Menikah berarti tanggung jawab baru. Ketahui 5 jenis asuransi yang wajib kamu punya setelah menikah agar keuangan tetap aman dan terlindungi.
Punya asuransi ibarat sedia payung sebelum hujan. Asuransi akan melindungi rumah tangga dari risiko yang sesuai dengan jenis asuransi yang dimiliki.
Sebagai produk perlindungan, asuransi idealnya dimiliki oleh semua orang, termasuk yang sudah menikah. Dengan asuransi, anggota keluarga bisa terlindungi dari masalah finansial ketika terjadi risiko yang tidak diinginkan.
Dalam praktiknya, pemegang polis asuransi akan membayar premi secara berkala setiap bulan dengan nominal yang sudah disepakati, sesuai dengan produk asuransi yang dipilih.
Sebagai imbal balik, perusahaan asuransi akan memberikan jaminan perlindungan kepada penerima manfaat, baik dana manfaat pada asuransi jiwa maupun biaya medis dan pengobatan pada asuransi kesehatan.
Baca juga: Asuransi Kesehatan: Pengertian dan Apa Saja Manfaatnya
Asuransi Wajib Setelah Menikah
Punya asuransi merupakan tanda cinta bagi orang-orang tersayang. Pasalnya, yang dilindungi bukan cuma pemegang polis, tetapi penerima manfaatnya, dalam hal ini anak dan istri dalam keluarga.
Berikut ini beberapa jenis asuransi yang sebaiknya dimiliki oleh kamu yang sudah menikah!
1. Asuransi Kesehatan
Begitu menikah, prioritas pertama adalah melindungi kesehatan keluarga. Biaya berobat semakin lama semakin tinggi, dan sakit bisa datang kapan saja tanpa kenal waktu.
Di Indonesia, kamu bisa memiliki asuransi kesehatan melalui BPJS Kesehatan yang memang diwajibkan oleh pemerintah. Kelebihannya adalah iuran yang cukup terjangkau. Bahkan jika kamu bekerja di suatu perusahaan, kepesertaan BPJS Kesehatan sudah diurus oleh pihak kantor.
Hanya saja, ada beberapa penyakit yang tidak ditanggung BPJS. Oleh karena itu, kamu mungkin perlu juga memiliki polis asuransi kesehatan swasta, untuk dapat perlindungan maksimal dari berbagai jenis penyakit.
2. Asuransi Jiwa
Jenis kedua yang wajib dimiliki adalah asuransi jiwa, yaitu produk perlindungan yang bertujuan menanggung kerugian finansial bagi keluarga yang disebabkan oleh kematian terlalu cepat pemegang polis atau tulang punggung keluarga.
Asuransi jiwa bisa dibilang merupakan tanda cinta oleh pemegang polis atau tertanggung kepada orang-orang yang dicintai sebagai penerima manfaat.
Pasalnya, manfaat asuransi jiwa tidak hanya untuk dirimu sebagai tulang punggung keluarga, tetapi juga akan dirasakan oleh anak dan istri ketika kamu meninggal dunia.
Dalam praktiknya, ada beberapa jenis asuransi jiwa, yaitu asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup, asuransi jiwa dwiguna, dan asuransi jiwa unit link.
Dari beberapa jenis asuransi jiwa itu, ada yang memberikan manfaat berupa pencairan dana manfaat sebelum meninggal dunia. Syaratnya, asuransi yang kamu miliki harus punya nilai tunai yang bisa dicairkan sesuai ketentuan.
3. Asuransi Penyakit Kritis
Memasuki fase rumah tangga berarti kamu tidak lagi hanya bertanggung jawab atas diri sendiri, tapi juga pasangan, bahkan nantinya anak.
Risiko penyakit kritis seperti kanker, stroke, atau serangan jantung bisa datang tanpa diduga, dan biaya pengobatannya sering kali sangat besar hingga bisa menguras tabungan bahkan membuat keuangan keluarga berantakan.
Perlindungan dari asuransi penyakit kritis bukan hanya soal biaya medis di rumah sakit, tapi juga memberikan dana tunai yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain.
Misalnya, menutup biaya hidup sehari-hari ketika salah satu pasangan tidak bisa bekerja karena sakit, membayar cicilan rumah, hingga memastikan pendidikan anak tetap berjalan.
Dengan kata lain, asuransi ini memberi “jaring pengaman” agar kestabilan keuangan keluarga tidak terguncang meski kondisi kesehatan terganggu.
Baca juga: Cek Darah Ditanggung Asuransi? Ini Faktanya!
4. Asuransi Kendaraan Bermotor
Jenis berikutnya adalah asuransi kendaraan bermotor. Risiko di jalan itu besar, mulai dari kecelakaan, kehilangan, sampai kerusakan karena bencana alam.
Dengan asuransi kendaraan, biaya perbaikan atau kerugian tidak perlu ditanggung sendiri, melainkan tinggal klaim ke perusahaan asuransi. Jadi, mobilitas keluarga tetap lancar tanpa membuat kantong jebol.
Dalam praktiknya, asuransi kendaraan bermotor memiliki beberapa jenis. Pertama asuransi all risk atau comprehensive, yang memberikan perlindungan pada kendaraan secara menyeluruh dari berbagai kerusakan.
Kedua adalah asuransi TLO atau Total Loss Only, yaitu jenis asuransi yang menanggung biaya perbaikan mobil atau motor dengan kerusakan total di atas 75%. Di samping itu juga ada jenis lain, seperti asuransi perluasan dan asuransi collision coverage.
5. Asuransi Kebakaran Rumah (Properti)
Asuransi kebakaran adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan finansial terhadap kerugian atau kerusakan properti yang disebabkan oleh kebakaran, serta resiko terkait lainnya seperti ledakan, kejatuhan pesawat terbang asap, kerusuhan, huru-hara, kerusakan akibat air, angin topan, dan banjir.
Biasanya asuransi ini termasuk jenis asuransi properti yang sangat bermanfaat. Jenis asuransi ini biasanya sudah include dalam akad KPR, sehingga sering disebut sebagai asuransi rumah KPR.
Prinsip kerjanya sama seperti asuransi pada umumnya. Kamu diharuskan membayar sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu sebagai premi, dan sebagai imbalan, kamu akan mendapat manfaat ketika rumah dan isinya mengalami kerugian/kerusakan akibat kebakaran.
Itulah beberapa jenis asuransi yang wajib kamu punya setelah menikah. Jika belum punya, kamu bisa membeli polis asuransi melalui OCBC. Di sana, ada beberapa jenis asuransi seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi jiwa berjangka, hingga asuransi umum
Dengan manfaatnya yang besar, asuransi bisa membantu dalam menjaga aset, sehingga ketika risiko terjadi, kamu nggak perlu menghabiskan tabungan untuk melanjutkan hidup.
Ketika aset terjaga, tabungan aman, investasi tak terganggu, pada akhir keuangan dan finansial akan tetap sehat. Dengan finansial yang sehat, beban hidup akan terasa ringan.
Sebelum beli asuransi, ada baiknya kamu cek kesehatan keuangan melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. Layanan ini bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu mendiskusikan hasilnya dengan Nyala Trainer dalam layanan konsultasi 1 on 1.
Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat, termasuk jenis asuransi apa yang urgent kamu miliki!
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: 5 Perbedaan Masa Tunggu dan Tenggang dalam Asuransi