Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Buy Now Pay Later (BNPL): Cara Kerja, Kelebihan, Risiko, dan Tips Aman

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 26 Desember 2025 | 721 dilihat

Buy Now Pay Later (BNPL): Cara Kerja, Kelebihan, Risiko, dan Tips Aman

Pelajari apa itu BNPL dan cara kerja, risiko tersembunyi, dan tips agar tetap bijak saat menggunakan layanan paylater. Cocok untuk pengguna baru!

Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi jalan pintas saat seseorang memerlukan keuangan. Seperti saat musim liburan akhir tahun ini, banyak orang yang tergoda menggunakan BNPL untuk memenuhi wishlist pergantian tahun mereka, seperti liburan, staycation, dan sebagainya.

Menurut survei dari Paypal, sebanyak 50% konsumen berencana menggunakan BNPL untuk membiayai pengeluaran liburan mereka. Angka ini diperkirakan akan lebih tinggi di kalangan anak muda, mengingat 1 dari 4 milenial dan Gen Z termasuk rutin menggunakan BNPL. 

Data survei yang sama menyebutkan, sebanyak 52% responden mengaku cenderung akan klik ‘Beli’ jika ada opsi pembayaran menggunakan BNPL. 

Sementara data Capital One mencatat adanya kenaikan pengguna BNPL di Amerika Serikat, dari 86,5 juta orang pada tahun 2024 menjadi 91,5 juta orang pada 2025.

BNPL juga sangat populer di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah utang masyarakat Indonesia di BNPL perbankan mencapai RP24,33 Triliun pada Agustus 2025. Angka ini naik 32,35% secara tahunan (yoy). 

OJK menambahkan bahwa jumlah rekening paylater perbankan juga mencatatkan kenaikan menjadi  29,33 juta pengguna, dibandingkan bulan sebelumnya 28,35 juta pengguna.

Baca juga: Gagal Bayar Paylater Bisa Susah Dapat KPR, Ini Sebabnya!

BNPL dan Cara Kerjanya

BNPL (Buy Now, Pay Later) adalah layanan pembiayaan jangka pendek yang memungkinkan kamu membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya nanti. 

Pembayaran dengan BNPL bisa ditunda untuk dibayar penuh pada bulan berikutnya, atau diubah menjadi cicilan hingga beberapa bulan. Saat ini BNPL juga menyediakan kemudahan tanpa bunga untuk cicilan beberapa bulan tertentu. 

Cara kerjanya dimulai saat kamu berbelanja di merchant yang menyediakan layanan BNPL. Pada tahap pembayaran, kamu memilih opsi BNPL sebagai metode bayar. 

Sistem akan langsung melakukan pengecekan singkat terhadap akun dan limit yang tersedia tanpa proses panjang seperti pengajuan pinjaman konvensional.

Setelah transaksi disetujui, barang atau layanan bisa langsung kamu gunakan, sementara kewajiban pembayaran ditunda sesuai skema yang dipilih. 

Pembayaran kemudian dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selama pembayaran dilakukan tepat waktu, biaya tambahan dapat ditekan atau bahkan nihil pada skema tertentu. 

Sebaliknya, keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda dan bisa mempengaruhi riwayat kredit. Karena itu, meskipun praktis, penggunaan BNPL tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan bayar agar tidak membebani keuangan di kemudian hari.

Baca juga: Apa Itu Plafon Kredit? Pengertian, Contoh, dan Besarannya

Risiko Tersembunyi BNPL

Berikut ini beberapa bahaya BNPL yang sering diabaikan oleh pengguna. Jangan sampai kamu jadi korban berikutnya!

1. Konsumtif Tanpa Sadar

BNPL dianggap sebagai solusi cepat saat ingin membeli sesuatu tanpa uang tunai. Namun, kemudahan ini justru bisa membentuk kebiasaan konsumtif

Banyak orang yang akhirnya membeli barang bukan karena butuh, tapi karena tergoda promo atau sekadar ingin mencoba. Lama-kelamaan, pola konsumsi seperti ini membuat keuangan bocor tanpa terasa.

2. Menumpuk Utang

Beda dengan kartu kredit yang biasanya punya batasan lebih ketat, BNPL cenderung lebih mudah diakses. Akibatnya, orang bisa memiliki lebih dari satu akun paylater di aplikasi berbeda. 

Inilah yang berbahaya, karena tagihan dari berbagai platform bisa menumpuk tanpa perhitungan. Saat jatuh tempo, total utang bisa jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

3. Mental Terganggu Cicilan

Banyak yang tidak menyadari bahwa utang kecil pun bisa menimbulkan tekanan psikologis. Tagihan BNPL yang datang tiap bulan bisa memunculkan rasa cemas, apalagi jika jumlahnya lebih besar dari kemampuan bayar. 

Tekanan ini membuat kamu sulit menikmati penghasilan karena harus memikirkan cicilan yang belum lunas. Jika dibiarkan, kamu bisa mengalami financial anxiety.

4. Ada Bunga dan Biaya Tersembunyi

BNPL rutin menawarkan promosi seperti bunga 0%. Namun demikian, terkadang ada biaya tambahan yang tidak disadari, seperti biaya administrasi, keterlambatan, atau denda. 

Biaya-biaya ini, dalam jangka panjang, akan menumpuk dan justru membuat harga barang jauh lebih mahal dibanding membeli tunai.

Baca juga: 9 Cara Melunasi Hutang Dengan Cepat Tanpa Harus Berhutang Lagi

Tips Bijak Pakai BNPL

Risiko paling berbahaya dari BNPL adalah budaya konsumtif yang pada akhirnya akan berdampak buruk bagi keuangan secara umum. Berikut beberapa tips bijak menggunakan BNPL agar keuangan tetap sehat!

1. Pakai untuk Kebutuhan 

BNPL ideal digunakan untuk pengeluaran yang sudah kamu rencanakan sejak awal, bukan untuk belanja konsumtif atau impulsif hanya karena promo. 

Dengan begitu, BNPL berfungsi sebagai metode pembayaran yang memudahkan arus kas, bukan sebagai alasan menambah pengeluaran di luar kemampuan finansial.

2. Sesuaikan dengan Kemampuan Bayar

Sebelum memilih tenor cicilan, pastikan total tagihan BNPL masih sejalan dengan penghasilan bulananmu. Kamu juga perlu cek, total cicilan masih dalam batas rasio utang yang aman yaitu 30% atau sudah lebih. 

Cicilan yang terlalu besar berisiko mengganggu kebutuhan pokok dan tabungan, sehingga penting menjaga porsi cicilan tetap aman dan terkendali.

3. Bayar Tepat Waktu

Disiplin membayar tagihan BNPL membantu kamu terhindar dari denda dan masalah kredit di kemudian hari. 

Biasakan memantau jatuh tempo, aktifkan pengingat, atau gunakan autodebet agar kewajiban tetap terbayar tanpa membebani keuangan bulan berikutnya.

Itulah ulasan mengenai apa itu BNPL, cara kerja, risiko, dan tips bijak menggunakannya agar keuangan tetap sehat dan stabil.

Penasaran dengan seberapa sehat finansialmu? Kamu bisa mengikuti Financial Fitness Check Up untuk mengetahui bagaimana kesehatan finansialmu saat ini dan apa yang perlu dilakukan agar finansial tetap sehat. 

FFCU bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation

Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu, termasuk bagaimana menggunakan BNPL secara bijak. 

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang agar kamu bisa segera #FUNanciallyFIT!

Baca juga: 10 Cara Bayar Utang dengan Cermat dan Cepat, Jangan Bingung!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page