Utang biasanya jadi jalan pintas bagi seseorang untuk mendapat uang lebih dari penghasilan yang dimiliki. Tujuan berutang dibagi menjadi dua, yaitu utang produktif dan utang konsumtif.
Tujuan produktif, seperti utang untuk modal usaha, bisa jadi tidak terlalu masalah. Sementara utang dengan tujuan konsumtif, seperti membeli barang untuk gaya hidup saja, tentu akan menjadi beban bagi keuangan.
Baca juga: Apa itu Utang Jangka Pendek? Pengertian, Contoh dan Jenisnya
Bad Habits yang Harus Disetop agar Bebas Utang
Dalam praktiknya, ada juga orang yang punya utang menggunung akibat kebiasaan buruk yang dia lakukan. Nah untuk hidup yang bebas utang, kebiasaan-kebiasaan buruk ini tentu harus dihentikan! Apa saja bad habits itu? Berikut beberapa di antaranya!
1. Hidup Lebih Besar dari Gaji
Kebiasaan paling umum yang bikin orang terjerat utang adalah gaya hidup yang melebihi kemampuan finansial. Misalnya gaji Rp6 Juta, tapi tiap bulan pengeluaran bisa Rp7–8 Juta karena sering nongkrong di cafe mahal, belanja barang branded, atau FOMO ikut tren.
Akhirnya, untuk menutup kekurangan itu, kartu kredit atau paylater jadi jalan pintas. Padahal, ini seperti gali lubang tutup lubang. Jika kamu mau bebas dari utang, hentikan kebiasaan "besar pasak daripada tiang”!
2. Bayar Kartu Kredit dengan Minimum Payment
Salah satu kebiasaan buruk yang sering bikin orang terjebak dalam utang adalah hanya membayar minimum payment kartu kredit.
Sekilas memang terasa ringan karena kamu cuma perlu setor sekitar 5–10% dari total tagihan, sehingga kelihatannya beban bulanan jadi lebih kecil. Tapi sebenarnya, kebiasaan ini sama saja dengan “menunda bom waktu” yang suatu saat pasti meledak.
Ketika kamu hanya bayar minimum, sisa tagihan yang tidak terbayar akan otomatis dianggap sebagai utang berjalan dan langsung dikenakan bunga kartu kredit yang tinggi, yaitu 2–3% per bulan atau bisa lebih dari 30% dalam setahun.
Artinya, tagihanmu bukan berkurang, malah terus bertambah besar karena bunga dan biaya lainnya ikut menumpuk.
3. Tidak Punya Anggaran Bulanan
Banyak orang merasa uangnya "tiba-tiba habis" padahal sebenarnya bocor di hal-hal kecil. Karena tidak ada catatan, pengeluaran kecil seperti beli kopi, jajan online, atau belanja online jadi tidak terasa.
Kebiasaan ini membuatmu tidak sadar seberapa besar uang yang keluar, dan akhirnya menutupinya dengan utang. Jika ingin bebas dari utang, stop kebiasaan hidup tanpa budgeting!
Mulailah bikin anggaran bulanan sederhana: pisahkan pos kebutuhan pokok, tabungan, hiburan, dan cicilan. Dengan begitu, kamu bisa kontrol keuangan, bukan sebaliknya.
4. Menunda Bayar Tagihan
Kebiasaan menunda pembayaran tagihan, baik cicilan kartu kredit, pinjaman online, maupun utang teman, bisa jadi racun yang membuat utang makin menumpuk.
Setiap penundaan biasanya disertai denda atau bunga tambahan. Parahnya, makin lama ditunda, makin berat bebannya.
Jadi, biasakan untuk langsung bayar tagihan segera setelah gajian atau begitu jatuh tempo, jangan tunggu sampai akhir bulan. Disiplin kecil akan menyelamatkanmu dari efek bola salju utang yang makin besar.
5. Pinjam untuk Gaya, Bukan Kebutuhan
Kebiasaan buruk lain yang bikin utang tidak ada habisnya adalah meminjam uang bukan untuk kebutuhan mendesak, tapi untuk gaya hidup. Misalnya pinjam uang demi bisa ikut konser, beli gadget terbaru, atau liburan mewah.
Padahal, begitu acara selesai atau barangnya sudah tidak hype, yang tersisa hanya cicilan panjang. Jika ingin bebas dari utang, hentikan kebiasaan meminjam demi gengsi!
Ingat, utang seharusnya hanya dipakai untuk keperluan produktif atau sangat penting, bukan untuk kesenangan sesaat.
Utang harus dikelola secara efektif, karena jika tidak, utang ini akan mempengaruhi kesehatan finansialmu. Untuk itu, kamu perlu mengecek kesehatan keuangan terlebih dulu sebelum memutuskan untuk utang.
Mengecek kesehatan finansial kini bisa dilakukan dengan mudah melalui Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Mengenal Plafon Utang, Ini Contoh dan Cara Menghitungnya