Summary
Punya penghasilan tambahan tanpa harus selalu menukar waktu dengan pekerjaan tentu menarik, bukan? Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan untuk membangun passive income adalah melalui investasi. Mulai dari saham, reksa dana, tabungan emas, deposito, hingga obligasi, setiap instrumen menawarkan karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Bagi pemula, kuncinya bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi memahami risiko dan memilih instrumen yang sesuai dengan kondisi serta tujuan keuangan. Simak cara mendapatkan passive income dari investasi dan langkah memulainya secara bertahap.
Ingin punya passive income dari investasi? Simak cara mendapatkan pendapatan tambahan untuk pemula, mulai dari memilih instrumen yang tepat hingga membangun penghasilan pasif secara bertahap.
Punya passive income menjadi salah satu tujuan keuangan yang semakin banyak diminati. Bayangkan, ada pemasukan yang terus mengalir tanpa harus selalu menukar waktu dengan pekerjaan.
Kabar baiknya, passive income tidak selalu memerlukan modal besar atau harus menunggu sampai mapan terlebih dahulu.Salah satu cara yang cukup realistis untuk mulai membangun passive income adalah melalui investasi.
Beberapa instrumen investasi dapat memberikan potensi penghasilan secara berkala, sekaligus membantu mengembangkan nilai aset dalam jangka panjang.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
Passive Income dari Investasi
Membangun passive income dari investasi bukan berarti kamu akan langsung memperoleh penghasilan besar dalam waktu singkat. Pada dasarnya, passive income terbentuk dari aset yang terus berkembang dan menghasilkan nilai tambah seiring waktu.
Oleh karena itu, penting untuk memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko yang kamu miliki. Berikut beberapa instrumen investasi yang dapat menjadi sumber passive income.
1. Saham
Saham dapat memberikan passive income dalam bentuk dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Selain itu, investor juga berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham dalam jangka panjang.
Meski demikian, tidak semua perusahaan membagikan dividen secara rutin. Oleh karena itu, penting untuk memahami fundamental perusahaan dan memiliki horizon investasi jangka panjang agar manfaat dari investasi saham dapat lebih optimal.
2. Reksa Dana
Bagi pemula, reksa dana bisa menjadi pilihan untuk mulai membangun passive income. Dana yang kamu investasikan akan dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan ke berbagai instrumen sesuai jenis reksa dana yang dipilih.
Selain lebih praktis, reksa dana juga memungkinkan diversifikasi investasi dengan modal yang relatif terjangkau. Imbal hasil yang diperoleh dapat kembali diinvestasikan sehingga membantu mempercepat pertumbuhan aset.
3. Tabungan Emas
Emas telah lama menjadi salah satu instrumen yang dipilih masyarakat untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Saat ini, investasi emas semakin mudah dilakukan melalui tabungan emas.
Meski tidak memberikan penghasilan rutin seperti dividen atau kupon, tabungan emas dapat menjadi bagian dari strategi membangun kekayaan dan diversifikasi portofolio.
Seiring meningkatnya nilai aset, emas dapat membantu mendukung tujuan pembentukan passive income di masa depan.
4. Deposito
Deposito merupakan instrumen yang relatif konservatif dan cocok bagi investor yang mengutamakan stabilitas. Dana yang ditempatkan dalam deposito akan memperoleh bunga sesuai tenor yang dipilih.
Instrumen ini banyak dipilih untuk membangun passive income karena lebih mudah dipahami dan memiliki tingkat risiko yang relatif rendah. Deposito juga dapat menjadi tempat menyimpan dana sambil tetap memperoleh imbal hasil secara berkala.
5. Obligasi
Obligasi memberikan passive income melalui pembayaran kupon yang dilakukan secara berkala selama masa investasi. Karena relatif stabil, instrumen ini cukup diminati oleh investor yang mencari keseimbangan antara potensi imbal hasil dan tingkat risiko.
Saat ini, obligasi dapat diakses dengan lebih mudah melalui berbagai platform investasi. Dengan strategi yang tepat, obligasi dapat menjadi salah satu sumber penghasilan pasif sekaligus membantu menjaga pertumbuhan aset dalam jangka panjang.
Itulah beberapa instrumen investasi yang memberikan passive income dalam jangka panjang. Saat ini kamu bisa berinvestasi pada beberapa aset tersebut melalui solusi Wealth Management OCBC.
Pada solusi Wealth Management tersebut, kamu bisa mengakses beberapa instrumen investasi, seperti reksa dana, obligasi, deposito, hingga tabungan emas. Menariknya, investasi bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi OCBC mobile.
Misalnya kamu tertarik untuk investasi pada obligasi. Kamu bisa memilih untuk membeli Obligasi Pemerintah atau Obligasi Perusahaan. Caranya mudah, bahkan kamu bisa sekaligus membuat Single Investor Identification (SID) di OCBC mobile. Berikut cara bikin SID:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik Obligasi Sekunder. Jika belum punya SID kamu akan diarahkan untuk membuat terlebih dulu
- Isi data diri dan lengkapi dokumen yang diminta
- Lengkapi profil risiko dengan jawab pertanyaan
- Klik Lanjut, dan SID akan diproses selama maksimal tiga hari kerja dengan syarat dokumen dan data-data lengkap.
Setelah SID jadi, kamu bisa langsung membeli obligasi yang sesuai dengan profil risikomu. Berikut caranya:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik Obligasi Sekunder/Secondary Bonds
- Pilih Obligasi yang ingin kamu pesan
- Baca informasi produk, klik Pesan Sekarang
- Masukkan nominal pemesanan Periksa ringkasan, konfirmasi, dan setujui syarat dan ketentuan
- Pilih sumber dana, pilih rekening sebagai sumber dana untuk transaksi ini
- Cek ringkasan transaksi, pastikan kembali detail transaksi yang ditampilkan, lalu klik ‘Konfirmasi’ untuk lanjut
- Baca syarat dan ketentuan
- Masukkan PIN Transaksi
- Transaksi berhasil, status transaksi akan muncul dan semua resi dapat dilihat melalui menu Riwayat Transaksi di Pengaturan
Sebelum investasi pada instrumen apapun, termasuk obligasi, sebaiknya kamu tahu seberapa sehat kondisi keuanganmu. Caranya mudah, kamu bisa mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.
Financial Fitness Check Up bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit saja. Hasilnya bisa kamu diskusikan dengan Nyala Trainer melalui sesi 1 on 1 Consultation.
Dalam sesi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki kondisi keuangan, termasuk menentukan instrumen investasi apa yang sesuai dengan profil dan tujuan keuanganmu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyfit!
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!