Biaya notaris jual beli rumah sering bikin kaget pembeli. Simak rincian biaya notaris dan biaya lain-lain saat beli rumah yang harus disiapkan agar transaksi properti berjalan lancar!
Saat membeli rumah, ada beberapa biaya yang harus dibayarkan di luar harganya. Biaya-biaya tersebut antara lain Biaya Notaris mencakup: Biaya AJB, Balik Nama Sertifikat, Cek Sertifikat, Validasi pajak, dan SKMHT & APHT (jika KPR) serta Biaya BPHTB.
Baca juga: 10 Tips Menabung Untuk Beli Rumah Agar Cepat Tercapai
Biaya Notaris Jual Beli Rumah
Honorarium untuk seorang notaris ini diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Berdasarkan ketentuan tersebut, honorarium dapat ditetapkan berdasarkan nilai ekonomis dan nilai sosiologis.
Biaya notaris berdasarkan nilai ekonomis dapat dikenakan hingga 1-2,5% dari nilai objek properti yang diperjual belikan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berikut rincian batas maksimalnya:
- Nilai sampai Rp100 Juta atau ekuivalen gram emas ketika itu, honorarium yang diterima paling tinggi adalah 2,5%.
- Nilai di atas Rp100 Juta sampai Rp1 Miliar, honorarium yang diterima paling besar 1,5 %.
- Nilai di atas Rp1 Miliar, honor yang diterima disesuaikan dengan kesepakatan antara notaris dengan para pihak, tetapi tidak melebihi 1% dari objek yang dibuatkan aktanya.
Sementara biaya notaris berdasarkan nilai sosiologis ditentukan oleh fungsi sosial dari objek setiap akta dengan honorarium yang diterima paling besar Rp5 Juta.
Baca juga: Inflasi vs Deflasi: Apa Bedanya dan Bagaimana Dampaknya pada Ekonomi?
Biaya Lain-lain saat Beli Rumah
Di samping biaya notaris, ada beberapa biaya lain yang harus kamu bayarkan saat membeli rumah. Berikut rinciannya!
1. Pajak Pembeli (BPHTB)
Selain harga rumah, pembeli wajib menyiapkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pajak ini besarannya 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi batas nilai tidak kena pajak yang ditetapkan pemerintah daerah.
2. Biaya KPR Bank
Jika membeli rumah dengan KPR, bank akan mengenakan sejumlah biaya tambahan seperti biaya administrasi dan provisi. Biaya administrasi biasanya bersifat tetap, sedangkan provisi dihitung dari persentase nilai pinjaman.
3. Biaya Appraisal Properti
Bank akan melakukan penilaian Rumah melalui pihak appraisal internal Bank dan untuk jumlah kredit >Rp.10 Miliar diperlukan penilaian dari Pihak Appraisal Independen (KJPP).
Tujuannya untuk memastikan nilai rumah sesuai dengan jumlah kredit yang diajukan.
4. Premi Asuransi KPR
Untuk pembelian rumah dengan KPR, biaya Asuransi (Jiwa/Kebakaran) Premi tidak dapat dimasukkan ke dalam pembiayaan (kecuali take over top up).
Baca juga: Mau Ambil KPR DP 0 Persen? Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
5. Biaya AJB Balik Nama Sertifikat
Di luar notaris, tetap ada biaya administrasi terkait balik nama sertifikat dan pengurusan ke kantor pertanahan. Biaya ini biasanya digabungkan dalam proses, tetapi tetap menjadi komponen tambahan yang perlu disiapkan.
Itulah pembahasan lengkap mengenai biaya notaris jual beli rumah beserta biaya lain-lain yang harus dibayarkan saat membeli rumah. Gimana sudah siap beli rumah impian?
Jika kamu belum memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah secara tunai, mengajukan KPR bisa menjadi langkah lebih realistis dan terencana. OCBC hadirkan beberapa pilihan KPR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan finansialmu.
Seperti KPR Easy Start dengan cicilan awal yang lebih ringan serta KPR Kendali yang memberikan fleksibilitas. Untuk memudahkan kamu membandingkan keduanya berikut ringkasan fitur utama masing-masing. Atau (klik link ini) untuk info lengkapnya.
| KPR Easy Start | KPR Kendali | |
| Angsuran | Mulai dari Rp1.050.000 (termasuk angsuran lainnya) | Mulai dari Rp1.000.000 |
| Tenor | 10-25 tahun | 1-25 tahun |
| Limit Kredit | Hingga Rp5 Miliar | Hingga Rp15 Miliar |
Pastikan kamu paham produk yang sesuai dengan kebutuhan kamu, Poin penting lainnya dalam membeli rumah adalah mengetahui kesehatan finansial pribadi. Dengan begitu, kamu bisa menentukan apakah akan membeli rumah secara cash atau kredit menjadi pilihan yang sesuai.
Saat ini, mengetahui kesehatan finansial pribadi bisa dilakukan dengan sangat mudah Financial Fitness Check Up yang bisa kamu akses di sini.
Dengan melakukan Financial Fitness Check Up, kamu akan tahu apa yang perlu kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat, sehingga bisa memulai menabung untuk membeli rumah.
Kamu hanya perlu waktu sekitar 3 menit untuk melakukan Financial Fitness Check Up. Lalu hasilnya bisa kamu bahas dengan Nyala Trainer di layanan 1 on 1 Consultation.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu agar rumah impian terbeli.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyFIT!