Ada banyak modus investasi bodong yang beroperasi dan mengancam masyarakat. Salah satunya adalah money game, yaitu praktik bisnis menghimpun dana masyarakat dengan janji memberikan komisi setiap ada perekrutan anggota baru.
Money game mirip dengan skema ponzi dan dikenal sebagai skema piramida atau pyramid scheme. Keuntungan atau komisi yang diberikan bukan berasal dari penjualan atau aktivitas bisnis yang legal, melainkan berasal dari perekrutan anggota.
Untuk mengelabui calon anggota, pelaku money game memang menyebutkan adanya produk yang dijual. Namun produk itu sebenarnya hanya kamuflase belaka.
Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas dan Contohnya untuk Pemula
Ciri-ciri Money Game
Money game merupakan skema investasi bodong yang berujung pada penipuan. Berikut ini beberapa ciri money game yang perlu diwaspadai.
1. Keuntungan Nggak Masuk Akal
Ciri money game yang pertama adalah janji keuntungan yang sangat tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko atau dengan risiko yang sangat rendah.
Misalnya, menjanjikan keuntungan bulanan 10% atau lebih tanpa penjelasan tentang bagaimana keuntungan tersebut diperoleh.
Tawaran ini terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan digunakan untuk menarik investor agar cepat bergabung.
2. Tidak Ada Produk
Tidak ada produk atau layanan nyata yang dijual. Jika ada produk, biasanya produk tersebut hanya dijadikan kedok atau formalitas untuk menyembunyikan skema penipuan.
Fokus utama money game adalah merekrut anggota baru daripada menjual produk atau layanan. Pendapatan berasal dari uang yang disetorkan oleh anggota baru, bukan dari penjualan produk.
3. Perekrutan Berjenjang
Money game berbasis pada sistem perekrutan berjenjang. Artinya anggota diminta untuk merekrut orang lain agar bergabung dengan skema tersebut.
Setiap anggota yang berhasil merekrut akan mendapatkan komisi atau bonus. Dalam skema ini, semakin banyak orang yang direkrut, semakin besar komisi yang didapatkan.
4. Tidak Berizin
Money game tidak memiliki izin usaha atau lisensi yang dikeluarkan oleh otoritas keuangan yang sah, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia.
Mereka beroperasi di luar pengawasan regulasi atau menggunakan lisensi palsu untuk menutupi aktivitas mereka.
Baca juga: 25 Ide Bisnis yang Menguntungkan dan Simpel
Bahaya Money Game
Karena merupakan investasi bodong, tentu saja money game ini akan membahayakan baik keuangan maupun mental. Berikut bahaya money game yang harus dihindari.
1. Kehilangan Uang
Money game dirancang untuk menguntungkan segelintir orang di puncak skema, sementara peserta baru hanya jadi korban.
Ketika sistem tidak lagi mampu merekrut anggota baru, aliran dana berhenti dan semua peserta di level bawah kehilangan uangnya. Rugi bisa 100% tanpa ada jaminan uang kembali.
2. Tidak Punya Legalitas
Money game tidak terdaftar atau tidak diawasi oleh otoritas keuangan resmi. Artinya, kalau uang kamu hilang, kamu tidak bisa menuntut secara hukum karena aktivitasnya tidak diakui secara legal.
Hal ini tentu berbeda dengan investasi resmi yang berada di bawah pengawasan OJK atau lembaga sejenis.
3. Merusak Hubungan Sosial
Banyak money game menggunakan sistem rekrutmen yang memanfaatkan jaringan pertemanan dan keluarga.
Ketika terjadi kerugian, hubungan bisa rusak karena adanya rasa bersalah, tuduhan menipu, atau kehilangan kepercayaan. Ini adalah efek domino yang tidak disadari sejak awal.
4. Menyebabkan Ketergantungan
Karena menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, money game membuat orang ketagihan dan mulai tergoda memasukkan uang lebih banyak.
Hal ini bisa menjerumuskan seseorang dalam pola pikir berjudi dan spekulasi berlebihan, yang berbahaya bagi stabilitas keuangan pribadi.
5. Berpotensi Terjerat Hukum
Meskipun awalnya hanya ikut-ikutan, peserta money game yang aktif merekrut orang lain bisa dianggap turut menyebarkan praktik ilegal.
Kalau skema ini terbongkar oleh aparat, kamu bukan hanya kehilangan uang, tapi bisa juga diproses secara hukum karena terlibat dalam kegiatan penipuan berkedok investasi.
Jika memang punya uang, daripada ikut money game yang merugikan, akan jauh lebih baik jika uang itu diinvestasikan.
Saat ini, investasi sudah semakin mudah. Kamu bisa memulainya dengan nominal kecil, seperti Rp100 Ribu, dan dilakukan dari rumah melalui ponsel yang tersambung internet.
Tertarik investasi mulai Rp10 Ribu? Caranya gampang, buka rekening OCBC melalui OCBC Mobile. Di sana kamu bisa mulai investasi emas dengan hanya Rp10 Ribu saja. Selain itu, kamu bisa investasi pada instrumen lain seperti reksa dana, deposito, hingga obligasi.
Dengan mulai kecil, kamu bisa belajar sambil jalan dan membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Seiring waktu, kamu akan lebih percaya diri untuk menambah nominal atau menjajal instrumen yang lebih kompleks.
Dengan begitu, kamu akan tahu seberapa baik finansialmu dan bisa menentukan instrumen investasi apa yang cocok.
Cara mengecek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang untuk mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: 7 Tips Memilih Obligasi Agar Untung Maksimal, Yuk Coba!