Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Alasan Kenapa Pasangan Muda Sulit Punya Tabungan

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 25 September 2025 | 445 dilihat

5 Alasan Kenapa Pasangan Muda Sulit Punya Tabungan

Temukan 5 alasan pasangan muda sulit menabung dan cara mengatasi kebiasaan boros sehari-hari agar keuangan tetap aman!

Tabungan itu hendaknya dimiliki oleh semua orang, baik yang masih single, baru menikah, maupun berkeluarga dan punya anak. Dana yang ditabung atau investasi ini bisa digunakan untuk keperluan di masa depan, baik yang sifatnya mendesak maupun tujuan finansial. 

Hanya saja, tidak semua orang punya tabungan, apalagi pasangan yang baru menikah. Hal ini bukan karena tidak ada uang untuk menabung, melainkan adanya kebiasaan-kebiasaan finansial kecil yang membuat tabungan nggak jadi prioritas. 

Misalnya, tidak langsung menyisihkan uang tabungan ketika menerima gaji. Artinya, uang yang ditabung hanya berupa sisa di akhir bulan, yang seringnya justru tidak ada sisa atau kalaupun ada jumlahnya kecil. 

Baca juga: 5 Realita VS Ekspektasi Keuangan dalam Hubungan Rumah Tangga

Alasan Pasangan Muda Sulit Punya Tabungan

Ada banyak alasan mengapa pasangan muda sulit punya tabungan. Biasanya, alasan-alasan itu berkaitan dengan gaya hidup dan keputusan finansial yang tidak didasari pertimbangan. Berikut beberapa di antaranya!

1. Fokus ke Gaya Hidup Kekinian

Kebanyakan pasangan muda lebih prioritasin nongkrong di café, staycation, atau beli barang yang sedang tren ketimbang nyisihin uang buat tabungan. Nggak salah sih, tapi kalau terus-terusan begitu, tabungan jadi nol.

Solusinya, pasangan bisa bikin aturan sederhana: dari total penghasilan bulanan, sisihkan dulu minimal 20% ke tabungan sebelum belanja gaya hidup. 

Dana untuk tabungan harus disisihkan di awal, bukan sisa di akhir bulan! Dengan begitu, kalian masih bisa hangout tanpa rasa bersalah karena tabungan tetap jalan.

2. Gaji Habis Buat Cicilan

Kredit motor, KPR, hingga paylater bikin keuangan jadi berat. Akhirnya, uang yang masuk langsung ludes sebelum sempat disimpan. Solusinya adalah bikin aturan cicilan maksimal 30% dari total penghasilan. 

Ketika cicilan sudah lebih dari itu, coba review ulang mana yang bisa dilunasi lebih cepat atau bahkan dihindari. Jika beban cicilan lebih ringan, maka kalian bisa punya ruang buat nabung.

3. Nggak Punya Visi Keuangan yang Sama

Beda tujuan keuangan bikin tabungan susah terkumpul. Misalnya, suami pengen beli motor baru, sementara istri fokus renovasi rumah. Jika dibiarkan, kondisi ini bikin tabungan nggak jelas arahnya. 

Solusinya, kalian perlu rutin diskusi keuangan, minimal sekali sebulan. Tentukan tujuan bersama, misalnya punya dana darurat, liburan bareng, atau tabungan anak. Dengan visi yang sama, menabung jadi lebih konsisten.

Baca juga: 5+ Contoh Visi Misi Pernikahan, Fungsi, dan Cara Menyusunnya

4. Menyepelekan Pengeluaran Kecil

Jajan kopi, delivery makanan, atau langganan aplikasi streaming biasanya dianggap sepele. Padahal kalau dihitung setahun, jumlahnya bisa jutaan. Solusinya adalah catat semua pengeluaran kecil biar lebih kelihatan. 

Kalian bisa pakai aplikasi keuangan, lalu evaluasi bareng. Dari situ, bisa diputuskan pengeluaran mana yang layak dipertahankan dan mana yang perlu dipangkas. Cara ini bikin tabungan lebih cepat terkumpul.

5. Kurang Disiplin dengan Tabungan

Ada pasangan yang sebenarnya sudah niat nabung, tapi begitu ada promo atau kebutuhan mendadak, uang tabungan malah diutak-atik. Akhirnya, saldo tabungan selalu kembali ke titik nol. 

Solusinya, buat rekening terpisah khusus tabungan yang nggak ada kartu ATM-nya. Jadi uang yang sudah masuk ke situ lebih sulit diambil. Bisa juga pakai fitur autodebet, sehingga tabungan otomatis terisi setiap bulan tanpa harus diingatkan lagi.

Itulah beberapa alasan mengapa pasangan muda sulit punya tabungan lengkap dengan solusinya. Disiplin menabung bukan hanya untuk masa depan yang cerah, tapi juga menandakan sehatnya keuangan kalian saat ini.

Sebelum mulai menabung, ada baiknya kamu cek kesehatan keuangan dengan melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kalian juga bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. 

Melalui layanan ini, kalian jadi tahu bagaimana kondisi keuangan saat ini, serta strategi pengelolaan yang tepat agar kebutuhan terpenuhi, keinginan terwujud, tapi tetap punya tabungan untuk masa depan yang lebih baik.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta 2025


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page