Mau ambil rumah subsidi tapi belum tahu berapa cicilannya? Berikut simulasi perhitungan cicilan rumah subsidi dengan DP ringan. Simak sampai akhirnya, ya!
KPR subsidi adalah kredit yang diperuntukan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki.
Adapun subsidi yang diberikan dalam skema ini antara lain:
- subsidi meringankan kredit;
- subsidi menambah dana pembangunan; atau
- subsidi menambah dana perbaikan rumah.
Pemerintah sendiri memberikan beberapa persyaratan bagi masyarakat yang ingin mengajukan rumah subsidi, berikut beberapa di antaranya:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Berusia 21 tahun atau telah menikah.
- Penerima maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemilikan rumah.
- Memiliki masa kerja atau minimal satu tahun.
- Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) pajak penghasilan (PPh) orang pribadi, sesuai perundang-undangan yang berlaku.
- Pendapatan dari calon debitur tidak melebihi Rp8 Juta per bulan.
Baca juga: Mau Ambil KPR DP 0 Persen? Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
Cicilan Perumahan Subsidi
KPR subsidi itu punya banyak kelebihan. Pertama uang muka atau DP ringan, yaitu berkisar antara 1-10% dari harga rumah. Kedua, suku bunganya tetap di angka 5% selama masa kredit dan tidak terpengaruh suku bunga acuan.
Dari dua hal tersebut saja sudah cukup menguatkan bahwa cicilan rumah subsidi akan jauh lebih ringan daripada KPR lain. Untuk tahu berapa cicilannya, ada dua rumus yang bisa digunakan, yaitu:
- Pokok Pinjaman = Harga Rumah - Uang Muka
- Cicilan Bulanan = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Tenor) / Jumlah Bulanan
Sebagai contoh kamu membeli rumah subsidi di kawasan Bekasi seharga Rp200 Juta dengan tenor 15 tahun. DP yang kamu bayarkan adalah 2% dari harga rumah. Maka simulasi perhitungan cicilannya sebagai berikut:
- DP: 2% x Rp200 Juta = Rp4 Juta
- Pokok Pinjaman: Harga Rumah - DP = Rp200 Juta - Rp4 Juta = Rp196 Juta
Kemudian menghitung cicilan bulanan bisa dilakukan dengan rumus Pokok Pinjaman x Bunga Tetap (%) x Tenor dalam tahun / Tenor dalam bulan.
- Pokok pinjaman: Rp196 Juta
- Bunga tetap: 5% per tahun
- Tenor dalam tahun: 15
- Tenor dalam bulan: 180
Perhitungan cicilan bulanannya: (Rp196 Juta x 5% x 15) / 180 = Rp817 Ribu. Maka cicilan bulanan untuk rumah subsidi dengan ilustrasi di atas adalah Rp817 Ribu per bulan.
Baca juga: Ini Syarat KPR Rumah dan Langkah-Langkah Pengajuannya
Tips Keuangan Membeli Rumah Subsidi
Membeli rumah subsidi menawarkan keringanan dari sisi DP dan bunga, sehingga cicilannya pun cukup ringan. Meski begitu, kamu tetap perlu perencanaan keuangan sebelum memutuskan mengajukan KPR Subsidi.
Berikut ini beberapa tips keuangan yang bisa kamu terapkan.
1. Pastikan Kondisi Keuangan Stabil
Meskipun cicilan KPR subsidi lebih ringan dibanding KPR komersial, tetap ada kewajiban pembayaran setiap bulan yang harus dipenuhi. Sebelum mengajukan, pastikan pemasukanmu stabil dan tidak terancam berhenti.
Idealnya, total cicilan (termasuk KPR) tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Jika gaji Rp6 Juta, cicilan KPR sebaiknya maksimal Rp1,8 Juta.
2. Siapkan Dana Awal dengan Disiplin
Meski subsidi, ada biaya awal yang perlu disiapkan seperti uang muka (DP), biaya akad, hingga biaya administrasi. Jangan sampai mengandalkan pinjaman lain untuk menutup DP, karena ini akan menambah beban utang.
Cara terbaik adalah menyisihkan dana tabungan khusus rumah sejak jauh hari. Misalnya, alokasikan 10–20% dari gaji setiap bulan ke tabungan rumah agar saat KPR diajukan, kamu sudah siap secara finansial.
3. Buat Simulasi Cicilan dan Anggaran Bulanan
Banyak orang terjebak karena tidak menghitung dengan matang berapa cicilan per bulan dan bagaimana dampaknya pada pengeluaran rutin. Lakukan simulasi KPR dengan kalkulator online atau bank penyedia KPR subsidi.
Pastikan setelah membayar cicilan, kamu masih bisa memenuhi kebutuhan harian, dana darurat, dan tabungan. Lebih bagus lagi jika menggunakan metode keuangan 50-30-20, di mana cicilan KPR masuk ke kategori 30% dari penghasilan bulanan. Dengan begitu kamu bisa menabung di 20% dan kebutuhan sehari-hari tetap 50%.
Ketika diterapkan, tips-tips di atas bisa memastikan kamu siap membeli rumah subsidi, memastikan keuangan tetap stabil dan sehat setelahnya, serta mampu menyelesaikan cicilan sesuai perjanjian.
Dengan finansial yang sehat, pembayaran cicilan juga akan terasa ringan karena sesuai dengan kondisi keuanganmu.
Mengecek kesehatan finansial kini bisa dilakukan dengan mudah melalui Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: 10 Rincian Biaya KPR Penting di Bank dan Cara Menghitungnya