Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Apa Efek Suku Bunga BI Turun bagi Masyarakat? Ini Penjelasannya

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 29 Oktober 2025 | 5K dilihat

Apa Efek Suku Bunga BI Turun bagi Masyarakat? Ini Penjelasannya

Suku bunga BI turun, apa efeknya bagi masyarakat? Ketahui dampaknya terhadap cicilan kredit, tabungan, investasi, hingga daya beli sehari-hari!

Bank Indonesia (BI) secara resmi memangkas suku bunga acuan alias BI Rate untuk bulan September 2025 sebesar 25 basis point (bps). Dengan begitu, BI Rate September 2025 menjadi sebesar 4,75%. 

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, pemangkasan BI Rate ini dilakukan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap rendah dalam sasaran 2,5±1% serta nilai tukar rupiah yang tetap stabil. 

Pemangkasan suku bunga acuan sudah dilakukan sebanyak 5x oleh BI sepanjang tahun 2025. Diketahui, BI Rate pada Desember 2024 berada di angka 6%, lalu BI melakukan pemangkasan Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September 2025, masing-masing sebanyak 25 bps. 

Baca juga: Inflasi vs Deflasi: Apa Bedanya dan Bagaimana Dampaknya pada Ekonomi?

Dampak Suku Bunga BI Turun

Suku bunga acuan atau BI Rate adalah tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai panduan atau acuan bagi bank-bank di Indonesia dalam menentukan suku bunga pinjaman dan simpanan. 

Fungsinya adalah untuk mengendalikan inflasi, menjaga kestabilan nilai rupiah, dan mengarahkan kebijakan moneter agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Lalu apa saja dampak turunnya suku bunga acuan alias BI Rate bagi perekonomian masyarakat? Berikut beberapa di antaranya!

1. Cicilan Kredit Jadi Lebih Ringan

Penurunan suku bunga acuan membuat bunga pinjaman di bank ikut menurun. Kondisi ini memberikan efek langsung bagi masyarakat yang sedang mencicil rumah, kendaraan, atau pinjaman usaha. 

Beban bunga bulanan jadi lebih kecil sehingga arus keuangan pribadi terasa lebih longgar. Masyarakat yang sebelumnya ragu mengambil kredit pun menjadi lebih percaya diri karena biaya pinjaman lebih terjangkau. 

2. Dunia Usaha Lebih Mudah Berkembang

Turunnya BI Rate memberikan napas baru bagi pelaku usaha, terutama sektor UMKM yang sangat bergantung pada pinjaman bank. Dengan bunga kredit modal kerja yang lebih rendah, biaya produksi bisa ditekan dan margin keuntungan meningkat. 

Dunia usaha jadi lebih aktif berekspansi, mulai dari memperluas jaringan distribusi, membeli peralatan baru, hingga menambah tenaga kerja. Efeknya, roda ekonomi masyarakat ikut berputar.

3. Daya Beli Masyarakat Meningkat

Penurunan suku bunga acuan juga membuat masyarakat lebih leluasa dalam menggunakan uangnya untuk konsumsi. 

Uang yang tadinya habis untuk membayar bunga pinjaman kini bisa dialokasikan ke kebutuhan lain, seperti belanja rumah tangga, pendidikan, atau hiburan. 

Kenaikan daya beli ini pada akhirnya akan mendorong sektor perdagangan, kuliner, dan properti ikut bergairah. Aktivitas belanja yang meningkat menciptakan efek domino positif pada perekonomian lokal maupun nasional.

4. Investasi dan Aktivitas Ekonomi Meningkat

Penurunan BI Rate menjadikan simpanan di bank seperti deposito kurang menarik karena bunganya ikut turun. Situasi ini mendorong masyarakat untuk mencari instrumen investasi lain yang lebih menguntungkan, misalnya reksa dana, saham, atau obligasi. 

Perpindahan dana ke sektor produktif ini membuat perputaran ekonomi menjadi lebih cepat dan sehat. Sektor industri dan bisnis yang mendapatkan tambahan modal akan semakin berkembang.

Perpindahan dana ke investasi di pasar modal ini akan mendorong perputaran ekonomi menjadi lebih cepat dan sehat, karena sektor industri dan bisnis yang mendapatkan tambahan modal akan semakin berkembang.

5. Ekonomi Nasional Tumbuh

Ketika pinjaman meningkat, konsumsi naik, dan investasi tumbuh, seluruh komponen ekonomi akan bergerak serentak. Masyarakat diuntungkan karena lapangan kerja terbuka lebih banyak, pendapatan meningkat, dan peluang bisnis baru bermunculan. 

Dalam jangka panjang, kebijakan ini membantu menjaga daya tahan ekonomi nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara merata.

Itulah ulasan mengenai efek turunnya suku bunga acuan atau BI Rate bagi perekonomian masyarakat. Harapannya, penurunan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar kesehatan finansial masyarakat terjaga. 

Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Kamu bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA, yang bisa menganalisis kondisi keuanganmu dalam 3 menit. 

Hasil pemeriksaan FFCU bisa langsung kamu konsultasikan kepada Nyala Trainer melalui layanan konsultasi 1 on 1. Melalui sesi ini, kamu akan dapat insight tentang kesehatan finansialmu, serta strategi keuangan yang tepat diterapkan saat BI Rate turun.

Banyak manfaatnya, kan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Inflasi Naik, Simak Tips Beli Rumah ala Ruang Menyala


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page