Properti seperti rumah termasuk dalam kebutuhan pokok yang sangat mendasar bagi manusia. Dengan rumah, kamu bisa terhindar dari panas dan hujan, serta punya tempat untuk beristirahat dan melepas penat.
Namun dalam praktiknya, memiliki rumah dalam artian membeli itu bukan perkara mudah. Harga properti yang terus mengalami kenaikan menjadi kendala banyak orang untuk membelinya.
Pada akhirnya, banyak orang yang memilih untuk sewa ketimbang beli rumah. Apalagi bagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, di mana harga rumah sudah tak terhingga, sewa atau ngontrak tampak menjadi pilihan yang rasional.
Selain soal harga, ada beberapa pertimbangan lain. Misalnya pertimbangan lokasi dan akses yang lebih dekat dengan kantor, sekolah anak, atau fasilitas umum lainnya.
Sebagai contoh, anak muda yang baru meniti karir di Jakarta, akan lebih pilih sewa tempat tinggal baik kos atau kontrak di dekat kantornya. Menurut mereka, sewa lebih realistis ketimbang beli.
Pasalnya, dengan gaji yang dimiliki, mereka mungkin baru bisa membeli rumah yang lokasinya jauh dari kota Jakarta. Sehingga untuk bekerja ke kantor, mereka harus menempuh 2 jam perjalanan, atau 4 jam pulang pergi.
Baca juga: Kenali Cara Take Over KPR, Tidak Hanya Melalui Bank!
Sewa Properti vs Beli
Setiap keputusan itu selalu ada kelebihan dan risikonya. Begitupun keputusan terkait beli atau sewa rumah. Keputusan ini sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan keuangan setiap individu.
Misalnya bagi kamu mungkin kontrak rumah lebih cocok dengan kondisi, tapi bagi orang lain, bisa saja mereka tidak cocok dengan kontrak, dan lebih memilih beli.
Berikut ini perbandingan antara sewa properti dan beli yang bisa kamu jadikan pertimbangan.
1. Fleksibilitas
Keuntungan utama sewa rumah itu adalah fleksibilitas. Kamu bisa pindah dengan lebih mudah jika ada perubahan pekerjaan, lingkungan, atau kebutuhan keluarga.
Misalnya, kalau tempat kerja pindah ke kota lain, kamu tinggal akhiri kontrak sewa. Kekurangannya, kamu tidak punya kontrol penuh atas perpanjangan kontrak dan bisa saja sewaktu-waktu pemilik rumah tidak memperpanjang sewa atau menaikkan harga.
Sementara kalau beli, kamu menetap lebih lama dan punya kontrol penuh atas rumah itu. Namun fleksibilitas pindah jadi lebih sulit. Proses jual rumah itu butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit.
2. Beban Finansial Bulanan
Biaya sewa biasanya tetap selama masa kontrak dan relatif lebih ringan daripada cicilan rumah. Kamu juga tidak terbebani biaya perawatan besar seperti perbaikan atap atau instalasi listrik. Namun, uang sewa habis begitu saja tanpa jadi aset.
Sementara beli rumah, cicilan bisa lebih besar dari biaya sewa, dan kamu harus menanggung semua biaya perawatan. Namun uang ini membentuk kepemilikan aset yang nilainya cenderung naik di masa depan.
Baca juga: Apa Benar Orang Tidak Punya Rumah Berarti Miskin?
3. Nilai Aset dan Investasi
Rumah yang disewa bukan milik kamu, jadi tidak ada potensi kenaikan nilai properti atau investasi. Setelah bertahun-tahun menyewa, kamu tetap tidak punya aset fisik.
Sedangkan rumah adalah aset yang nilainya cenderung meningkat, apalagi di lokasi strategis. Selain bisa ditempati, rumah juga bisa disewakan untuk penghasilan tambahan. Tapi, risikonya adalah harga rumah bisa turun kalau lokasi kurang berkembang.
4. Biaya Awal dan Jangka Panjang
Biaya awal sewa rumah lebih ringan, biasanya hanya uang muka sewa dan deposit. Cocok buat kamu yang belum punya cukup tabungan untuk DP rumah.
Adapun biaya awal beli sangat besar, seperti DP rumah, biaya notaris, pajak, dan cicilan KPR. Namun, setelah lunas, kamu tidak lagi terbebani cicilan dan tinggal di rumah sendiri.
Secara finansial jangka panjang, membeli rumah lebih cuan karena cicilan yang kamu bayarkan membentuk aset milik sendiri yang nilainya bisa terus naik. Rumah bisa jadi investasi, warisan, atau sumber penghasilan pasif jika disewakan.
Namun kalau bicara jangka pendek atau fleksibilitas hidup, sewa rumah lebih ringan di biaya awal dan cocok buat yang mobilitasnya tinggi atau belum siap komitmen finansial besar.
Baca juga: KPR Cicilan Ringan: Tips dan Trik agar Cepat Lunas
Menyiapkan Uang Beli Rumah
Semua orang pasti ingin punya rumah sendiri, meski saat ini masih sewa. Hal ini sejalan dengan keuntungan jangka panjang yang ditawarkan dari memiliki rumah.
Meski beli rumah perlu dana yang besar, kamu tetap bisa menyiapkannya secara perlahan. Berikut beberapa cara menyiapkan uang untuk beli rumah yang bisa kamu terapkan!
1. Tentukan Target Dana & Buat Rencana
Langkah pertama adalah menentukan berapa besar dana yang dibutuhkan. Hitung uang muka (DP), biaya notaris, pajak, dan biaya-biaya lain seperti asuransi rumah atau renovasi awal.
Setelah itu, buat rencana tabungan khusus. Sisihkan sebagian penghasilan secara rutin ke dalam rekening terpisah yang memang hanya untuk keperluan beli rumah.
Misalnya, kalau DP rumah sekitar Rp150 Juta dan target 3 tahun, minimal kamu harus menabung sekitar Rp4-5 Juta per bulan. Rencana yang terukur bikin kamu lebih disiplin dan fokus.
2. Optimalkan Investasi Jangka Menengah
Nabung memang baik, tapi pertumbuhan uang bisa jadi kalah dengan kenaikan harga rumah tiap tahun. Oleh karena itu, pertimbangkan investasi dengan profil risiko moderat seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, atau obligasi.
Pilih instrumen yang sesuai dengan target waktu dan profil risiko. Jangan lupa, investasi untuk DP rumah sebaiknya dipilih yang fluktuasinya tidak terlalu tinggi, karena target waktunya menengah (sekitar 3-5 tahun).
3. Tambah Penghasilan
Jika mengandalkan gaji saja masih berat, cari peluang tambahan penghasilan. Bisa dari pekerjaan sampingan, monetisasi hobi, atau investasi yang menghasilkan passive income seperti dividen saham atau sewa properti kecil-kecilan.
Itulah ulasan tentang perbandingan antara sewa properti dan beli, beserta tips ampuh mengumpulkan uang untuk beli rumah di masa depan.
Selain membuat ringan, perencanaan keuangan yang tepat juga akan memastikan finansialmu tetap sehat. Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kamu bisa cek sekarang melalui tautan ini!
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?
Baca juga: Bolehkah Mencicil KPR Bareng Pacar? Begini Kata Perencana Keuangan