Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Harga Emas Turun Mei 2025: Peluang Investasi atau Sinyal Waspada?

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 23 Mei 2025 | 768 dilihat

Harga Emas Turun Mei 2025: Peluang Investasi atau Sinyal Waspada?

Emas memang merupakan safe haven asset, yang punya lindung nilai terhadap inflasi. Namun, hal itu bukan berarti harga emas akan terus naik tanpa pernah turun. 

Terbukti, sejak memecahkan rekor harga tertinggi sepanjang masa pada 22 April 2025, yaitu Rp2.039.000 per gram, tren harga emas cenderung mengalami penurunan. 

Dalam satu bulan terakhir, harga emas berada di rentang Rp1.866.000 - Rp2.039.000 per gram. Adapun sejak rekor itu hingga Kamis (15/5), harga emas sudah melorot sebesar 9,27% atau Rp173 Ribu. 

Lalu apa yang menyebabkan harga emas mengalami penurunan? Apakah penurunan ini sebuah peluang investasi atau sinyal untuk waspada? Cek jawabannya berikut ini!

Baca juga: 5 Cara Mudah Membedakan Emas Asli dan Palsu

Penyebab Harga Emas Turun

Penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir tentu menimbulkan tanya: apa sebabnya? 

Sebagaimana yang diketahui, harga emas sangat terpengaruh oleh kondisi makroekonomi dan situasi geopolitik. Mengutip Bloomberg News, salah satu penyebabnya bisa jadi karena perkembangan isu perang tarif Amerika Serikat dengan beberapa negara di dunia. 

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu menaikkan tarif terhadap barang dari banyak negara yang akan masuk dan diperdagangkan di negaranya. 

Salah satu negara yang terdampak paling utama dari penerapan tarif ini adalah China, yaitu hingga 145%. Hal itu dibalas oleh China dengan menaikkan tarif terhadap barang AS yang masuk ke China hingga 125%. 

Namun kebijakan tarif dari AS itu kini sudah mereda. Secara umum, pemerintah AS menunda pemberlakuan tarif bea masuk resiprokal selama 90 hari.

Terhadap China, AS sepakat untuk menurunkan tarif bea masuk barang dari China dari 145% menjadi 30%, sedangkan China juga menurunkan tarif impor dari AS yang awalnya 125% menjadi 10%.

Sebenarnya, kenaikan atau penurunan harga emas itu bukan mustahil untuk diprediksi. Caranya adalah dengan melihat kondisi ekonomi global, terutama Amerika Serikat dan Eropa. 

Mudahnya, jika ekonomi di dua kawasan tersebut sedang baik atau dolar menguat, biasanya harga emas cenderung melemah. 

Hal itu terjadi karena investor lebih memilih berinvestasi dalam dolar AS daripada emas. Sebaliknya, emas sering mengalami kenaikan nilai saat terjadi krisis ekonomi atau gejolak politik di kawasan tersebut. 

Baca juga: Cara Investasi Emas di Pegadaian, Ini Syarat hingga Keuntungan

Harga Emas Turun, Peluang atau Sinyal Bahaya?

Ketika sebuah aset investasi mengalami penurunan harga, biasanya respons investor akan terpecah jadi dua. Ada yang menganggapnya sebagai peluang meningkatkan investasi, tapi ada juga yang menilai sebagai sinyal bahaya. 

Investor yang melihat penurunan harga sebagai peluang, pasti akan menjadikan kondisi itu kesempatan untuk membeli lebih banyak aset tersebut. Harapannya, ketika harga kembali naik, keuntungan akan semakin besar. 

Sementara investor yang melihat penurunan sebagai sinyal bahaya, mereka akan berhenti untuk membeli, bahkan cut loss aset tersebut dengan harapan menghindari kerugian yang lebih dalam. 

Hal yang sama juga terjadi pada emas. Apalagi emas merupakan komoditas yang bersifat fluktuatif, dan pergerakan harganya sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global.

Menurut analis pasar Peter Walden, penurunan harga emas seringkali menjadi pemicu minat baru di kalangan investor yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian global. 

“Penurunan harga dianggap sebagai peluang pembelian oleh investor yang ragu membeli saat harganya sedang tinggi,” kata Walden dikutip dari MoneyWeek

Walden yang merupakan direktur perusahaan jual beli emas berbasis di Inggris mencatat, minat pembelian emas di kalangan pembeli pertama meningkat saat harganya turun. 

Baca juga: Apakah Investasi Emas Menguntungkan? Berikut Ulasannya!

Mulai Berinvestasi Emas

Investasi emas memiliki karakteristik tersendiri yang perlu dipahami sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Banyak orang mengalami kerugian saat berinvestasi emas karena tidak mengetahui karakteristik investasi emas. Ada beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan orang saat investasi emas.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa kesalahan yang banyak dilakukan orang saat berinvestasi emas:

1. Cash Flow Belum Sehat

Kesalahan yang paling umum dilakukan oleh investor pemula adalah cash flow yang masih belum tertata dengan baik. 

Sebelum memulai investasi, sebaiknya lakukan pengelolaan keuangan pribadi secara efektif dan efisien, sehingga dapat memiliki cash flow yang positif.

2. Investasi Emas untuk Jangka Pendek

Investasi emas dalam jangka pendek merupakan hal yang tidak disarankan. Harga emas cenderung naik dalam kurun waktu panjang, namun harga emas mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.

harga emas cenderung bersifat fluktuatif karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti tingkat suku bunga dan kondisi perekonomian. Hal ini karena emas sebagai komoditas diperdagangkan.

3. Tidak Punya Tujuan Investasi

Investasi emas menuntut adanya tujuan yang jelas. Tujuan akan membuatmu konsisten untuk membeli emas dan menyimpannya. Seperti yang disinggung di atas, emas merupakan instrumen investasi jangka panjang. 

Sebaliknya, jika kamu investasi emas tanpa tujuan, konsistensi untuk membeli emas secara rutin akan hilang. Lebih buruknya lagi, kamu bisa saja menjual emas yang sudah dibeli sebelumnya. 

Itulah ulasan mengenai tips investasi emas di tahun 2025. Sebelum memutuskan investasi pada emas, sebaiknya kamu mengetahui seberapa sehat kondisi finansialmu. 

Untuk berinvestasi emas, kamu bisa memulainya di OCBC mobile kapan saja dan di mana saja. Di aplikasi ini, kamu bisa mulai berinvestasi emas hanya dengan Rp10 Ribu saja.

Caranya mudah saja, kamu tinggal mengundung aplikasi OCBC mobile di App Store maupun Play Store. Setelah itu, kamu tinggal melakukan pendaftaran dan aktivasi akun dengan data pribadi yang valid.

Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi halaman Tabungan Emas OCBC ini. 

Sebelum melakukan investasi, ada baiknya kamu mengetahui kondisi kesehatan finansial terlebih dahulu. Hal ini akan membantumu mengambil keputusan akan investasi pada emas batangan, emas fisik, atau perhiasan, termasuk kuantitasnya. 

Nah dalam hal ini, kamu bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! Nyala Trainer akan membantu dalam sesi konsultasi 1 on 1 dengan menganalisa kesehatan keuangan kamu.

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Kadar Emas?


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page