E-wallet atau dompet digital adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan uang secara elektronik dan melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa menggunakan uang tunai atau kartu fisik.
Biasanya e-wallet ini akan terhubung dengan rekening bank atau kartu debit/kredit pengguna untuk keperluan top up atau isi ulang saldo. Dengan dompet digital pengguna bisa melakukan transaksi online maupun offline di merchant yang bekerja sama.
Dompet digital tentu sangat memudahkan pengguna dalam mengelola uang. Kamu bisa bikin beberapa dompet sesuai keperluan dalam satu akun.
Namun, kemudahan yang ditawarkan seringkali membuat pengguna terlena. Akibatnya banyak kebiasaan transaksi yang justru membuat uang cepat habis dan dompet atau rekening cepat kering.
Baca juga: 4 Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Minta Uang, Ini Tipsnya
Kebiasaan Pakai E-wallet yang Bikin Dompet Kering
E-wallet bisa jadi alat yang mempermudah hidup dan bantu hemat kalau dipakai dengan bijak. Namun dalam kenyataan orang banyak melakukan kebiasaan buruk yang buat merugi secara finansial.
1. Top Up Terlalu Banyak Sekaligus
Banyak orang top up e-wallet dengan jumlah besar biar nggak repot, tapi ini bisa bikin kamu lebih konsumtif. Karena saldo sudah ada dan terlihat “siap pakai”, kamu jadi lebih gampang checkout atau jajan tanpa mikir ulang.
Maka sebaiknya kamu top up secara berkala saja, sesuai dengan kebutuhan harian atau mingguan. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah dalam mengontrol pengeluaran.
2. Mudah Tergiur Promo dan Cashback
Transaksi di e-wallet itu selain mudah juga banyak promo, mulai dari diskon, cashback, atau buy 1 get 1. Tentu saja hal ini sangat menggiurkan sehingga tanpa disadari kamu jadi sering jajan.
Beli sesuatu hanya karena ada diskon atau promo ini bahaya buat keuangan. Memang jumlahnya mungkin kecil, tapi jika diakumulasikan, pengeluaran bisa jadi membengkak akibat sering checkout.
Di sinilah pentingnya kamu punya sense untuk membedakan mana kebutuhan, mana keinginan. Meski ada promo pun, jika barang itu bukan esensial, sebaiknya ditunda dan dialihkan untuk hal lain yang lebih mendesak.
3. Order Makanan Online
Beli makanan secara online itu memang mudah. Tapi sebaiknya hal ini dilakukan sesekali saja, ketika kondisi mendesak dan tidak memungkinkan untuk memasak.
Mengapa? Karena makanan yang dijual secara online itu harganya bisa naik beberapa kali lipat. Harga makanannya biasanya sudah di-mark up, lalu ada biaya lain-lain seperti ongkos kirim, biaya layanan, biaya aplikasi, dan sebagainya.
Jika ditotal, uang yang kamu keluarkan untuk satu kali makanan online bisa setara dengan 2 kali makan jika memasak atau beli di warung dekat tempat tinggal.
4. Hobi Paylater
Salah satu kemudahan yang ditawarkan dompet digital adalah fasilitas bayar nanti atau paylater. Kamu bisa beli barang tanpa harus keluar uang sekarang, melainkan dibayar bulan depan atau diubah menjadi cicilan beberapa bulan.
Fitur ini memang menggoda, tapi kebiasaan ini juga bikin kamu lupa bahwa sebenarnya kamu tetap berutang. Karena nggak terasa langsung keluar uang, kamu bisa terus belanja sampai akhirnya kaget saat tagihan datang.
Belum lagi adanya biaya tambahan, seperti bunga per bulan atau denda keterlambatan. Hal ini tentu membuat jumlah utangmu akan lebih banyak dari nominal transaksi yang kamu lakukan.
5. Jarang Cek Riwayat Transaksi
Kebiasaan lain yang dilakukan orang dalam menggunakan e-wallet adalah lupa atau jarang memeriksa riwayat transaksi. Padahal ini cara yang ampuh untuk mengevaluasi pengeluaran.
Dengan cek riwayat transaksi secara berkala, kamu jadi tahu kemana uangmu digunakan. Sebaiknya cek riwayat secara berkala tiap akhir bulan, sehingga kamu bisa membenahinya di bulan berikutnya.
Itulah ulasan mengenai kebiasaan buruk menggunakan e-wallet yang bikin dompet cepat kering. Evaluasi lagi kebiasaanmu agar finansialmu selalu stabil dan sehat!
Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kalau penasaran, kamu bisa cek kondisi finansialmu sekarang, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta