeks naik, maka nilai nab (nilai akuntansi per unit) RDI juga cenderung naik. Sebaliknya, jika indeks turun, nilai nab RDI juga cenderung turun.

7. ⁠⁠Reksa Dana Syariah

Reksa Dana Syariah adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang diinvestasikan pada instrumen-instrumen keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Sederhananya, ini adalah investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.

Secara umum, reksa dana syariah berinvestasi pada instrumen-instrumen seperti Saham Syariah, Obligasi Syariah (Sukuk), Deposito Syariah dan Mudharabah.

Baca juga: 4 Cara Investasi Reksa Dana untuk Menambah Passive Income

Tips Memulai Investasi Reksa Dana

Sudah tahu mau pilih jenis reksa dana apa? Berikutnya, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut untuk memulai investasi pada produk reksa dana. 

1. Pahami Risiko dan Jenis Reksa Dana

Setiap jenis reksa dana memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda, seperti pada penjelasan di atas. 

Selain itu, pahami profil risiko kamu, apakah cenderung konservatif, moderat, atau agresif, agar pilihan investasi sesuai dengan kenyamanan dan mendapat keuntungan yang maksimal.

2. Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum mulai berinvestasi, pastikan kamu memiliki tujuan yang jelas. Apakah investasi ini untuk pendidikan, membeli rumah, atau dana pensiun? 

Menentukan tujuan akan membantumu memilih jenis reksa dana yang sesuai, seperti reksa dana pasar uang untuk jangka pendek atau reksa dana saham untuk jangka panjang.

3. Mulai dengan Nominal Kecil

Salah satu kelebihan reksa dana adalah kamu bisa mulai dengan modal kecil, bahkan Rp 10 Ribu saja di beberapa platform. 

Mulailah dengan nominal kecil untuk belajar memahami cara kerja reksa dana dan mengevaluasi performanya sebelum meningkatkan jumlah investasi.

4. Periksa Kredibilitas Manajer Investasi

Manajer investasi bertugas mengelola dana yang kamu investasikan. Pastikan memilih manajer investasi yang telah memiliki rekam jejak baik dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kredibilitas manajer investasi sangat penting untuk memastikan dana kamu dikelola secara profesional dan aman.

5. Pilih Platform Investasi yang Tepat

Gunakan platform investasi reksa dana yang terpercaya, mudah digunakan, dan memiliki fitur yang lengkap. Pilih platform yang telah terdaftar di OJK untuk memastikan keamanan dana. 

Beberapa platform juga menawarkan edukasi, simulasi investasi, atau promosi yang bisa membantu kamu memulai dengan lebih percaya diri.

Salah satunya, kamu bisa investasi Reksa Dana melalui OCBC Mobile. Aplikasi mobile banking dari OCBC ini menawarkan beberapa produk, seperti Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham, dan sebagainya. 

Selain produknya yang beragam, beli Reksa Dana di OCBC Mobile juga menawarkan pilihan manajer investasi yang beragam, sesuai dengan preferensi calon investor. 

Pertanyaannya, apakah Reksa Dana merupakan instrumen investasi yang cocok buat kamu? Nah kamu bisa tahu jawabannya dengan melihat seberapa sehat finansialmu terlebih dulu. 

Sekarang cek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. 

Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu, termasuk menemukan instrumen investasi yang tepat!

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang untuk mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: 12 Rekomendasi Film tentang Investasi Saham, Asik dan Seru!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page