Pelajari ragam karakteristik Gen Z dalam dunia kerja, baik dalam bisnis maupun bekerja. Dapatkan tips ampuh dalam menghadapi Gen Z dan meningkatkan potensi mereka.
Generasi Z atau Gen Z yang lahir pada tahun 1995 sampai 2009 sudah memasuki dunia kerja. Mereka sudah ada yang punya bisnis sendiri atau bekerja sebagai staf di perusahaan.
Banyak orang yang membicarakan karakteristik Gen Z. Mereka dianggap punya karakter yang unik, tetapi sering kali tidak dipahami dengan baik oleh rekan atau atasan yang lebih tua.
Alhasil, Gen Z dicitrakan sebagai generasi yang buruk dan tidak punya attitude dalam bekerja. Padahal, Gen Z membawa energi yang kuat dengan potensi yang besar.
Untuk itu, sangat penting bagi seorang manajer atau atasan untuk paham bagaimana Gen Z bekerja, untuk memunculkan potensi besar dalam diri mereka.
Baca juga: Financial Planning untuk Gen Z yang Punya Prinsip Yolo, Fomo, dan Fopo
Karakteristik Gen Z dalam Bekerja
Berikut ini adalah beberapa karakter Gen Z dalam bekerja, sebagaimana dilansir dari Colin James Method.
1. Paham Teknologi
Gen Z dikenal sebagai generasi yang melek dan paham teknologi. Hal ini sangat wajar, karena Gen Z lahir dalam kondisi teknologi yang mulai berkembang.
Mereka tidak seperti generasi di atasnya, yaitu Boomers dan Milenial, yang harus bermigrasi dan belajar teknologi ketika sudah dewasa. Gen Z lahir bersama dengan teknologi itu sendiri.
Tak heran jika Gen Z selalu ingin tahu dan ingin mencoba hal-hal baru terkait teknologi dan digitalisasi. Punya karyawan Gen Z dengan karakter ini merupakan aset yang berharga bagi perusahaan!
2. Kurang Suka Aturan Mengikat
Boomers dan Millenials terbiasa dengan pola kerja yang penuh aturan, seperti cara berpakaian, jam kerja, hingga tempat kerja yang harus di kantor. Nah ini sangat bertolak belakang dengan Gen Z!
Gen Z justru kurang suka dengan aturan yang terlalu mengikat. Mereka lebih suka eksplorasi diri dalam bekerja. Bebas dalam berpakaian hingga sistem work from anywhere (WFA) akan sangat disukai oleh Gen Z.
Ketika Gen Z diberi keleluasaan terkait aturan, mereka akan bekerja secara maksimal. Berkaitan dengan karakter pertama, mereka bisa sangat mahir menggunakan alat-alat digital untuk bekerja dan berkoordinasi dengan tim.
3. Mengedepankan Data
Karena melek teknologi, Gen Z cenderung lebih mengedepankan data dan fakta ketimbang insight dan storytelling. Hal ini wajar, mengingat mereka lahir bersamaan dengan istilah “Big Data”.
Di satu sisi, karakter ini memang sangat diperlukan dalam tim. Namun di sisi lain juga ada kekurangan. Mereka jadi kurang memahami apa yang diperoleh dari data itu, dan kurang bisa menyampaikannya kepada orang lain.
4. Berorientasi pada Tujuan
Gen Z cenderung memilih bekerja di perusahaan yang sesuai dengan nilai pribadi mereka, seperti keberlanjutan, inklusivitas, atau tanggung jawab sosial.
Mereka ingin pekerjaan mereka memiliki dampak positif, baik untuk komunitas maupun lingkungan, dan sering mencari makna di balik tugas yang mereka lakukan.
Baca juga: 8 Cara Menabung 50 Juta dalam Setahun, Begini Tips Mudahnya!
5. Kompetitif
Gen Z sangat kompetitif. Maka mereka akan sangat menghargai adanya kesempatan untuk belajar dan berkembang di tempat kerja.
Mereka mencari pelatihan, mentoring, atau program pengembangan keterampilan yang dapat membantu mereka mencapai tujuan karier.
Gen Z juga suka mencoba hal baru dan sering kali tidak segan berpindah pekerjaan jika merasa tidak ada lagi peluang untuk berkembang.
6. Soft Saving
Dalam hal keuangan, Gen Z memunculkan tren baru yaitu soft saving, yaitu metode menabung ala Gen Z yang santai dan fleksibel.
Artinya, Gen Z lebih memfokuskan alokasi keuangan untuk pengembangan diri dan kesehatan ketimbang mengkhawatirkan keuangan di masa depan.
Soft Saving ini di satu sisi sangat baik dalam rangka menjaga keseimbangan dan menumbuhkan kebiasaan menabung. Namun di sisi lain, soft saving belum tentu cocok bagi semua Gen Z.
Salah satunya berkaitan dengan tujuan finansial di masa depan. Dengan soft saving, Gen Z memerlukan waktu lebih lama untuk mewujudkan semua keinginannya.
Menerapkan soft saving yang mengedepankan pemenuhan gaya hidup berpotensi membuat Gen Z hidup dari gaji ke gaji tanpa tabungan yang berarti. Pada akhirnya, Gen Z tidak memiliki dana darurat yang cukup sebagai pengaman ketika terjadi masalah di kemudian hari.
Lalu apakah soft saving merupakan metode yang negatif? Tentu tidak. Namun lebih baik lagi jika Gen Z bisa menyeimbangkan pengeluaran antara pemenuhan gaya hidup dan menabung untuk masa depan.
Belum lagi fakta bahwa kesehatan finansial sangat berpengaruh terhadap mental. Jika karyawan Gen Z sehat secara finansial, maka mental mereka akan sehat dan pekerjaan serta potensi mereka akan maksimal.
Untuk itu, sangat penting bagi perusahaan memberikan bekal literasi keuangan bagi karyawan, terutama Gen Z. Untungnya, Ruang meNYALA punya program bernama MeNYALA Goes To Office yang bisa dimanfaatkan Tim HR Perusahaan!
MeNYALA Goes To Office (MGTO) adalah program dari Ruang MeNyala yang mengajak kantor kamu untuk berkolaborasi membuat aktivitas yang seru dan fun dengan membahas berbagai topik finansial secara ringan, terkini, dan berbobot.
Melalui program ini, kantormu akan mendapatkan beberapa benefit, antara lain pembicara profesional dari OCBC, Sesi 1-on-1 Konsultasi Finansial dengan Financial Planner bersertifikasi gratis, serta Financial Check Up gratis.
Syarat dan cara mengikuti program ini juga sangat mudah, yaitu:
- Buka link pendaftaran ini; lakukan pendaftaran selaku PIC kantor
- Klik “Daftar”, lalu lengkapi data kantor, termasuk data diri karyawan;
- Minimum karyawan yang bisa mengikuti program adalah 50 orang;
- Kantor harus berada di wilayah Jabodetabek;
- Karyawan peserta harus bersedia menjadi member Ruang meNYALA.
Kantor yang terpilih akan dihubungi oleh tim Ruang meNYALA melalui nomor berikut: 0852-8157-8178.
Selain program kolaborasi, Ruang meNYALA juga menyediakan fasilitas bagi masyarakat yang ingin memeriksa kesehatan finansial melalui program Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Ini 7 Kesalahan Keuangan Gen Z yang Tidak Boleh Dilakukan