Mengelola keuangan itu menjadi keharusan. Dengan pengelolaan yang baik, keuangan akan jauh lebih stabil dan sehat, meski sebenarnya pemasukan yang kamu terima setiap bulan pas-pasan.
Salah satu cara mengelola uang adalah menggunakan metode kakeibo asal Jepang. Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan asal Jepang yang berarti “buku rumah tangga”.
Metode ini diperkenalkan oleh Hani Motoko, jurnalis wanita pertama di Jepang, pada awal abad ke-20. Tujuannya membantu seseorang, terutama ibu rumah tangga, mencatat, merencanakan, dan mengendalikan pengeluaran sehari-hari agar lebih hemat dan sadar dalam menggunakan uang.
Cara kerja kakeibo itu cukup sederhana, saat awal bulan, kamu diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:
- Berapa uang yang kamu miliki?
- Berapa yang ingin kamu tabung?
- Berapa yang akan kamu belanjakan?
- Bagaimana kamu bisa memperbaiki kebiasaan keuanganmu?
Setelah itu, kamu mencatat semua pengeluaran harian dan mengelompokkannya ke dalam 4 kategori utama:
- Survival (Kebutuhan pokok): makanan, transportasi, tagihan, sewa.
- Optional (Keinginan): nongkrong, hiburan, belanja online.
- Culture (Kegiatan budaya): buku, kursus, museum, bioskop.
- Unexpected (Tak terduga): obat, servis motor, hadiah dadakan.
Baca juga: Belum Tahu Metode Pengelolaan Uang 50-30-20? Ini 7 Keuntungannya!
Fakta-fakta tentang Kakeibo
Kakeibo itu bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi mendorong kamu untuk merenung dan membuat keputusan sadar soal uang. Berikut beberapa fakta tentang kakeibo yang membuatnya tetap relevan.
1. Fokus pada Kesadaran, Bukan Larangan
Kakeibo tidak melarang kamu belanja atau bersenang-senang. Sebaliknya, ia melatih kamu untuk lebih sadar saat mengeluarkan uang.
Di zaman sekarang, di mana sekali scroll bisa bikin impulsif, pendekatan penuh kesadaran ini penting untuk melawan gaya hidup boros tanpa disadari.
2. Menulis Keuangan untuk Koneksi Emosional
Meski banyak aplikasi keuangan digital, Kakeibo mendorong kamu menulis tangan. Aktivitas ini secara psikologis membangun koneksi emosional antara kamu dan uang, sehingga lebih hati-hati saat membelanjakannya.
Dalam era serba otomatis, hal ini menjadi semacam “rem alami” terhadap pengeluaran impulsif.
3. Disiplin Finansial Tanpa Tekanan
Berbeda dari metode budgeting lain, Kakeibo mudah diterapkan tanpa rumus keuangan yang kompleks. Cocok untuk siapa pun, termasuk mereka yang tidak punya latar belakang finansial.
4. Tabungan di Awal, Bukan Sisa
Salah satu prinsip Kakeibo adalah: menyisihkan tabungan di awal bulan, bukan menunggu sisa akhir bulan.
Ini selaras dengan prinsip modern manajemen keuangan (pay yourself first), yang terbukti jauh lebih efektif dalam membangun dana darurat dan menumbuhkan mindset keuangan sehat.
5. Mempermudah Evaluasi Keuangan
Evaluasi keuangan itu penting, tujuannya untuk memastikan uang digunakan secara bijak dan sadar. Nah teknik kakeibo sangat efektif untuk evaluasi ini.
Pasalnya, kakeibo mendorong untuk mencatat dan merefleksikan pengeluaran. Dengan begitu kamu bisa cepat menyadari kebiasaan belanja yang sering luput, seperti terlalu sering ngopi, belanja karena stres, dan sebagainya.
Pada akhirnya, teknik kakeibo itu akan membantumu dalam menjaga stabilitas dan kesehatan finansial. Penasaran dengan kesehatan finansialmu saat ini?
Sekarang cek kondisi finansial sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta 2025