Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Penyebab Uang Pesangon Pensiun Cepat Habis Begitu Saja

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 26 Oktober 2025 | 390 dilihat

5 Penyebab Uang Pesangon Pensiun Cepat Habis Begitu Saja

Banyak orang kaget uang pesangon pensiun cepat habis. Kenali 5 penyebab utamanya biar kamu nggak ulangi kesalahan yang sama!

Pensiun adalah masa saat kamu mengakhiri masa kerja setelah bertahun-tahun berkarier. Saat ini usia pensiun bagi pekerja di Indonesia  yang terdaftar dalam program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan adalah 59 tahun. 

Setelah pensiun dan tidak bekerja, kamu berhak mendapatkan pesangon pensiun, baik yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun karyawan swasta.

Jika berprofesi sebagai PNS, maka hak pensiun yang diterima meliputi pensiun pokok, tunjangan pensiun, hingga tunjangan hari tua. 

Uang pensiun pokok PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15/2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7/1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

Menurut PP tersebut, gaji pensiun PNS adalah sebesar 75% dari gaji pokok PNS yang bersangkutan pada saat pensiun. Gaji pokok PNS ditentukan berdasarkan golongan, ruang, dan masa kerja PNS.

PNS yang pensiun karena mencapai batas usia, berhak mendapatkan gaji pensiun seumur hidup. PNS yang pensiun karena alasan lain, seperti meninggal dunia, cacat, atau diberhentikan dengan hormat, berhak mendapatkan gaji pensiun selama 15 tahun. 

Sementara untuk karyawan swasta, pesangon pensiun diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. 

Dalam aturan tersebut, karyawan pensiun berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. Besaran pesangon dihitung berdasarkan masa kerja dan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Komponen uang pesangon karyawan swasta meliputi:

  • Uang Pesangon (UP): Sebesar 1,75 kali upah. 
  • Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK): Sebesar 1 kali upah. 
  • Uang Penggantian Hak (UPH): Meliputi cuti tahunan yang belum diambil, biaya pulang, dan hal lain yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Baca juga: Jangan Lakukan 7 Kesalahan Atur Uang Pesangon PHK Ini

Penyebab Pesangon Pensiun Cepat Habis

Uang pesangon pensiun harus dikelola dengan prinsip aman, terencana, dan produktif. Jangan tergoda untuk langsung menghabiskan untuk hal konsumtif, sehingga kamu bisa menjalani masa pensiun dengan damai.

Namun dalam praktiknya, banyak pensiunan yang nggak sadar uangnya pesangonnya habis begitu saja. Berikut beberapa sebab dan solusinya!

1. Langsung Dibelanjakan Tanpa Perencanaan

Banyak pensiunan merasa euforia setelah menerima uang pensiun dalam jumlah besar. Tanpa sadar, mereka langsung menggunakannya untuk belanja barang mewah, memperbaiki rumah, atau liburan ke luar negeri. 

Solusinya, tahan diri dulu setelah menerima pesangon. Susun rencana keuangan yang realistis, mencatat kebutuhan jangka panjang, dan menentukan alokasi dana secara proporsional.

2. Kebutuhan Hidup dan Dana Investasi Dicampur

Kesalahan lainnya adalah mencampur semua uang pesangon dalam satu rekening tanpa tujuan yang jelas. Akibatnya, dana yang seharusnya bisa dikembangkan malah ikut terpakai untuk kebutuhan harian.

Solusinya, pisahkan rekening untuk kebutuhan rutin, tabungan darurat, dan investasi. Dengan begitu, kamu bisa menjaga arus kas tetap teratur dan mencegah pengeluaran tak terkontrol.

3. Salah Pilih Instrumen Investasi

Beberapa pensiunan ingin uang pesangonnya cepat berkembang, tapi tergiur investasi yang belum dipahami sepenuhnya, seperti saham berisiko tinggi. Akibatnya, dana pensiun yang seharusnya aman malah hilang dalam waktu singkat.

Solusinya, pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko pensiunan, seperti reksa dana pendapatan tetap, deposito, atau obligasi pemerintah. Hindari janji imbal hasil tinggi yang terdengar too good to be true!

Baca juga: 5 Investasi Return Tinggi yang Tetap Sesuai Profil Risiko, Jangan Asal Pilih!

4. Terlalu Dermawan Memberi Uang

Niat membantu memang baik, tapi terlalu sering memberi pinjaman atau menanggung biaya hidup anak dan kerabat bisa bikin keuangan cepat terkuras. 

Dalam banyak kasus, uang pesangon habis bukan karena kebutuhan pribadi, tapi karena beban finansial dari orang lain.

Solusinya, tetapkan batasan finansial dengan tegas. Nggak perlu merasa bersalah untuk berkata “tidak” jika memang bantuan itu bisa mengancam stabilitas keuanganmu sendiri. Prioritaskan kebutuhan pribadimu sebelum membantu orang lain!

5. Tidak Menghitung Ulang Gaya Hidup Setelah Pensiun

Banyak pensiunan yang masih mempertahankan gaya hidup saat masih aktif bekerja. Padahal sudah tidak berpenghasilan bulanan, sementara pengeluaran, bahkan lebih tinggi seiring dengan kebutuhan kesehatan.

Solusinya, sesuaikan gaya hidup dengan kondisi finansial baru. Buat anggaran bulanan realistis yang mengutamakan kebutuhan pokok, dan sisihkan dana untuk hobi atau rekreasi secukupnya agar hidup tetap seimbang tanpa boros.

Pengelolaan uang pesangon pensiun yang tepat akan menunjang kesehatan finansial jangka panjang. Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Caranya sangat mudah, kamu bisa klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan menentukan apa yang harus kamu lakukan terhadap uang pesangon pensiunmu. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page