Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Mengatur Keuangan Keluarga Tugas Suami atau Istri? Ini Jawabannya!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 30 Mei 2025 | 3K dilihat

Mengatur Keuangan Keluarga Tugas Suami atau Istri? Ini Jawabannya!

Mengatur keuangan keluarga sebaik mungkin itu sangat penting. Pasalnya, keuangan yang diatur dengan baik akan mempermudah dalam mewujudkan tujuan keuangan keluarga. 

Tujuan keuangan itu ada berbagai macam. Contohnya, punya dana pendidikan anak, dana cadangan untuk liburan keluarga, menambah aset seperti properti atau kendaraan, dan sebagainya. 

Pertanyaannya, siapa yang lebih berhak mengambil peran mengatur keuangan keluarga? Suami atau istri, atau malah keduanya secara bersamaan? 

Baca juga: Tips Atur Pengeluaran Saat Liburan Agar Kantong Nggak Bolong

Mengatur Keuangan Keluarga Tugas Siapa?

Sebagian orang menganggap peran ini sebaiknya dilakukan oleh laki-laki atau suami. Mereka beranggapan, suami lebih cakap dalam mengatur uang, di samping mereka juga bertanggung jawab mencari nafkah. 

Namun, sebagian orang lain beranggapan mengatur uang itu tugas istri. Tak heran banyak pasangan yang membagi tugas, suami mencari uang, setelah dapat langsung diserahkan kepada istri untuk diatur. 

Sebenarnya tidak ada yang salah dari dua ilustrasi di atas. Hal ini lantaran tidak ada aturan baku tentang siapa yang harus bertugas mengatur uang keluarga. 

Tujuan dari mengatur keuangan itu adalah agar finansial keluarga sehat, punya tabungan, dana darurat, dan tujuan keuangan terwujud. Selama tujuan ini on the track, siapapun yang mengatur uang, maka sah. 

Di sinilah pentingnya berbicara tentang keuangan sebelum menikah. Tujuannya agar saling tahu bagaimana cara masing-masing dalam mengelola uang, berapa jumlah penghasilan, punya utang atau tidak, dan sebagainya. 

Baca juga: 7 Perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional

Ciri Keuangan Keluarga Sehat

Seperti yang disebutkan di atas, tujuan akhir dari pengelolaan keuangan keluarga adalah agar finansial dalam kondisi sehat. Lalu bagaimana ciri-ciri keuangan keluarga yang sehat? Berikut daftarnya!

1. Pengeluaran Lebih Kecil dari Pemasukan

Keuangan keluarga yang sehat itu ditandai ketika pengeluaran bulanan lebih kecil atau setidaknya sama dengan pendapatan.

Artinya, keluarga nggak menghabiskan lebih banyak uang daripada yang dihasilkan, sehingga bisa menghindari utang yang tidak perlu dan bisa menabung untuk masa depan. 

Ketika pengeluaran dikendalikan dengan baik, keluarga akan memiliki cukup uang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, membayar tagihan tepat waktu, dan masih bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk investasi.

2. Punya Rencana Keuangan Jangka Panjang

Adanya rencana keuangan jangka panjang yang jelas, termasuk perencanaan untuk pendidikan anak, pensiun, dan investasi masa depan, juga merupakan tanda sehatnya keuangan keluarga.

Dengan rencana yang baik, kamu bisa mengatur pengeluaran dan investasi sedemikian rupa sehingga tujuan jangka panjang dapat tercapai tanpa mengorbankan kebutuhan saat ini. 

3. Dana Darurat Tersedia

Kesehatan keuangan keluarga bisa dilihat dari adanya dana darurat yang cukup. Dana darurat adalah tabungan yang dialokasikan khusus untuk menutupi pengeluaran tak terduga.

Idealnya, dana darurat ini nilainya setara dengan 6-12 bulan pengeluaran rumah tangga. Artinya jika pengeluaran per bulan adalah Rp10 Juta, maka dana darurat keluarga yang diperlukan adalah Rp60-120 Juta.  

Dengan dana darurat yang cukup, keluarga nggak perlu khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan keuangan keluarga tetap bisa stabil meski menghadapi situasi darurat.

4. Punya Aset Investasi

Menabung saja terkadang tidak cukup. Untuk itu sangat perlu bagi keluarga memiliki aset investasi, lebih-lebih jika portofolionya terdiversifikasi ke dalam beberapa jenis aset. 

Dengan memiliki portofolio investasi yang beragam, keluarga tidak terlalu bergantung pada satu jenis aset saja, sehingga risiko kerugian besar bisa diminimalkan. 

5. Punya Perlindungan

Dana darurat memang cukup untuk menutup keperluan yang tidak direncanakan, tetapi punya perlindungan seperti asuransi merupakan hal yang positif lainnya. 

Asuransi memberikan perlindungan terhadap risiko keuangan yang tidak terduga, seperti sakit atau kecelakaan. 

Dengan asuransi, keluarga tidak perlu khawatir akan biaya besar yang bisa mengganggu stabilitas keuangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Gimana? Daripada sibuk cari tahu siapa yang berhak mengatur keuangan keluarga, lebih baik cek lagi apakah ciri-ciri keuangan yang sehat di atas sudah ada dalam rumah tangga kalian?

Jika belum, sebaiknya kamu dan pasangan segera mengatur keuangan dan mewujudkan finansial keluarga yang sehat dengan ikuti langkah-langkah berikut:

  • Kenali kebiasaan finansial keluarga;
  • Susun anggaran keluarga;
  • Meminimalisir utang, terutama yang berbunga tinggi;
  • Tingkatkan pendapatan, dengan mencari penghasilan tambahan;
  • Perbanyak tabungan dan investasi dari sekadar pengeluaran;
  • Persiapkan finansial untuk kondisi darurat;
  • Punya perencanaan tabungan dan investasi.

Ingin tahu seberapa sehat finansial keluargamu saat ini? Kini kamu bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1

Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!

Baca juga: 10 Daftar Orang Terkaya di Dunia Versi Forbes, Siapa Saja?


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page