Summary
Multiple income stream adalah strategi memiliki beberapa sumber penghasilan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasukan. Mulailah dari skill yang dimiliki, bangun satu sumber tambahan secara konsisten, lalu alokasikan sebagian hasilnya untuk tabungan, investasi, atau membangun sumber pendapatan berikutnya.
Bergantung pada satu sumber penghasilan itu berisiko. Pelajari cara membangun multiple income stream agar sumber penghasilanmu lebih beragam dan lebih aman.
Multiple income streams adalah kondisi ketika kamu memiliki lebih dari satu sumber penghasilan yang berjalan secara bersamaan. Sumbernya bisa dari pekerjaan utama, freelance, bisnis sampingan, hingga hasil investasi.
Punya pekerjaan sampingan belum tentu berarti sudah membangun multiple income stream. Konsep ini lebih luas karena sumber pendapatan dapat berasal dari beberapa aktivitas dengan karakteristik yang berbeda.
Misalnya, selain menerima gaji, kamu memperoleh penghasilan dari freelance dan punya pendapatan investasi.
Diversifikasi penghasilan penting dalam keuangan pribadi karena membuat kamu tidak terlalu bergantung pada satu sumber pemasukan.
Jika salah satu sumber pendapatan mengalami gangguan, sumber lainnya masih dapat membantu menjaga arus kas dan mendukung kebutuhan serta tujuan finansial.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
Mengapa Multiple Income Stream Penting?
Punya beberapa sumber penghasilan bukan berarti kamu harus terus bekerja tanpa henti. Tujuan utamanya adalah menciptakan struktur keuangan yang lebih fleksibel. Berikut beberapa alasan mengapa multiple income stream penting bagi keuangan.
1. Cash Flow Jadi Lebih Fleksibel
Multiple income stream memberi lebih banyak ruang untuk mengatur arus kas setiap bulan. Kamu bisa menentukan fungsi yang berbeda untuk setiap pemasukan.
Misalnya gaji utama digunakan untuk kebutuhan rutin, sementara penghasilan freelance atau bisnis dialokasikan untuk menabung, investasi, atau tujuan keuangan tertentu.
Dengan begitu, tambahan pemasukan tidak otomatis membuat gaya hidup ikut meningkat. Justru, kamu punya kesempatan untuk memperbesar porsi uang yang dialokasikan untuk tujuan finansial tanpa harus mengurangi kebutuhan utama.
2. Memperbesar Kapasitas Menabung dan Investasi
Penghasilan tambahan dapat meningkatkan jumlah uang yang bisa dialokasikan untuk tabungan dan investasi setiap bulan.
Kamu tidak harus mengambil lebih banyak dari penghasilan utama untuk mengejar target keuangan karena ada pemasukan lain yang dapat diarahkan secara khusus.
Misalnya, seseorang memiliki penghasilan utama Rp10 juta dan penghasilan freelance Rp3 juta per bulan. Jika kebutuhan rutin sudah terpenuhi dari penghasilan utama, sebagian besar Rp3 juta tersebut dapat dialokasikan untuk membangun dana darurat, menambah investasi, atau mencapai tujuan keuangan tertentu.
3. Membuka Peluang Membangun Aset Produktif
Multiple income stream juga dapat menjadi tahap awal untuk mengubah penghasilan aktif menjadi aset yang berpotensi menghasilkan uang di kemudian hari.
Sebagian pendapatan dari pekerjaan sampingan, misalnya, dapat digunakan sebagai modal bisnis atau investasi. Dengan strategi tersebut, kamu tidak hanya menambah jumlah pemasukan, tetapi juga mulai membangun sumber pendapatan yang dapat berkembang seiring waktu.
4. Mencapai Tujuan Finansial Lebih Cepat
Ketika memiliki pemasukan tambahan, kamu memiliki opsi untuk mengalokasikan dana lebih besar pada target tertentu tanpa mengganggu kebutuhan rutin.
Misalnya, tambahan penghasilan dapat digunakan khusus untuk melunasi utang, mengumpulkan uang muka rumah, menyiapkan dana pendidikan, atau mengejar target investasi.
Semakin besar dana yang dapat dialokasikan secara konsisten untuk tujuan tersebut, semakin pendek pula waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Namun, tetap penting memastikan sumber penghasilan tambahan tersebut realistis dan tidak membuat beban kerja menjadi berlebihan.
Baca juga: Ingin Jadi Dokter? Segini Biaya Kuliah Kedokteran yang Harus Disiapkan!
Cara Bangun Multiple Income Stream
Membangun multiple income stream bukan berarti kamu harus memiliki lima pekerjaan atau menjalankan banyak bisnis sekaligus.
Yang lebih penting adalah membangun sumber pendapatan tambahan yang bisa berjalan tanpa membuat pekerjaan utama, waktu istirahat, dan kondisi keuangan ikut berantakan.
Mulailah dari sumber yang paling dekat dengan kemampuan dan kondisi saat ini. Setelah hasilnya konsisten, sebagian dapat digunakan untuk memperbesar sumber tersebut atau membangun sumber pendapatan berikutnya.
1. Petakan Skill yang Menghasilkan Uang
Mulai dengan melihat kemampuan atau skill yang sudah kamu miliki dan berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan.
Misalnya, kemampuan menulis dapat ditawarkan untuk freelance content writing, kemampuan desain bisa digunakan untuk mengambil proyek, atau keahlian memasak dapat dikembangkan menjadi bisnis makanan.
Pilih skill yang sudah cukup kamu kuasai sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak waktu dan biaya untuk belajar dari nol.
Dengan memanfaatkan kemampuan yang sudah ada, kamu bisa lebih cepat menguji apakah skill tersebut memang memiliki permintaan dan dapat menghasilkan uang.
2. Mulai dari Satu Sumber Penghasilan Tambahan
Pilih satu aktivitas yang paling sesuai dengan waktu, kemampuan, dan modal yang tersedia, kemudian jalankan secara konsisten sampai menghasilkan pendapatan yang relatif stabil.
Misalnya, jika kamu bekerja penuh waktu dan hanya memiliki beberapa jam di akhir pekan, freelance atau bisnis kecil mungkin lebih realistis daripada menjalankan beberapa usaha sekaligus.
Setelah sumber pertama mulai berjalan dengan baik, barulah pertimbangkan untuk menambahkan sumber pendapatan berikutnya.
3. Pisahkan Penghasilan Utama dan Sampingan
Catat setiap pemasukan berdasarkan sumbernya agar kamu mengetahui berapa sebenarnya pendapatan yang dihasilkan dari masing-masing aktivitas.
Jangan mencampurkan pendapatan freelance, bisnis, atau komisi dengan gaji utama tanpa pencatatan yang jelas. Selain membantu melihat performa setiap sumber pendapatan, pencatatan terpisah juga memudahkan kamu menghitung biaya yang dikeluarkan dan keuntungan bersih.
Dari sini, kamu bisa mengetahui sumber mana yang paling layak dikembangkan dan mana yang justru menghabiskan terlalu banyak waktu atau modal.
4. Penghasilan Tambahan untuk Bangun Sumber Pendapatan Baru
Ketika sumber penghasilan tambahan mulai menghasilkan keuntungan, jangan langsung menggunakan untuk meningkatkan gaya hidup. Sisihkan sebagian untuk membangun sumber pendapatan berikutnya.
Misalnya, sebagian keuntungan freelance dapat digunakan untuk membeli peralatan kerja, mengembangkan produk digital, menambah modal usaha, atau dialokasikan ke instrumen investasi.
Dengan cara ini, penghasilan tambahan tidak hanya memberikan uang ekstra, tetapi juga digunakan untuk menciptakan peluang pendapatan baru.
5. Bangun Sumber Penghasilan yang Tidak Bergantung pada Waktu
Setelah memiliki penghasilan aktif yang cukup stabil, mulai pertimbangkan sumber pendapatan yang tidak selalu membutuhkan pertukaran langsung antara waktu dan uang.
Contohnya adalah menjual produk digital, membangun bisnis dengan sistem operasional yang dapat didelegasikan, atau mengembangkan aset investasi yang berpotensi menghasilkan imbal hasil.
Tujuannya bukan berarti penghasilan aktif harus langsung ditinggalkan. Sebaliknya, kamu dapat menggunakan pendapatan aktif sebagai modal untuk membangun sumber pendapatan yang lebih scalable.
6. Evaluasi Profit dan Waktu yang Dikeluarkan
Jangan menilai sebuah sumber penghasilan hanya dari nominal pemasukan yang terlihat. Hitung juga modal, biaya operasional, pajak jika relevan, serta waktu yang kamu keluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut.
Misalnya, freelance menghasilkan Rp5 juta per bulan tetapi membutuhkan biaya Rp1 juta dan 60 jam kerja, maka hasil bersih dan nilai waktu yang kamu keluarkan perlu dipertimbangkan.
Evaluasi secara berkala untuk menentukan apakah sumber tersebut layak dipertahankan, dikembangkan, atau digantikan dengan peluang yang lebih menguntungkan.
Itulah uraian mengenai bagaimana cara membangun multiple income stream. Setelah berhasil terbentuk, langkah berikutnya adalah memastikan tambahan pemasukan tersebut tidak hanya habis untuk meningkatkan pengeluaran.
Sebagian penghasilan dapat dialokasikan untuk membangun aset dan sumber pendapatan jangka panjang melalui layanan Wealth Management OCBC.
Pada solusi Wealth Management tersebut, kamu bisa mengakses beberapa instrumen investasi, seperti reksa dana, obligasi, deposito, hingga tabungan emas. Menariknya, investasi bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi OCBC mobile.
Misalnya kamu tertarik untuk investasi pada obligasi. Kamu bisa memilih untuk membeli Obligasi Pemerintah atau Obligasi Perusahaan.
Caranya mudah, bahkan kamu bisa sekaligus membuat Single Investor Identification (SID) di OCBC mobile. Berikut cara bikini SID:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik Obligasi Sekunder. Jika belum punya SID kamu akan diarahkan untuk membuat terlebih dulu
- Isi data diri dan lengkapi dokumen yang diminta
- Lengkapi profil risiko dengan jawab pertanyaan
- Klik Lanjut, dan SID akan diproses selama maksimal tiga hari kerja dengan syarat dokumen dan data-data lengkap.
Setelah SID jadi, kamu bisa langsung membeli obligasi yang sesuai dengan profil risikomu. Berikut caranya:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik Obligasi Sekunder/Secondary Bonds
- Pilih Obligasi yang ingin kamu pesan
- Baca informasi produk, klik Pesan Sekarang
- Masukkan nominal pemesanan Periksa ringkasan, konfirmasi, dan setujui syarat dan ketentuan
- Pilih sumber dana, pilih rekening sebagai sumber dana untuk transaksi ini
- Cek ringkasan transaksi, pastikan kembali detail transaksi yang ditampilkan, lalu klik ‘Konfirmasi’ untuk lanjut
- Baca syarat dan ketentuan
- Masukkan PIN Transaksi
- Transaksi berhasil, status transaksi akan muncul dan semua resi dapat dilihat melalui menu Riwayat Transaksi di Pengaturan
Sebelum investasi pada instrumen apapun, termasuk obligasi, sebaiknya kamu tahu seberapa sehat kondisi keuanganmu. Caranya mudah, kamu bisa mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.
Financial Fitness Check Up bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit saja. Hasilnya bisa kamu diskusikan dengan Nyala Trainer melalui sesi 1 on 1 Consultation.
Dalam sesi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki kondisi keuangan, termasuk menentukan instrumen investasi apa yang sesuai dengan profil dan tujuan keuanganmu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyfit!
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!