Bicara soal profesi di dunia penerbangan, sebagian besar orang akan melirik kru kabin atau flight attendant. Profesi ini memang keren dengan gaji yang cukup besar. Tapi tahukah kamu kalau gaji tukang parkir pesawat itu nggak main-main?
Profesi sebagai tukang parkir pesawat jarang dilirik namun memiliki gaji yang menggiurkan. Syarat dan cara masuknya tergolong lebih mudah daripada mendaftar sebagai kru kabin, tetapi gajinya masih tergolong layak.
Istilah resmi untuk tukang parkir pesawat di bandara adalah Aircraft Marshaller. Yuk cari tahu lebih lanjut terkait profesi ini!
Baca juga: 20 Peluang Usaha Anak Muda Bermodal Kecil yang Menjanjikan
Mengenal Tukang Parkir Pesawat
Tukang parkir pesawat di bandara atau yang dalam istilah penerbangan dikenal sebagai aircraft marshaller, adalah orang yang bertanggung jawab mengarahkan pesawat saat hendak parkir di apron (area parkir pesawat).
Tugas seorang marshaller dimulai bermula sejak pesawat landing dan menyentuh landasan apron sampai pesawat benar-benar berhenti di posisi stand yang tepat.
Sebagai gambaran, marshaller akan berdiri di ujung taxiway, memegang lampu atau hand signal khusus, dan memberi isyarat agar pilot untuk memundurkan, membelokkan, atau memberhentikan pesawat.
Dalam menjalankan tugasnya, marshaller harus terus berkoordinasi dengan tower dan ramp controller. Tujuannya agar gerakan pesawat aman, tidak bersinggungan dengan kendaraan lain, ground crew, atau instalasi apron.
Adapun tugas utama seorang marshaller meliputi mempersiapkan area parkir dengan memastikan stand kosong, roda roda chock siap dipasang, serta mengatur safety cones di sekeliling pesawat.
Begitu pesawat mendekat, marshaller menempati posisi yang terlihat jelas oleh pilot, lalu memberi aba-aba sesuai standar hand signal atau lampu signal.
Setelah pesawat berhenti, marshaller harus memasang wheel chocks dan menandai posisi ground power atau fuel truck.
Baca juga: Estimasi Biaya & Tips Liburan Singapura Murah Ala Backpacker
Syarat dan Cara Menjadi Tukang Parkir Pesawat
Menjadi marshaller tentu memiliki kualifikasi yang tidak setinggi pilot atau kru kabin. Meski begitu, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi untuk menjadi tukang parkir pesawat.
Berikut ini beberapa syarat tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto:
- Usia minimal 18 tahun saat mendaftar pendidikan
- Minimal lulusan SMA/sederajat
- Tinggi Pria minimal 165 cm
- Tinggi Perempuan minimal 160 cm
- Tidak buta warna
- Memiliki tinggi dan berat badan ideal
Adapun untuk menjadi seorang marshaller, kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut:
- Memenuhi persyaratan awal untuk dapat mendaftar pendidikan dan pelatihan.
- Pilih sekolah marshaller yang diinginkan.
- Persiapkan berbagai persyaratan berkas yang telah diinformasikan.
- Ikuti semua prosedur pendaftaran yang telah ditentukan oleh pihak penyedia pendidikan (sekolah marshaller).
- Siapkan diri sebaik mungkin dan lakukan persiapan secara matang.
- Mengikuti semua rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan baik.
- Memilih maskapai sebagai perusahaan tempat kerja sebagai marshaller.
Salah satu lembaga pendidikan Aircraft Marshaller membuka program pendidikan dengan biaya Rp 15 Juta. Biaya ini sudah mencakup pembelajaran teori di kelas, on job training, seragam, dan modul pembiayaan.
Baca juga: Cara Mudah Menjadi MUA Wedding Profesional
Gaji Tukang Parkir Pesawat
Melansir laman Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, gaji seorang tukang parkir pesawat atau marshaller ini cukup menggiurkan.
Gaji pokok yang akan didapatkan kurang lebih sekitar Rp 4 Juta hingga Rp 7 Juta per bulannya. Artinya dalam satu tahun gajinya mencapai Rp 48 Juta - 84 Juta.
Nominal tersebut merupakan gaji pokok, yang belum ditambah tunjangan dan bonus. Selain itu, angka ini akan berbeda di setiap negara dan bandara tempat bertugas.
Sebagai contoh di Amerika Serikat, seorang tukang parkir pesawat bisa menerima gaji mencapai berkisar antara US$29.000 hingga US$54.500 per tahun. Besar bukan?
Baca juga: Apa Itu Uang Dingin?
Tips Mengelola Gaji
Gaji yang lumayan tersebut bisa dimaksimalkan ketika dikelola dengan baik. Berikut beberapa tips mengelola gaji yang bisa diterapkan.
1. Alokasikan 20% untuk Tabungan dan Investasi
Dengan kenaikan gaji, alokasikan minimal 20% dari pendapatan untuk tabungan dan investasi. Biasakan untuk mengalokasikan uang tabungan dan investasi ini di awal bulan, dan simpan pada rekening yang berbeda dari rekening operasional.
Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, seperti reksa dana, deposito, emas atau saham. Hal ini akan membantu mengembangkan dana secara bertahap untuk masa depan.
2. Optimalkan Dana Pensiun
Manfaatkan program dana pensiun yang disediakan. Jika sudah terdaftar di program Dana Pensiun, pastikan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan kontribusi bulanan.
Jika perlu, kamu bisa menambah kontribusi bulanan yang akan memberikan hasil lebih besar saat pensiun tiba.
3. Hindari Utang Konsumtif
Jangan tergoda untuk menambah utang konsumtif seperti pembelian barang mewah atau cicilan yang tidak produktif.
Sebaiknya prioritaskan penggunaan uang untuk kebutuhan yang bermanfaat dan menghasilkan nilai tambah.
4. Buat Anggaran Keuangan yang Ketat
Susun anggaran bulanan dengan memperhitungkan pemasukan dan pengeluaran secara rinci. Pastikan ada pos untuk tabungan, investasi, kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan pengeluaran sosial.
Dengan pengelolaan yang baik, kenaikan gaji bisa dirasakan manfaatnya tanpa risiko keuangan yang berlebih.
5. Bangun Sumber Pendapatan Pasif
Gunakan sebagian pendapatan tambahan untuk membangun sumber pendapatan pasif.
Contohnya, membeli properti untuk disewakan, berinvestasi di instrumen pendapatan tetap, atau membangun bisnis kecil yang tidak menyita banyak waktu.
6. Tingkatkan Literasi Keuangan
Belajar tentang pengelolaan keuangan adalah investasi yang berharga. Ikuti seminar, baca buku, atau konsultasi dengan ahli keuangan untuk memahami cara mengoptimalkan pendapatan dan aset.
Pemahaman yang lebih baik akan membantu dalam mengambil keputusan finansial yang tepat. Kamu bisa mendapatkan literasi keuangan salah satunya dari Ruang meNYALA.
Dengan menerapkan beberapa tips di atas, kondisi finansial kamu sebagai tukang parkir pesawat akan stabil dan sehat, sehingga bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Penasaran dengan kondisi kesehatan finansial kamu saat ini? Tenang, kamu bisa cek sekarang melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh!
Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.
Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.
Baca juga: Menabung Bareng Pacar, Boleh Nggak Sih?