Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Anak Mau Jadi Dokter Gigi? Siapkan Uang Segini!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 27 Juli 2025 | 1K dilihat

Anak Mau Jadi Dokter Gigi? Siapkan Uang Segini!

Menjadi dokter gigi itu menawarkan peluang karir yang besar. Apalagi kesadaran masyarakat untuk merawat gigi terus meningkat, dibuktikan dengan banyaknya klinik gigi yang bermunculan. 

Namun demikian, menjadi dokter gigi bukan perkara mudah. Kamu harus terus belajar dan kembali ke bangku pendidikan meski sudah lulus pada jenjang sarjana kedokteran

Selain sekolahnya yang berjenjang dan kontinyu, menjadi dokter gigi juga perlu biaya yang besar. Sudah jadi rahasia umum bahwa Fakultas Kedokteran Gigi, tempat calon dokter gigi dididik, merupakan salah satu fakultas paling mahal. 

Baca juga: Ketahui 7 Tips Mengatur Keuangan Mahasiswa yang Baik Di Sini!

Biaya Pendidikan Dokter Gigi

Biaya kuliah kedokteran gigi mencakup berbagai unsur, mulai dari uang pangkal, SPP atau Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya praktikum, buku, peralatan, dan sebagainya. 

Untuk biaya praktikum, buku, peralatan kedokteran sebenarnya tidak bisa dipatok nominalnya. Hal ini karena akan berbeda-beda setiap universitas dan daerah tempat mahasiswa kedokteran gigi berkuliah. 

Maka dalam artikel ini yang akan dibahas hanya uang pangkal dan biaya UKT saja. Sebagai acuan adalah universitas terkemuka di Indonesia yang punya fakultas kedokteran gigi terbaik. 

1. UKT atau SPP

UKT atau Uang Kuliah Tunggal, yang dulunya dikenal dengan SPP, biasanya dibagi dalam beberapa golongan. Hal ini bertujuan agar biaya yang dikenakan tepat sasaran dengan latar belakang mahasiswa. 

Misalnya mahasiswa dari keluarga berada akan mendapat UKT dengan golongan lebih tinggi yang artinya lebih mahal. Sebaliknya mahasiswa dari kalangan menengah ke bawah mendapat UKT dengan nominal lebih murah. 

Berikut tarif UKT Fakultas Kedokteran Gigi pada setiap golongan dari salah satu universitas di Indonesia:

  • Kelompok 1: Rp500 Ribu 
  • Kelompok 2: Rp1 Juta 
  • Kelompok 3: Rp15 Juta 
  • Kelompok 4: Rp17,5 Juta 
  • Kelompok 5: Rp20 Juta

UKT dibayarkan per semester. Contoh perhitungannya, kamu dapat UKT Kelompok 3 yaitu Rp15 Juta per semester. Jika masa studi ditempuh 4 tahun atau 8 semester, maka total uang UKT yang dibayarkan adalah Rp120 Juta. 

2. Uang Pangkal

Selain SPP, mahasiswa kedokteran gigi juga diharuskan membayar uang pangkal, atau Iuran Pengembangan Institusi (IPI). IPI ini dibayarkan sekali saat dinyatakan lulus seleksi. 

Besaran biaya IPI juga berbeda-beda pada setiap universitas. Misalnya salah satu universitas terbaik di Indonesia menetapkan biaya IPI untuk mahasiswa yang lulus seleksi mandiri dengan besaran sebagai berikut:

  • IPI Kelompok 1: Rp0
  • IPI Kelompok 2: Rp0
  • IPI Kelompok 3: Rp72,2 Juta
  • IPI Kelompok 4: Rp95 Juta

Baca juga: 10 Daftar Kampus Terbaik di Dunia 2024 dan Biaya Hidupnya

Menyiapkan Dana untuk Kuliah Kedokteran Gigi

Gimana, biayanya mahal? Sebenarnya sangat wajar jika biaya kuliah kedokteran gigi mahal. Bagaimana tidak, setelah lulus langsung jadi dokter gigi dengan jaminan kesejahteraan yang cukup baik.  

Nah, mengingat biayanya mahal, maka menyiapkan dana untuk kuliah kedokteran merupakan kewajiban bagi orang tua yang ingin anaknya jadi dokter gigi. Berikut adalah tips menyiapkan dana yang bisa diterapkan. 

1. Mulai Sejak Dini 

Semakin awal kamu mulai menabung, semakin ringan beban bulanan yang harus disisihkan. Hitung estimasi total biaya kuliah kedokteran gigi, termasuk UKT/SPP, biaya praktikum, perlengkapan, buku, hingga tempat tinggal dan transportasi. 

Setelah itu, tentukan target waktu dan nominal yang perlu dikumpulkan per bulan. Perencanaan ini akan jadi pondasi utama keberhasilan dana pendidikan anak.

2. Manfaatkan Investasi Jangka Menengah-Panjang

Karena biaya kuliah biasanya baru dibutuhkan dalam 5–10 tahun ke depan, menabung saja tidak cukup. Manfaatkan instrumen investasi seperti Reksa Dana, saham, emas, maupun obligasi.

Instrumen ini punya potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Namun pastikan memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko investasimu.

3. Buat Rekening Khusus

Pisahkan dana pendidikan dari keuangan harian agar tidak tercampur dan terganggu. Buka rekening atau dompet digital khusus untuk dana kuliah anak. 

Lalu, sisihkan secara otomatis setiap bulan, misalnya 10–20% dari penghasilan. Dengan disiplin dan konsistensi, tabungan akan berkembang tanpa terasa membebani.

4. Tingkatkan Literasi Keuangan

Pelajari lebih lanjut tentang perencanaan pendidikan dan produk investasi yang sesuai. Kamu bisa ikut seminar, baca buku, atau konsultasi dengan perencana keuangan.

Saat anak sudah cukup besar, ajak mereka ikut memahami bahwa pendidikan dokter gigi itu mahal dan butuh komitmen dari keluarga. Ini akan membangun semangat belajar dan rasa tanggung jawab bersama.

Selain itu, kamu perlu mengetahui kondisi kesehatan finansial sebelum membuka tabungan untuk pendidikan anak. Untuk itu, kamu bisa melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Financial Fitness Check Up akan membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness  Check Up, kamu bisa bisa membahas hasil tes kamu dengan Nyala Trainer.

Daftarkan segera jadwal konsultasi 1 on 1 konsultasi kamu di Ruang Menyala secara gratis. Kamu juga jadi tahu bagaimana cara menabung untuk kurban selanjutnya yang efektif untuk kondisi keuangan kamu saat ini.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Mengenal Cara Menabung Sistem Amplop, Hemat Uang Jadi Mudah!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page