Yuk cari tahu alasan mengapa perusahaan pecat karyawan mereka yang Gen Z! Dapatkan juga tips menghadapi karyawan Gen Z yang ampuh!
Gen Z dikenal memiliki karakter yang unik dan terkadang susah dipahami. Rupanya, karakter tersebut dibawa ke lingkup profesional di kantor, sehingga membuat teman kerja atau atasan kewalahan menghadapi mereka.
Terbukti, banyak perusahaan yang memutuskan buat memecat karyawan Gen Z yang lahir tahun 1997-2010. Melansir Euronews, ada sebuah studi yang melibatkan 1.000 manager yang punya pengalaman kerja bersama karyawan usia 20an.
Hasil studi itu mengungkapkan bahwa satu dari enam orang manager mengaku tidak mau mempekerjakan Gen Z. Alasannya karena reputasi generasi ini yang kurang baik.
Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dari HP, Cocok buat Gen Z
Alasan Perusahaan Pecat Karyawan Gen Z
Dalam studi itu, seorang manager menyebutkan para Gen Z kurang pengalaman dan bekal soft skill maupun hard skill.
Ada pula yang mengeluhkan mereka kesulitan mengatur beban kerja, sering telat, dan tidak bisa berpakaian dan berbicara yang lebih profesional.
Berikut ini beberapa alasan perusahaan memberhentikan karyawan Gen Z menurut studi tersebut.
1. Kurang Motivasi dan Inisiatif dalam Bekerja (50%)
Sikap pasif di tempat kerja menjadi alasan utama mengapa Gen Z sering kehilangan pekerjaan.
Banyak perusahaan mengharapkan karyawan muda untuk menunjukkan antusiasme, rasa ingin tahu, dan inisiatif dalam menyelesaikan tugas.
Namun, sebagian Gen Z dinilai terlalu bergantung pada arahan tanpa mengambil langkah proaktif.
2. Kurang Profesional (46%)
Kurangnya profesionalisme menjadi kendala lain. Hal ini bisa berupa cara berpakaian yang tidak sesuai, sikap santai yang berlebihan, atau kurangnya kemampuan untuk memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.
Sebagai contoh, datang terlambat ke rapat, bermain ponsel saat jam kerja, atau kurang menjaga etika komunikasi dengan kolega.
3. Kurang Kemampuan Organisasi (42%)
Kemampuan mengatur waktu, tugas, dan prioritas sangat penting di dunia kerja. Namun, sebagian Gen Z masih kesulitan mengelola pekerjaan mereka dengan baik.
Hal ini membuat mereka tampak tidak bisa diandalkan, terutama ketika pekerjaan membutuhkan struktur dan jadwal yang jelas.
Baca juga: Soft Saving ala Gen Z, Kelebihan dan Kekurangan
4. Kurang Kemampuan Komunikasi (39%)
Komunikasi yang efektif adalah kunci keberhasilan di lingkungan kerja. Namun, Gen Z dinilai kurang mampu menyampaikan ide, memberikan laporan yang jelas, atau berkomunikasi secara profesional dengan kolega dan klien.
Dalam beberapa kasus, mereka lebih nyaman berkomunikasi melalui pesan singkat daripada berbicara langsung, yang kadang menyebabkan miskomunikasi.
5. Kurang Bisa Menanggapi Feedback (38%)
Menerima kritik atau umpan balik secara konstruktif adalah tantangan bagi sebagian Gen Z. Mereka merasa tersinggung atau defensif ketika mendapatkan masukan dari atasan atau rekan kerja.
Ketidakmampuan ini membuat mereka sulit berkembang dan memperbaiki kesalahan, yang pada akhirnya berdampak negatif pada kinerja mereka.
6. Kurang Pengalaman Kerja yang Relevan (38%)
Sebagai generasi yang baru memasuki dunia kerja, Gen Z sering menghadapi keterbatasan pengalaman kerja.
Tanpa latar belakang yang relevan, mereka terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan pekerjaan atau tidak dapat memenuhi ekspektasi perusahaan sejak awal.
Hal ini membuat beberapa perusahaan merasa lebih sulit untuk melatih mereka dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Baca juga: Financial Planning untuk Gen Z yang Punya Prinsip Yolo, Fomo, dan Fopo
Menghadapi Karyawan Gen Z
Memang tidak semua Gen Z seperti yang digambarkan di atas. Namun, jika kamu pengusaha dan punya karyawan Gen Z, maka perlu menerapkan beberapa tips berikut dalam menghadapi mereka.
1. Berikan Keleluasaan
Gen Z tumbuh dalam era digital yang serba cepat dan fleksibel. Mereka akan sangat menghargai kebebasan dan fleksibilitas di tempat kerja.
Misalnya, mereka lebih suka memiliki pilihan bekerja dari rumah atau menentukan jam kerja sendiri dibandingkan harus mengikuti pola kerja 9-to-5 yang tradisional.
Jika memungkinkan, memberikan kebebasan untuk mengatur waktu dan tempat kerja dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan mereka.
2. Beri Tugas yang Menantang
Bagi karyawan Gen Z, pekerjaan bukan hanya tentang gaji, tetapi juga tentang bagaimana mereka bisa membuat perubahan atau dampak. Mereka cenderung menghindari pekerjaan yang sifatnya monoton tanpa tantangan.
Memberikan proyek yang menarik dan menantang, atau yang memiliki kontribusi sosial, akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaan.
Sebagai contoh, mereka akan lebih semangat jika tahu bahwa proyek yang sedang dikerjakan berdampak positif pada perusahaan atau bahkan pada sosial kemasyarakatan.
3. Optimalkan Teknologi
Gen Z adalah generasi yang sejak lahir sudah terpapar teknologi. Mereka mahir menggunakan perangkat digital, aplikasi, dan platform online untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan efisien.
Menyediakan alat bantu kerja seperti software manajemen proyek, aplikasi komunikasi digital, atau platform berbasis cloud memungkinkan mereka bekerja lebih nyaman dan produktif.
Selain itu, menggunakan teknologi juga dapat mengurangi birokrasi yang tidak perlu dan memudahkan proses kolaborasi, yang akan mereka apresiasi.
Baca juga: Ini 7 Kesalahan Keuangan Gen Z yang Tidak Boleh Dilakukan
4. Libatkan dalam Pengambilan Keputusan
Gen Z ingin merasa bahwa mereka didengar dan punya pengaruh di tempat kerja. Mereka menghargai lingkungan kerja yang inklusif di mana ide-ide mereka dianggap penting.
Melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan atau meminta masukan dari mereka bisa menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat dengan perusahaan.
Misalnya, ketika ada proyek baru atau perubahan kebijakan, meminta pendapat mereka atau mengundang mereka dalam diskusi memberikan mereka rasa memiliki yang lebih besar.
5. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman
Generasi Z sangat menghargai keberagaman dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.
Mereka mencari lingkungan kerja yang inklusif, di mana setiap orang dapat menjadi diri mereka sendiri tanpa harus mengikuti standar tertentu yang terlalu kaku.
Menciptakan tempat kerja yang menghargai perbedaan, baik itu perbedaan gender, ras, atau latar belakang sosial, akan membuat mereka merasa diterima dan lebih bersemangat bekerja.
Nah bagi Tim HR kantor yang ingin belajar memahami karyawan, termasuk memberikan pembekalan soal finansial untuk karyawan, bisa banget nih ikutan program MeNYALA Goes To Office dari Ruang meNYALA.
MeNYALA Goes To Office (MGTO) adalah program dari Ruang MeNyala yang mengajak kantor kamu untuk berkolaborasi membuat aktivitas yang seru dan fun dengan membahas berbagai topik finansial secara ringan, terkini, dan berbobot.
Melalui program ini, kantormu akan mendapatkan beberapa benefit, antara lain pembicara profesional dari OCBC, Sesi 1-on-1 Konsultasi Finansial dengan Financial Planner bersertifikasi gratis, serta Financial Check Up gratis.
Syarat dan cara mengikuti program ini juga sangat mudah, yaitu:
- Buka link pendaftaran ini; lakukan pendaftaran selaku PIC kantor
- Klik “Daftar”, lalu lengkapi data kantor, termasuk data diri karyawan;
- Minimum karyawan yang bisa mengikuti program adalah 50 orang;
- Kantor harus berada di wilayah Jabodetabek;
- Karyawan peserta harus bersedia menjadi member Ruang meNYALA.
Kantor yang terpilih akan dihubungi oleh tim Ruang meNYALA melalui nomor berikut: 0852-8157-8178.
Selain program kolaborasi, Ruang meNYALA juga menyediakan fasilitas bagi masyarakat yang ingin memeriksa kesehatan finansial melalui program Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!