Pelajari cara menyiapkan dana pendidikan dari nol untuk orang tua baru. Mulai dari menghitung kebutuhan hingga strategi menabung yang efektif agar biaya sekolah anak tidak jadi beban di masa depan.
Dana pendidikan anak itu merupakan salah satu kebutuhan yang harus disiapkan oleh orang tua. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang tua yang abai, sehingga berujung pada kelabakan saat anak sudah perlu dana untuk sekolah.
Di samping itu, biaya pendidikan juga mengalami inflasi yang membuat dana yang diperlukan meningkat dari tahun ke tahun. Menurut berbagai sumber, inflasi biaya pendidikan salah satunya terjadi pada uang pangkal yang mengalami kenaikan 10-15 5-15% setiap tahun.
Baca juga: 10 Daftar Kampus Terbaik di Dunia dan Biaya Hidupnya
Hitung Dana Pendidikan yang Diperlukan
Menghitung kebutuhan dana untuk pendidikan anak itu sangat penting. Fungsinya sebagai panduan bagi orang tua dalam menyiapkan dana, mulai dari berapa yang perlu ditabung per bulan hingga instrumen investasi apa yang tepat.
Dalam menghitung dana pendidikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah usia anak saat ini, untuk mengetahui berapa lama waktu yang tersedia sebelum ia memasuki jenjang pendidikan berikutnya yang perlu dana lebih besar.
Setelah itu, kamu perlu mengetahui biaya pendidikan saat ini untuk jenjang yang dituju, lalu memperkirakan kenaikannya dengan inflasi pendidikan yang biasanya lebih tinggi dari inflasi.
Adapun rumus yang bisa digunakan untuk menghitung biaya pendidikan adalah sebagai berikut:
Anggaran Biaya Masuk = biaya masuk saat ini + (rentang waktu anak masuk sekolah x inflasi)
Sebagai contoh, kamu punya anak usia 1 tahun dan berencana untuk menyiapkan dana pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD). Anak masuk SD di usia 7 tahun, sehingga saat ini kamu masih punya waktu 6 tahun.
Maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu adalah biaya masuk SD yang diinginkan. Misalnya, biaya masuk SD tersebut tahun ini adalah Rp 10 Juta, dengan asumsi inflasi sebesar 5% tahun.
Cara menghitungnya sebagai berikut:
Biaya Masuk SD = Rp 10 Juta + (6 tahun x (5% x 10 Juta))
= Rp 10 Juta + 3 Juta
= Rp 13 Juta
Maka dana yang harus disiapkan untuk uang masuk SD adalah Rp 13 Juta, karena kamu masih punya waktu 6 tahun, maka kamu bisa menabung sebanyak Rp 180 Ribuan per bulan.
Dengan ilustrasi yang sama, kamu juga bisa menghitung berapa dana yang dibutuhkan buat anak umur 1 tahun kuliah di masa depan.
asumsinya kuliah pada umur 18 tahun, maka kamu punya waktu 17 tahun untuk menyiapkan dana pendidikan kuliahnya. Berikut perhitungannya.
- Uang Pangkal: Rp 40 Juta
- Biaya Semester: Rp 5 Juta per semester
- Lama Kuliah: 4 tahun atau 8 semester
Maka kebutuhan dana saat ini adalah Rp 40 Juta + Rp 40 Juta = Rp 80 Juta. Karena anak masih umur 1 tahun, maka untuk mengetahui kebutuhan dana kuliahnya harus dimasukkan unsur inflasi. Berikut cara menghitungnya.
Dana Pendidikan Kuliah = Kebutuhan saat ini + (17 tahun x inflasi)
= Rp 80 Juta + (17 tahun x (5% x 80 Juta))
= Rp 80 Juta + 68 Juta
= Rp 148 Juta
Dana yang harus disiapkan adalah sebesar RP 148 Juta. Karena masih punya waktu 17 tahun, maka kamu bisa menabung sebesar Rp 726 Ribu per bulan.
Baca juga: Ingin Jadi Dokter? Segini Biaya Kuliah Kedokteran yang Harus Disiapkan!
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan dari Nol
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk menyiapkan dana pendidikan anak dari nol!
1. Hitung Kebutuhan Dana
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghitung berapa besar biaya pendidikan yang harus dicapai. Mulailah dari biaya pendidikan saat ini untuk jenjang yang dituju, lalu tambahkan proyeksi inflasi pendidikan yang biasanya berada di kisaran 6–10% per tahun.
Dengan menghitungnya secara detail, kamu bisa mendapat gambaran yang lebih realistis tentang jumlah yang harus dicapai, berapa lama waktu yang tersedia, dan berapa besar setoran bulanannya.
Perhitungan yang matang ini akan membuat rencana tabungan jauh lebih terarah dan tidak asal menabung tanpa target yang jelas.
2. Pilih Instrumen Investasi yang Tepat
Karena dana pendidikan punya waktu yang panjang, penting untuk memilih instrumen yang bisa membantu dana berkembang. Jika waktunya di bawah 5 tahun, instrumen yang lebih aman seperti reksa dana pasar uang atau deposito bisa jadi pilihan.
Namun jika waktunya 7 tahun atau lebih, kamu bisa mempertimbangkan instrumen dengan potensi return lebih tinggi seperti reksa dana pendapatan tetap atau bahkan obligasi negara.
Pemilihan instrumen ini sangat berpengaruh pada besarnya setoran bulanan. Instrumen dengan return lebih baik bisa menurunkan beban tabungan tanpa mengurangi target jangka panjang.
3. Gunakan Sistem Auto-Debit
Konsistensi adalah kunci dalam memulai dana pendidikan dari nol. Sistem auto-debit sangat membantu karena kamu tidak perlu mengandalkan disiplin semata.
Cara ini juga mencegah godaan untuk memakai uangnya untuk kebutuhan lain. Besarnya bisa disesuaikan dengan kemampuan, dan kalau kondisi finansial membaik, kamu bisa menaikkan nominalnya kapan saja.
4. Review dan Perbarui Target Berkala
Biaya pendidikan terus berubah dari tahun ke tahun, begitu juga dengan kondisi finansial kamu. Oleh karena itu, penting untuk melakukan review rutin minimal setahun sekali.
Lewat evaluasi ini kamu bisa menyesuaikan target dana, menambah setoran jika perlu, atau bahkan mengalihkan instrumen investasi ke pilihan yang lebih sesuai.
Review berkala juga membantumu tetap on track dan menghindari kekurangan dana menjelang waktu kuliah anak, karena kamu selalu update dengan perkembangan biaya serta performa tabungan atau investasi.
Itulah ulasan mengenai tips menyiapkan dana pendidikan dari nol. Untuk informasi yang lebih jelas seputar bagaimana menyiapkan dana pendidikan agar tidak jadi bom waktu, kamu bisa ikut Kelas meNYALA yang mengusung tema “Dana Pendidikan: Bom Waktu atau Investasi Masa Depan?”.
Kelas ini dipandu oleh Rista Zwestika, seorang Retirement Planner, Certified Statement Analyst, Duta Literasi Keuangan Syariah OJK Indonesia. Acara berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 16.30-17.30 WIB di platform ZOOM.
Kamu yang tertarik ikut kelas ini bisa langsung mendaftarkan diri melalui link ini.
Sebelum ikut kelas, kamu bisa loh cek kesehatan finansial untuk mengukur seberapa siap keuanganmu untuk menyiapkan dana pendidikan. Caranya dengan ikut Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
FFCU bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa kamu diskusikan dengan Nyala Trainer pada sesi konsultasi 1 on 1. Dalam sesi ini, kamu akan dapat insight tentang strategi yang tepat untuk menyiapkan dana pendidikan berdasarkan kondisi keuanganmu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FunanciallyFit!
Baca juga: Berikut Ini Kriteria Tabungan Pendidikan Anak yang Bagus