Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

6 Strategi Parenting Supaya Anak Melek Finansial

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 2 September 2025 | 2K dilihat

6 Strategi Parenting Supaya Anak Melek Finansial

Parenting bukan sekadar pola asuh, tapi juga bekal finansial. Berikut 5 strategi parenting terbaik agar anak paham uang sejak dini!

Melek finansial itu bekal yang sangat penting bagi anak yang sebaiknya diberikan sejak kecil. Tujuannya agar ketika dewasa, anak terbiasa mengelola uang dan membelanjakannya sesuai dengan prioritas. 

Adapun definisi melek finansial pada anak adalah suatu kondisi ketika anak mampu memahami, mengelola, dan mengambil keputusan terkait uang sejak usia dini. 

Strategi parenting yang diterapkan agar anak melek finansial itu bukan sekadar mengenalkan angka atau cara menabung, tetapi membentuk pola pikir sehat terhadap uang, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan. 

Anak yang melek finansial akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Mereka terbiasa berpikir panjang sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan uang, tidak konsumtif, dan lebih menghargai usaha dalam mendapatkan sesuatu!

Baca juga: Berapa Uang Saku yang Ideal untuk Anak? Ini Cara Hitungnya!

Strategi Parenting Agar Anak Melek Finansial

Membentuk anak yang melek finansial tentu perlu strategi parenting yang baik. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menanamkan pemahaman finansial pada anak sejak usia dini. 

1. Ajarkan Delayed Gratification

Strategi pertama adalah mengajarkan konsep menunda kesenangan untuk kebahagiaan di masa depan atau delayed gratification. Terkadang, sebagai orang tua, kita suka memanjakan anak kita dengan membelikan barang yang mereka inginkan, karena merasa bersalah sibuk bekerja atau karena memang mampu membelikannya.

Tetapi, jika diteruskan, anak tidak akan belajar bagaimana cara membedakan keinginan dan kebutuhan. Dengan diterapkan delayed gratification, diharapkan anak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan dan juga bisa belajar pentingnya untuk bisa mengontrol diri ketika akan berbelanja.

2. Biasakan Anak Menabung

Mengajarkan anak untuk menabung bisa dimulai sejak mereka mengenal uang. Orang tua bisa menyiapkan celengan atau bahkan rekening tabungan khusus anak

Setiap kali anak mendapat uang, entah dari uang jajan, hadiah ulang tahun, atau angpao, ajak mereka untuk menyisihkan sebagian, misalnya 20% dari jumlah yang diterima. Dari kebiasaan kecil ini, anak belajar bahwa uang tidak selalu harus langsung dihabiskan. 

3. Libatkan Anak dalam Percakapan Keuangan

Anak-anak perlu melihat bahwa uang bukan hanya sesuatu yang datang lalu pergi, tetapi ada pertimbangan di balik penggunaannya. 

Misalnya saat berbelanja kebutuhan rumah, orang tua bisa mengajak anak untuk membandingkan harga antar produk, memilih mana yang lebih ekonomis, atau menjelaskan mengapa produk tertentu lebih diprioritaskan dibanding yang lain. 

Dengan begitu, anak jadi paham bahwa setiap keputusan belanja memerlukan pertimbangan logis, bukan sekadar keinginan sesaat. 

4. Berikan Contoh Nyata Melalui Teladan

Anak adalah peniru ulung. Apa yang mereka lihat dari orang tua akan menjadi standar perilaku mereka. Oleh karena itu, cara terbaik agar anak melek finansial adalah dengan menunjukkan kebiasaan keuangan yang sehat. 

Orang tua yang konsisten menabung, tidak boros, menggunakan kartu kredit dengan bijak, serta tetap menyisihkan uang untuk berbagi, akan memberikan pelajaran tak langsung pada anak. 

Dengan teladan ini, anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga melihat bukti nyata bagaimana uang dikelola dalam kehidupan sehari-hari.

5. Ajarkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu kesalahan paling umum dalam mengelola uang adalah gagal membedakan kebutuhan dan keinginan. Anak-anak perlu dibimbing sejak dini agar bisa memahami hal ini.

Orang tua bisa memberikan contoh sederhana: makanan sehat, pakaian sekolah, dan tempat tinggal adalah kebutuhan, sedangkan mainan baru atau camilan berlebih masuk ke dalam keinginan. 

Dengan membiasakan anak melihat perbedaan ini, mereka akan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Pemahaman ini penting untuk mencegah pola konsumtif ketika mereka dewasa nanti. 

6. Berikan Kesempatan Anak Mengelola Uang Sendiri

Memberi anak tanggung jawab finansial akan membantu mereka belajar dari pengalaman. 

Misalnya, saat ada kegiatan sekolah, beri mereka sejumlah uang untuk dikelola sendiri. Biarkan mereka membuat keputusan, apakah ingin menghabiskan semuanya sekaligus atau menyisihkan sebagian. 

Dari sini anak akan merasakan langsung konsekuensi dari pilihannya. Jika uang cepat habis, mereka akan menyadari pentingnya mengatur. Jika berhasil mengelola dengan baik, mereka akan merasa bangga dan percaya diri. 

Ketika anak sudah terbiasa mengatur uang dan mulai melek finansial, mereka akan memahami bahwa keuangan itu harus dijaga agar tetap sehat. Ini juga berlaku bagi keuangan orang tua dan keluarga. 

Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Caranya sangat mudah, kamu bisa klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: 9 Cara Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini, Ini Manfaatnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page