Bandingkan keuntungan dan kekurangan menyewa rumah vs membeli rumah. Temukan pilihan terbaik sesuai kondisi keuangan dan gaya hidup kamu!
Punya rumah itu impian semua orang. Namun fakta bahwa harga rumah cukup tinggi membuat banyak orang, terutama kelas menengah ke bawah terpaksa mengurungkan keinginan membeli rumah dan memilih untuk sewa.
Memang benar, bahwa selain soal harga, ada beberapa pertimbangan lain orang pilih menyewa. Misalnya pertimbangan lokasi dan akses yang lebih dekat dengan kantor, sekolah anak, atau fasilitas umum lainnya.
Namun jika dipertimbangkan keduanya, mana sih lebih baik antara sewa dan beli rumah? Yuk cek perbandingan lengkapnya!
Baca juga: Kenali Cara Take Over KPR, Tidak Hanya Melalui Bank!
Perbandingan Sewa dan Beli Rumah
Keputusan menyewa atau membeli rumah punya kelebihan dan risikonya masing-masing. Mana yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan setiap orang
Misalnya bagi kamu mungkin kontrak rumah lebih cocok dengan kondisi, tapi bagi orang lain, bisa saja mereka tidak cocok dengan kontrak, dan lebih memilih beli.
Berikut ini perbandingan antara sewa rumah dan beli yang bisa kamu jadikan pertimbangan.
1. Fleksibilitas Tempat Tinggal
Menyewa rumah memberi kamu fleksibilitas lebih untuk pindah sesuai kebutuhan kerja, pendidikan anak, atau perubahan gaya hidup. Opsi ini cocok untuk kamu yang masih dinamis dan belum ingin terikat di satu lokasi.
Sebaliknya membeli rumah lebih permanen, sehingga cocok untuk kamu yang sudah yakin dengan area tempat tinggal dan ingin stabil dalam jangka panjang.
2. Dampak terhadap Arus Kas Bulanan
Sewa rumah memerlukan dana awal yang lebih ringan dan pengeluaran bulanan yang relatif lebih terprediksi. Ini membantu menjaga cash flow tetap longgar untuk kebutuhan lain seperti tabungan dan investasi.
Membeli rumah biasanya melibatkan cicilan KPR, uang muka, serta biaya tambahan lain yang membuat beban bulanan lebih besar, tapi seiring waktu cicilan tersebut membangun aset milik sendiri.
3. Kepemilikan Aset dan Nilai Jangka Panjang
Membeli rumah memberikan keuntungan berupa aset yang nilainya berpotensi meningkat seiring waktu. Rumah juga bisa menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang atau warisan keluarga.
Di sisi lain, sewa rumah tidak menghasilkan aset, tetapi memberi keleluasaan untuk mengalokasikan dana ke instrumen lain seperti investasi yang lebih likuid.
3. Biaya Tambahan dan Tanggung Jawab
Penyewa tidak dibebani biaya perawatan, pajak properti, atau renovasi rumah karena menjadi tanggung jawab pemilik. Ini membuat pengeluaran lebih terkendali.
Sementara kamu sebagai pemilik rumah perlu siap dengan biaya perawatan, asuransi, dan pajak, namun sebagai imbalannya kamu memiliki kendali penuh atas hunian tersebut.
4. Kesiapan Finansial dan Tujuan Hidup
Sewa rumah lebih ideal untuk kamu yang masih membangun karier, menyiapkan dana darurat, atau menguji kemampuan finansial sebelum mengambil komitmen besar.
Membeli rumah lebih tepat untuk kamu yang sudah memiliki penghasilan stabil, tujuan jangka panjang yang jelas, dan kesiapan menghadapi komitmen keuangan bertahun-tahun.
Baca juga: KPR Cicilan Ringan: Tips dan Trik agar Cepat Lunas
Menyiapkan Dana Beli Rumah
Jika saat ini kamu masih menyewa, jangan berkecil hati! Nggak ada salahnya kok dengan sewa rumah. Namun jika keinginan punya rumah sendiri masih besar, ada baiknya kamu mulai menyiapkan dananya.
Meski beli rumah perlu dana yang besar, kamu tetap bisa menyiapkannya secara perlahan. Berikut beberapa cara menyiapkan uang untuk beli rumah yang bisa kamu terapkan!
1. Tentukan Target Dana & Buat Rencana
Langkah pertama adalah menentukan berapa besar dana yang dibutuhkan. Hitung uang muka (DP), biaya notaris, pajak, dan biaya-biaya lain seperti asuransi rumah atau renovasi awal.
Setelah itu, buat rencana tabungan khusus. Sisihkan sebagian penghasilan secara rutin ke dalam rekening terpisah yang memang hanya untuk keperluan beli rumah.
Misalnya, kalau DP rumah sekitar Rp150 Juta dan target 3 tahun, minimal kamu harus menabung sekitar Rp4-5 Juta per bulan. Rencana yang terukur bikin kamu lebih disiplin dan fokus.
2. Optimalkan Investasi Jangka Menengah
Nabung memang baik, tapi pertumbuhan uang bisa jadi kalah dengan kenaikan harga rumah tiap tahun. Oleh karena itu, pertimbangkan investasi dengan profil risiko moderat seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, atau obligasi.
Pilih instrumen yang sesuai dengan target waktu dan profil risiko. Jangan lupa, investasi untuk DP rumah sebaiknya dipilih yang fluktuasinya tidak terlalu tinggi, karena target waktunya menengah (sekitar 3-5 tahun).
3. Tambah Penghasilan
Jika mengandalkan gaji saja masih berat, cari peluang tambahan penghasilan. Bisa dari pekerjaan sampingan, monetisasi hobi, atau investasi yang menghasilkan passive income seperti dividen saham atau sewa properti kecil-kecilan.
Itulah ulasan tentang perbandingan antara sewa rumah dan beli, beserta tips ampuh mengumpulkan uang untuk beli rumah di masa depan.
Selain membuat ringan, perencanaan keuangan yang tepat juga akan memastikan finansialmu tetap sehat. Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kamu bisa cek sekarang melalui tautan ini!
Dengan melakukan Financial Fitness Check Up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa.
FFCU bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di 1 on 1 Consultation.
Segera daftar dirimu untuk bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk strategi keuangan yang tepat bagimu yang ingin beli rumah. Banyak banget kan manfaatnya?
Baca juga: Bolehkah Mencicil KPR Bareng Pacar? Begini Kata Perencana Keuangan