Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Fakta Mengejutkan tentang High Risk High Return

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 30 Agustus 2025 | 602 dilihat

5 Fakta Mengejutkan tentang High Risk High Return

High risk high return adalah prinsip investasi yang menyatakan bahwa potensi keuntungan tinggi berbanding lurus dengan risiko yang dihadapi. Prinsip ini melekat pada beberapa instrumen investasi, salah satunya saham.

Pada prinsipnya, high risk high return bisa menjadi panduan bagi investor untuk melakukan penilaian yang hati-hati dan mempersiapkan strategi manajemen risiko yang efektif, terutama dalam investasi yang volatil.

Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara 

Fakta tentang High Risk High Return

Dalam praktiknya, banyak investor, terutama pemula, yang terbuai dengan istilah ini. Mereka hanya fokus pada high return saja, tanpa memperhatikan risiko yang juga sama besarnya. 

Oleh karena itu, kamu harus tahu dan paham beberapa fakta tentang high risk high return berikut ini agar lebih cermat dalam berinvestasi. 

1. Return Tinggi Bukan Kepastian

Prinsip high risk high return sering disalahartikan seolah-olah “kalau berani ambil risiko tinggi, pasti akan dapat untung besar.” Padahal, yang dimaksud return tinggi adalah potensi atau peluang yang bisa terjadi, bukan sesuatu kepastian. 

Misalnya, saham perusahaan teknologi rintisan bisa naik 300% dalam setahun, tapi ada juga kemungkinan nilainya anjlok 70% jika kinerjanya buruk atau pasar berubah. Intinya, tidak ada yang pasti dalam dunia investasi!

2. Risiko Bukan Sekadar Fluktuasi Harga

Banyak investor pemula mengira risiko hanya sebatas harga yang naik-turun. Padahal risiko bisa jauh lebih luas: ada risiko likuiditas, risiko gagal bayar, risiko regulasi, bahkan risiko penipuan. 

Contohnya adalah beberapa saham sektor teknologi di Indonesia yang sempat naik tinggi pada masa pandemi, tapi turun drastis ketika laporan keuangan menunjukkan kerugian.

3. Potensi Cuan Cepat = Potensi Rugi Cepat

Instrumen dengan potensi menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat biasanya juga bisa menghabiskan modal dengan kecepatan yang sama. 

Contohnya trading saham harian (day trading). Dalam satu hari, modal Rp10 Juta bisa jadi Rp15 Juta kalau keputusan tepat, tapi juga bisa tersisa Rp5 Juta atau bahkan habis kalau analisis salah. 

Banyak orang cuma terpesona pada cerita “modal kecil jadi ratusan juta” tanpa melihat bahwa untuk setiap kisah sukses itu, ada banyak kisah rugi besar yang jarang dibagikan.

4. Tinggi Risiko Tidak Selalu Berarti Tinggi Return

Kesalahpahaman paling fatal adalah menganggap bahwa semakin tinggi risiko yang diambil, otomatis semakin tinggi return yang akan didapat. Padahal tidak ada hubungan sebab-akibat yang pasti seperti itu. 

Risiko tinggi hanyalah berarti peluang hasilnya bervariasi lebih besar, bisa sangat tinggi, bisa juga sangat rendah. Contohnya banyak saham penny stock di bursa yang harganya sangat fluktuatif. 

Beberapa dari saham itu memang bisa naik berkali lipat, tapi mayoritas justru hancur nilainya karena fundamental perusahaan lemah.

5. High Risk High Return Harus Diimbangi Manajemen Risiko

Banyak orang berpikir prinsip ini hanya soal keberanian. Padahal yang membuat investor bertahan lama adalah kemampuan mengelola risiko, seperti membatasi porsi modal di instrumen berisiko tinggi, menggunakan strategi cut loss, menetapkan target keuntungan realistis, dan melakukan diversifikasi. 

Baca juga: 9 Cara Menjadi Investor Muda Sukses, Dijamin Mudah & Untung!

Strategi Investasi High Risk High Return

Melihat fakta-fakta tersebut, maka perlu ada strategi yang jitu dalam berinvestasi pada instrumen yang high risk high return. Berikut tips yang bisa kamu coba!

1. Diversifikasi Agresif 

Jangan taruh semua modal di satu aset berisiko tinggi, meski potensi untungnya menggiurkan. Strateginya adalah membagi modal ke beberapa instrumen high risk seperti saham atau reksa dana saham, tapi tetap sisakan porsi untuk aset lebih aman seperti obligasi atau deposito. 

Misalnya, 50% ke saham volatilitas tinggi, 30% ke saham blue chip, dan 20% ke obligasi. Diversifikasi akan menyelamatkan saat satu aset jeblok, sehingga kerugian bisa tertutup dari performa aset lain.

2. Money Management Ketat

High risk berarti fluktuasi harga bisa ekstrem, jadi tentukan batas kerugian (cut loss) dan target profit sejak awal. Contohnya, kalau beli saham Rp1.000 per lembar, kamu bisa set cut loss di Rp900 (rugi 10%) dan take profit di Rp1.200 (untung 20%). 

Dengan disiplin pada batas ini, kamu bisa menghindari kerugian yang terus melebar hanya karena berharap harga “balik lagi.”

3. Timing dan Analisis yang Matang

Masuk ke aset berisiko tinggi tanpa analisis sama saja seperti berjudi. Gunakan analisis teknikal untuk melihat momentum harga, dan analisis fundamental untuk mengukur kesehatan aset atau perusahaan. 

Misalnya, banyak investor saham menunggu momen “breakout” dari level resistance untuk masuk, lalu keluar saat sinyal overbought muncul. Strategi ini mengurangi kemungkinan terjebak di harga puncak saat euforia pasar mulai pudar.

Salah satu instrumen investasi yang tergolong high risk high return adalah Reksa Dana Saham. Ini adalah jenis reksa dana yang sebagian besar dana yang diinvestasikan akan dialokasikan pada instrumen saham. 

Produk ini dikelola oleh manajer investasi profesional, bersifat agresif (risiko tinggi), dan cocok untuk investor dengan tujuan jangka panjang, di atas 5 tahun.

Jika tertarik investasi pada reksa dana saham, kamu bisa membelinya melalui OCBC mobile. Tak hanya reksa dana saham, OCBC mobile juga menawarkan jenis reksa dana lain, seperti Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, dan sebagainya. 

Selain produknya yang beragam, beli Reksa Dana di OCBC Mobile juga menawarkan pilihan manajer investasi yang beragam, sesuai dengan preferensi calon investor. 

Itulah ulasan mengenai fakta-fakta tentang high risk high return beserta strategi yang bisa diterapkan. Perlu diingat, investasi harus sesuai profil risiko dan tujuan berinvestasi. 

Selain itu, berinvestasilah saat finansial benar-benar dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, periksakan kesehatan finansialmu sekarang juga melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasilnya dengan Nyala Trainer, loh! 

Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page