Umur 20 tahunan itu merupakan tonggak baru yang akan berpengaruh pada kehidupan di umur-umur setelahnya. Di umur ini orang biasanya sudah menuntaskan pendidikan, memulai karir, dan bisa menghasilkan sendiri.
Mereka juga sudah mulai mandiri dan lepas dari bayang-bayang orang tua. Ada yang merantau ke kota lain, keluar dari rumah orang tua dan ngekos, hingga yang mulai membina rumah tangganya sendiri.
Di sisi lain, orang-orang berusia 20-an tahun seringkali melakukan kesalahan dalam beberapa hal, termasuk yang berkaitan dengan finansial. Kesalahan finansial tentu akan berakibat fatal, karena akan mempengaruhi kondisi keuangan di masa depan.
Baca juga: Mengenal Utang Lancar: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya
Kesalahan Finansial di Usia 20
Lalu apa saja sih kesalahan finansial yang sering dilakukan saat usia 20 tahun? Berikut daftarnya!
1. Terlalu Fokus Pada Gaya Hidup
Banyak orang di usia 20-an baru merasakan "manisnya" gaji pertama. Rasanya pingin menikmati hidup dengan nongkrong di cafe, beli gadget terbaru, atau traveling tanpa pikir panjang.
Sayangnya, kalau semua uang habis hanya untuk gaya hidup, kamu nggak punya tabungan sama sekali. Padahal, usia 20-an adalah waktu emas untuk membangun pondasi finansial karena tanggungan masih minim.
Kebiasaan menabung sejak muda bisa membuat kamu lebih siap menghadapi keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak.
2. Mengandalkan Kartu Kredit
Kartu kredit memang praktis dan menawarkan banyak promo, tapi kalau dipakai tanpa perhitungan, bisa jadi bom waktu. Banyak anak muda terjebak kemudahan kartu kredit tanpa menghitung kemampuan membayar.
Akibatnya, tagihan menumpuk, bunga kartu kredit membengkak, dan ujung-ujungnya terjebak utang. Kesalahan ini sering dianggap sepele, padahal kredit macet bisa mempengaruhi skor kredit dan berdampak buruk di masa depan.
3. Tidak Punya Dana Darurat
Dana darurat kerap diabaikan karena orang berpikir "toh masih muda, kalau ada apa-apa bisa minta tolong orang tua." Padahal, dana darurat adalah tameng pertama saat ada situasi darurat.
Idealnya, dana darurat yang sehat itu minimal setara 6-12 kali pengeluaran bulanan. Jika membangun dana darurat dimulai sejak dini, kamu akan lebih tenang menghadapi berbagai kondisi.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
4. Menunda Investasi
Salah satu kesalahan paling besar di usia 20-an adalah berpikir bahwa investasi bisa dilakukan "nanti-nanti aja." Padahal, semakin cepat kamu mulai, semakin besar efek compounding yang bisa kamu nikmati.
Misalnya, investasi Rp1 Juta per bulan di reksa dana dengan return rata-rata 10% per tahun bisa berkembang jadi ratusan juta dalam 10-15 tahun. Kalau ditunda, kamu kehilangan kesempatan besar membangun kekayaan.
5. Gampang Tergiur Tren
Generasi sekarang mudah terjebak dalam tren konsumsi, entah itu karena media sosial, influencer, atau iklan. Barang-barang seperti smartphone terbaru, fashion branded, atau nongkrong dianggap kebutuhan padahal hanya keinginan.
Kesalahan ini bikin banyak anak muda nggak sadar kalau mereka sebenarnya boros dan nggak punya prioritas keuangan. Gaya hidup seperti ini kalau dibiarkan bisa bikin tabungan kering dan nggak punya modal untuk masa depan.
6. Tidak Mempelajari Literasi Keuangan
Kurangnya pengetahuan soal keuangan membuat banyak anak muda salah mengambil langkah, misalnya asal ikut investasi bodong, nggak tahu cara bikin anggaran bulanan, atau nggak paham pentingnya asuransi.
Padahal, literasi keuangan adalah skill yang wajib dimiliki kalau mau hidup lebih terencana dan bebas dari masalah finansial. Menambah wawasan soal keuangan lewat buku, podcast, atau kelas online bisa jadi investasi paling berharga di usia 20-an.
Baca juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Dengan Baik Agar Finansial Sehat
Strategi Finansial Umur 20 Biar Nggak Nyesel
Kesalahan-kesalahan di atas tentu sebisa mungkin harus dihindari. Bagaimana caranya? Kamu bisa ikuti strategi finansial berikut ini!
1. Bangun Pondasi Keuangan yang Kuat
Langkah pertama yang harus dilakukan di usia 20-an adalah membangun pondasi keuangan. Artinya kamu harus membiasakan menabung, membuat anggaran bulanan, dan memastikan semua pengeluaran tercatat dengan baik.
Mulailah dengan menyisihkan minimal 20% dari penghasilan untuk tabungan atau dana darurat. Dengan begitu, saat ada kondisi tak terduga, kamu nggak panik.
2. Mulai Investasi Secepat Mungkin
Investasi di usia 20-an memberi keuntungan besar karena kamu punya waktu panjang untuk menikmati efek compounding atau bunga berbunga.
Semakin cepat kamu mulai, semakin ringan modal yang dibutuhkan untuk mencapai target finansial di masa depan, seperti beli rumah atau dana pensiun. Jangan tunggu punya uang banyak dulu, yang penting mulai kecil tapi konsisten!
3. Konsultasi dengan Pakar Finansial
Kadang, belajar keuangan sendiri terasa membingungkan. Di sinilah pentingnya berkonsultasi dengan pakar finansial. Seorang konsultan keuangan bisa membantumu membuat rencana keuangan sesuai kebutuhan.
Dengan bimbingan pakar, kamu bisa terhindar dari kesalahan finansial yang mahal dan punya arah jelas untuk masa depan. Anggap ini seperti mentor pribadi untuk keuangan kamu.
Kamu berpikir konsultasi keuangan mahal? Belum tentu, pasalnya kamu bisa berikan konsultasi keuangan gratis dengan menjadi member Ruang meNYALA. Masukkan kode referensi FFCXNYALA saat mendaftar jadi member!
Banyak keuntungan menjadi member Ruang meNYALA. Pertama bisa mengakses sesi konsultasi konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.
Berikutnya, bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up. Hasil cek ini bisa jadi dasar pengelolaan keuangan, mulai dari menentukan tujuan keuangan jangka pendek dan panjang, berapa yang harus ditabung, investasi ke aset apa, dan sebagainya.
Baca juga: 10 Cara Bayar Utang dengan Cermat dan Cepat, Jangan Bingung!