Skor BI Checking jelek bisa bikin rencana keuangan berantakan. Kenali risikonya sebelum terlambat!
BI Checking adalah istilah yang merujuk pada sistem yang berisi riwayat kredit debitur. Sistem ini digunakan sebagai acuan untuk menilai kemampuan seseorang dalam membayar pinjaman atau kredit dari bank.
Sesuai namanya, BI Checking dikelola oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral. Namun, wewenang untuk menyediakan layanan informasi riwayat kredit itu kemudian dilimpahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terhitung sejak 1 Januari 2018, OJK sebagai pihak yang menyediakan layanan mengubah nama BI Checking menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK. Kini layanan ini juga dikenal dengan nama SLIK OJK.
Selain menyajikan informasi debitur, BI Checking atau SLIK juga digunakan untuk melakukan pelaporan, penyediaan dana, dan data terkait dari lembaga keuangan, masyarakat serta berbagai pihak lainnya.
Di dalam SLIK, terdapat penilaian skor kredit masyarakat yang menurut Peraturan OJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, skor kredit itu dibagi dalam lima kategori.
Berikut kategori skor kredit yang terdapat pada SLIK OJK:
- Skor 1: Pembayaran kredit pokok serta bunga lancar dan tepat waktu.
- Skor 2: Terdapat tunggakan pembayaran pokok dan bunga antara 1 hingga 90 hari.
- Skor 3: Penunggakan bayaran kredit pokok dan bunga antara 91 hingga 120 hari.
- Skor 4: Tunggakan pembayaran kredit pokok dan bunga antar 120 hingga 180 hari.
- Skor 5: Pembayaran kredit pokok dan bunga macet lebih dari 180 hari.
Debitur yang mengalami masalah pada pembayaran kredit terancam masuk dalam daftar hitam. Adapun kriterianya antara lain:
- Menunggak kredit selama berbulan-bulan
- Terlambat membayar cicilan
- Gagal bayar
- Terlalu banyak mengambil pinjaman
- Bank menyita benda yang digunakan sebagai jaminan pinjaman
- Terlibat dalam kegiatan ilegal seperti penipuan atau pencucian uang
- Melanggar peraturan keuangan yang ditetapkan oleh OJK
Baca juga: Berapa Lama BI Checking Bersih Setelah Pelunasan? Yuk, Simak!
Dampak BI Checking Buruk Terhadap Finansial
Masuk daftar hitam di SLIK atau BI Checking akan berdampak serius pada kondisi keuangan seseorang. Berikut beberapa dampak buruknya.
1. Sulit Mengajukan Kartu Kredit Baru
Bank atau lembaga keuangan sangat teliti saat menilai pengajuan kartu kredit. Skor kredit yang jelek bakal bikin pengajuanmu gampang ditolak.
Bagi sebagian orang, kartu kredit itu penting bukan hanya untuk belanja, tapi juga untuk keperluan darurat, cicilan tanpa bunga, sampai promo tertentu. Jadi begitu catatanmu dianggap berisiko, bank akan mikir dua kali buat kasih fasilitas itu.
2. Bunga dan Biaya Lebih Tinggi
Sekalipun masih ada lembaga yang mau kasih pinjaman ke orang dengan skor buruk, biasanya mereka menutup risiko dengan cara mengenakan bunga yang lebih tinggi atau tambahan biaya administrasi.
Artinya, kamu tetap bisa pinjam, tapi biaya yang harus dibayar jauh lebih mahal dibanding orang dengan skor kredit bagus. Ujung-ujungnya bikin keuangan makin berat karena cicilan jadi membengkak.
3. Hambatan untuk KPR atau Kredit Kendaraan
Bagi banyak orang, punya rumah atau kendaraan sering kali butuh bantuan kredit. Skor kredit buruk bikin bank menolak pengajuan KPR atau kredit mobil.
Dampaknya, kamu terpaksa harus menunda rencana punya aset besar atau malah harus bayar tunai penuh, yang jelas jauh lebih berat. Padahal kredit dengan tenor panjang itu biasanya jadi jalan tengah biar aset besar lebih terjangkau.
Baca juga: Bolehkah Mencicil KPR Bareng Pacar? Begini Kata Perencana Keuangan
4. Bisa Menghambat Karier di Industri Tertentu
Nggak banyak yang sadar, tapi skor kredit juga bisa jadi bahan pertimbangan perusahaan, terutama di sektor keuangan, perbankan, atau asuransi. Kandidat dengan skor kredit buruk bisa dianggap kurang disiplin dalam mengelola keuangan pribadi.
Hal ini bisa mempengaruhi penilaian HRD, bahkan sampai menggagalkan peluang kerja di posisi tertentu. Jadi masalah ini bukan cuma urusan bank, tapi bisa menjalar ke karier.
5. Sulit Membangun Aset atau Investasi Jangka Panjang
Skor kredit buruk bikin akses ke fasilitas finansial jadi terbatas. Padahal, membangun aset sering kali butuh leverage, misalnya lewat KPR untuk rumah atau modal usaha dari pinjaman bank.
Tanpa akses itu, rencana investasi jangka panjang bisa terhambat. Akibatnya, perjalanan menuju kebebasan finansial jadi lebih lama dan berat, karena semua harus mengandalkan tabungan pribadi tanpa dukungan lembaga keuangan.
Itulah ulasan mengenai dampak BI Checking buruk terhadap masa depan finansial. Skor kredit yang baik menandakan kesehatan finansial yang baik pula. Untuk itu perlu bagi kamu memantau kesehatan finansial secara berkala.
Nah sekarang, mengetahui kesehatan finansial bisa dilakukan melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali untuk menyelesaikan utang agar skor kredit membaik.
Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh!
Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.
Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.
Baca juga: Harga iPhone 16 Rp 15 Juta, Kalau Beli Saham Blue Chip Dapat Segini!