Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Pertumbuhan Ekonomi: Teori, Faktor, dan Implikasinya

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 10 Desember 2024 | 779 dilihat

Pertumbuhan Ekonomi: Teori, Faktor, dan Implikasinya

Ingin tahu apa yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara? Pelajari berbagai teori pertumbuhan ekonomi yang populer!

Kemakmuran dan kesejahteraan negara ditentukan oleh seberapa tinggi pertumbuhan ekonominya. Negara yang ekonominya tumbuh, maka secara otomatis kesejahteraan masyarakatnya pun akan terjamin. 

Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses dari perubahan kondisi perekonomian yang terjadi di suatu negara secara berkesinambungan untuk menuju keadaan yang dinilai lebih baik selama jangka waktu tertentu.

Baca juga: Cara Menghitung Dana Darurat yang Ideal, Ini Simulasinya!

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu keadaan di mana terjadi kenaikan PDB suatu negara tanpa memandang apakah kenaikan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk. 

Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada suatu negara atau daerah dalam jangka panjang. Kenaikan PDB akan lebih besar daripada tingkat pertumbuhan penduduk. 

Sehingga dapat disimpulkan pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang bertujuan untuk menaikan PDB suatu negara atau daerah melebihi tingkat pertumbuhan penduduk.

Dalam ilmu ekonomi, ada beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi menurut para ahli. Berikut beberapa di antaranya. 

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith dan David Ricardo. Menurut mereka, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu jumlah penduduk, persediaan barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, dan penerapan teknologi. 

Dari keempat faktor tersebut mereka menitikberatkan teori pada pertambahan penduduk dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan asumsi faktor luas tanah dan penerapan teknologi adalah tetap.

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Schumpeter

Dalam teori ini peranan pengusaha atau wirausahawan sangat penting dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. 

Pengusaha akan terus menerus melakukan inovasi untuk mendapatkan hal-hal baru yang berguna bagi usahanya dan dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh. 

Bentuk inovasi yang dapat dilakukan oleh pengusaha yaitu dengan mencari lokasi pasar baru, meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi dan mencari sumber bahan mentah. 

3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

Teori ini diklasifikasikan ke dalam beberapa sub teori lain. Pertama pendapat Harrod-Domar, yang mengemukakan tentang instability theorem

Menurutnya dalam proses pertumbuhan melekat secara inheren ketidakstabilan yang sewaktu-waktu dapat mengganggu kondisi ekuilibrium. 

Konsekuensi dari instability theorem adalah diperlukannya intervensi kebijaksanaan negara untuk menanggulangi gangguan ketidakstabilan yang melekat dalam pertumbuhan itu sendiri. 

Analisis Domar berpangkal pada berlakunya asas investment multiplier sedangkan pada analisis Harrod lebih menonjolkan peran asas acceleration

Lalu ada pula pendapat Abramovitz Solow. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi bergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi . 

Berdasarkan teori ini ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu pertumbuhan modal, pertumbuhan penduduk, dan pertumbuhan teknologi. 

Dari ketiga faktor tersebut faktor pertumbuhan teknologi dianggap sebagai faktor paling menentukan pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga:  Apakah Investasi Tanah Menguntungkan saat Inflasi?

Implikasi Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat berpengaruh pada kesejahteraan dan terpenuhinya hajat hidup masyarakat. Ketika ekonomi tumbuh positif, masyarakat pun akan sejahtera. 

Sebaliknya, ekonomi yang tumbuh negatif memaksa masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.  Berikut ini beberapa tips keuangan yang bisa kamu terapkan ketika pertumbuhan ekonomi kurang baik. 

1. Diversifikasi Investasi

Dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lesu, diversifikasi aset sangat penting. Dengan menempatkan dana pada berbagai jenis investasi seperti saham, obligasi, emas, atau properti, kamu bisa melindungi aset dari fluktuasi ekonomi.  

Saat situasi ekonomi buruk, aset seperti emas dan properti cenderung mempertahankan nilainya. Selain itu, obligasi pemerintah yang aman bisa lebih menguntungkan karena harganya bisa naik. 

Menentukan investasi yang tepat merupakan bagian dari strategi sukses berinvestasi. Bagian dari strategi lainnya adalah menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing. 

Profil risiko investasi adalah indikator untuk mengetahui tingkat toleransi individu terhadap suatu risiko. Salah satunya yaitu potensi mengalami kerugian akibat adanya fluktuasi instrumen saham pada pasar modal.

Untuk lebih mudahnya, kamu bisa berinvestasi melalui aplikasi OCBC Mobile. Di sana ada banyak pilihan produk investasi, seperti Tabungan Emas, Obligasi Deposito, hingga Reksa Dana. 

Menariknya lagi, investasi di OCBC Mobile juga dilengkapi dengan survei profil risiko. Artinya, kamu bisa mengetahui profil risiko sebelum berinvestasi, dan mendapat saran produk yang sesuai dengan profil risiko tersebut. 

2. Mengatur Anggaran Secara Ketat 

Untuk menghadapi ekonomi yang buruk, fokuslah pada pengendalian pengeluaran. Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan tempat tinggal. Ketika harga barang naik, pengeluaran yang tidak esensial harus dikurangi. 

Kemudian, kamu perlu waspada dengan penurunan harga yang bisa memicu penundaan konsumsi. Mengatur anggaran dengan cermat dan disiplin dalam pengeluaran adalah kunci untuk menjaga stabilitas finansial.

3. Punya Dana Darurat

Memiliki dana darurat yang cukup akan membantumu menghadapi berbagai situasi ekonomi, termasuk ketika pertumbuhannya lesu. Dengan dana darurat, kamu bisa memenuhi kebutuhan darurat tanpa harus berutang. 

4. Hindari Utang Berbunga Tinggi

Pada masa ekonomi yang buruk seperti inflasi, suku bunga cenderung naik, sehingga utang dengan bunga tinggi, seperti kartu kredit, bisa menjadi beban besar. Sebaiknya hindari utang berbunga tinggi, atau jika sudah memiliki utang, fokuslah pada melunasinya. 

Di sisi lain, dalam situasi deflasi, nilai riil utang akan meningkat, membuat utang lebih mahal untuk dilunasi. Oleh karena itu, menjaga kewajiban utang tetap rendah atau melunasi utang lebih awal sangat penting.

Itulah ulasan mengenai teori pertumbuhan ekonomi, serta bagaimana mengantisipasinya agar keuangan dan finansial selalu dalam kondisi sehat.

Saat ini, kamu bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! 

Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Inflasi Naik, Simak Tips Beli Rumah ala Ruang Menyala


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page