Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Uang Pangkal Masuk Sekolah Mahal? Coba Strategi Ini!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 16 Juli 2025 | 494 dilihat

Uang Pangkal Masuk Sekolah Mahal? Coba Strategi Ini!

Biaya pendidikan itu terdiri dari beberapa komponen, mulai dari uang pangkal, uang SPP, seragam, pendaftaran, dan sebagainya. Beberapa ada yang dibayarkan secara rutin setiap bulan, tapi ada pula yang dibayarkan sekali saat masuk.

Komponen biaya pendidikan yang hanya dibayarkan satu kali itu salah satunya uang pangkal. Dana ini biasanya digunakan untuk pengembangan fasilitas dan institusi pendidikan. 

Meski dibayarkan sekali, dalam praktiknya uang pangkal justru menjadi momok bagi orang tua. Pasalnya, jumlah uang pangkal ini cukup besar, bisa mencapai 10-20 kali lipat dari uang SPP yang dibayarkan per bulan. 

Sebagai contoh, uang pangkal untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) saja sudah mencapai Rp5-10 Juta. Sementara untuk jenjang yang lebih tinggi tentu biayanya juga lebih besar. Belum lagi jika yang dipilih adalah sekolah internasional, maka uang pangkalnya akan lebih mahal lagi. 

Baca juga: 10 Daftar Kampus Terbaik di Dunia dan Biaya Hidupnya

Strategi Uang Pangkal Mahal

Selain nominalnya yang memang besar, uang pangkal juga terkena dampak inflasi biaya pendidikan yang membuatnya kian mahal seiring bertambah tahun. 

Menurut data BPS, uang pangkal sekolah mengalami kenaikan sebesar 10-15 persen setiap tahunnya. Sehingga, orang tua yang memiliki dua anak dengan usia selisih 1 tahun, akan membayar uang pangkal 10-15% lebih mahal untuk anak kedua. 

Untuk menghadapi mahalnya uang pangkal, kamu perlu menyiapkan perencanaan keuangan yang tepat. Berikut strategi yang bisa dilakukan!

1. Rencanakan Sejak Dini

Menyiapkan uang pangkal sekolah bukan perkara mudah dan bisa dadakan. Oleh karena itu, langkah pertama yang paling penting adalah perencanaan jauh-jauh hari. 

Dengan waktu persiapan yang cukup, orang tua bisa mengatur strategi tabungan atau investasi secara bertahap sehingga tidak merasa berat saat jatuh tempo pembayaran. 

Misalnya, jika estimasi uang pangkal Rp20 Juta dan masih ada waktu 4 tahun, maka kamu hanya perlu menyisihkan sekitar Rp400–500 Ribu per bulan. Perencanaan sejak dini bisa menghindari utang dan jual aset.

2. Evaluasi Kebutuhan dan Keinginan

Banyak orang tua terjebak pada gengsi memilih sekolah dengan biaya tinggi tanpa mempertimbangkan apakah memang sesuai dengan kebutuhan anak

Oleh karena itu, penting untuk evaluasi dulu, apakah memilih sekolah swasta favorit karena kualitasnya atau hanya karena ikut-ikutan tren? 

Jika kebutuhan pendidikan anak sudah tercapai di sekolah dengan biaya lebih terjangkau, lebih baik prioritaskan itu daripada memaksakan diri memilih sekolah yang mahal. 

Dalam hal ini, kamu bisa fokus pada kurikulum, lingkungan sekolah, dan metode pengajaran yang sesuai perkembangan anak ketimbang hanya melihat popularitas sekolah.

3. Buat Pos Keuangan Khusus Pendidikan

Supaya dana pendidikan tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari, buatlah pos keuangan khusus untuk biaya sekolah, seperti rekening tabungan pendidikan.

Dengan pos keuangan yang terpisah, kamu bisa lebih disiplin menyisihkan dana tanpa tergoda menggunakan uang tersebut untuk keperluan lain. Ini juga memudahkan dalam memantau perkembangan dana pendidikan.

Baca juga: Siapkan Dana Pendidikan dengan Life Goals Lebih Mudah Capai Impian

4. Investasikan pada Instrumen yang Tepat

Sekadar menabung kadang tidak cukup karena nilai uang bisa tergerus inflasi. Oleh karena itu, kamu perlu memilih instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu kebutuhan. 

Misalnya, jika dana pendidikan dibutuhkan 3–5 tahun lagi, bisa pilih reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran yang memiliki risiko moderat, ketimbang saham yang risikonya tinggi. 

Jika waktunya lebih pendek (kurang dari 2 tahun), pertimbangkan instrumen seperti reksa dana pasar uang atau deposito yang relatif aman. Investasi akan membantu uang bertumbuh dan tidak tergerus inflasi.

5. Manfaatkan Skema Cicilan Uang Pangkal

Beberapa sekolah menawarkan kemudahan pembayaran uang pangkal secara bertahap atau dicicil. Ini bisa jadi solusi jika tabungan belum cukup, sehingga kamu tidak perlu membayar seluruhnya sekaligus.

Pastikan kamu memahami detail skema cicilannya, apakah ada bunga tambahan atau biaya administrasi yang dibebankan. Gunakan cicilan ini dengan bijak, jangan sampai malah mengganggu arus kas bulanan keluarga. 

Strategi keuangan di atas akan membantumu untuk menyiapkan dana pendidikan yang lebih terukur. Selain itu, perencanaan penting untuk memastikan keuangan tetap sehat di tengah biaya pendidikan yang tinggi.

Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Untuk itu, kamu bisa melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Financial Fitness Check Up akan membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness  Check Up, kamu bisa bisa membahas hasil tes kamu dengan Nyala Trainer.

Daftarkan segera jadwal konsultasi 1 on 1 konsultasi kamu di Ruang Menyala secara gratis. Kamu juga jadi tahu bagaimana cara menabung untuk kurban selanjutnya yang efektif untuk kondisi keuangan kamu saat ini.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: 10 Pos Keuangan Rumah Tangga, Pasangan Muda Wajib Tahu!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page