Capai hidup ideal di Jakarta! Pelajari tips mengatur keuangan keluarga agar kebutuhan terpenuhi dan sisa uang untuk investasi!
Perencanaan keuangan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kesehatan keuangan keluarga. Apalagi jika keluarga itu tinggal di Jakarta, yang dikenal biaya hidupnya yang mahal.
Dengan perencanaan keuangan yang baik, keluarga akan mudah dalam mencapai tujuan keuangan itu sendiri, sehingga menjadi keluarga yang sejahtera.
Dalam praktiknya, perencanaan keuangan dilakukan dengan mengelola penghasilan sebaik mungkin, untuk mencapai tujuan keuangan, mulai dari kebutuhan harian, kebutuhan sekunder dan tersier, hingga persiapan pendidikan anak dan pensiun.
Baca juga: 8 Tantangan Memasarkan Brand di Era Digital dan Cara Mengatasinya
Berapa Gaji Ideal di Jakarta?
Jakarta merupakan kota dengan biaya hidup paling tinggi di Indonesia berdasarkan Survei Biaya Hidup tahun 2022 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan survei tersebut, nilai rata-rata konsumsi di Jakarta tembus Rp 14,88 Juta per bulan. Artinya, gaji yang ideal untuk seorang yang masih single di Jakarta adalah sekitar Rp 15 Juta.
Jika dia sudah menikah, maka gaji ideal pasangan suami istri berkisar antara Rp 25-30 Juta. Begitu pun dengan keluarga yang sudah punya anak, maka gaji idealnya menyesuaikan jumlah anak yang dimiliki.
Itu ketika bicara ideal. Pada kenyataannya, Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta masih jauh di bawah nominal gaji ideal. Diketahui, UMP Jakarta 2024 berada di angka Rp 4,9 Juta saja.
Sedangkan, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada Februari 2024 menunjukkan bahwa rata-rata gaji di Jakarta berada di angka RP 5,25 Juta. Sementara rata-rata gaji tertinggi di Jakarta adalah Rp 8,64 Juta.
Lubang antara gaji ideal dan kenyataan yang ada terlalu besar. Bahkan dengan gaji rata-rata tertinggi saja, yaitu Rp 8,64 Juta, kamu masih kurang sekitar Rp 7 Jutaan untuk mencapai angka gaji ideal.
Untuk itu, individu maupun keluarga di Jakarta perlu mengelola keuangannya dengan baik.
Baca juga: Pilih Jurusan yang Tepat, Agar Prospek Karir Melesat
Rumus Keuangan Keluarga Jakarta
Mengelola keuangan keluarga di Jakarta, yang memiliki biaya hidup relatif tinggi, memerlukan perencanaan dan strategi yang matang.
Rumus keuangan keluarga bisa disusun berdasarkan pembagian persentase yang mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan lain-lain.
Berikut adalah salah satu rumus sederhana yang bisa diaplikasikan.
1. Kebutuhan Pokok (50%)
Kebutuhan pokok mencakup biaya hidup sehari-hari seperti makanan, transportasi, tagihan listrik, air, internet, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Di kota besar seperti Jakarta, kebutuhan pokok ini biasanya memakan porsi terbesar dari pendapatan keluarga.
Namun, kamu harus membedakan mana biaya hidup dan gaya hidup. Biaya hidup adalah kebutuhan sesungguhnya, sementara gaya hidup lebih mengarah pada pemenuhan gengsi.
2. Tabungan dan Investasi (20%)
Penting untuk selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan investasi. Keduanya memiliki fungsi yang sama, tetapi perlu untuk dibedakan.
Pasalnya, tabungan identik dengan uang yang disimpan saja, sementara investasi bertujuan untuk meningkatkan kekayaan, dalam rangka mencapai tujuan keuangan di masa depan.
Sebagai contoh, kamu bisa menyisihkan 5% dari total 20% ini sebagai tabungan, sementara 15% lainnya diinvestasikan.
Investasi juga perlu strategi. Pastikan kamu mengetahui detail produk investasi yang dipilih, lalu sesuaikan dengan profil risiko investasi pribadimu.
Untuk lebih mudahnya, kamu bisa berinvestasi melalui platform aplikasi OCBC Mobile. Di sana ada banyak pilihan produk investasi, seperti Tabungan Emas, Obligasi Deposito, hingga Reksa Dana.
Menariknya lagi, investasi di OCBC Mobile juga dilengkapi dengan survei profil risiko. Artinya, kamu bisa mengetahui profil risiko sebelum berinvestasi, dan mendapat saran produk yang sesuai dengan profil risiko tersebut.
3. Utang/Cicilan (20%)
Jika keluarga memiliki utang atau cicilan, alokasikan maksimal 20% dari penghasilan untuk membayar utang.
Jumlah ini penting agar tidak mengganggu pos pengeluaran lain. Cicilan yang melebihi angka ini akan membebani keuangan keluarga.
Selain itu, pastikan kamu menghindari utang dengan bunga tinggi. Jika barang yang diinginkan tidak terlalu esensial, ada baiknya untuk bersabar dan menabung ketimbang mencari pinjaman.
4. Kebutuhan Sekunder (10%)
Kebutuhan sekunder ini meliputi hiburan, rekreasi, makan di luar, dan belanja pakaian. Meskipun tidak wajib, kebutuhan ini penting untuk menjaga keseimbangan gaya hidup agar tidak terlalu kaku.
5. Asuransi (5%)
Sisihkan sebagian dari penghasilan untuk asuransi, baik kesehatan, jiwa, atau aset. Asuransi penting untuk mengantisipasi risiko finansial di masa depan, khususnya di kota seperti Jakarta yang penuh dengan ketidakpastian.
Baca juga: Segini Gaji dan Biaya Hidup di Jerman untuk 1 Bulan
Contoh Pengaplikasian Rumus
Jika sebuah keluarga di Jakarta memiliki pendapatan bulanan Rp 15 Juta, alokasi anggaran untuk pos-pos keuangan sesuai rumus di atas adalah sebagai berikut.
- Kebutuhan Pokok (50%): Rp7.500.000
- Tabungan dan Investasi (20%): Rp3.000.000
- Utang/Cicilan (20%): Rp3.000.000
- Kebutuhan Sekunder (10%): Rp1.500.000
- Asuransi (5%): Rp750.000
Rumus ini bisa disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing keluarga, tetapi tujuannya adalah menjaga keseimbangan dan stabilitas finansial di tengah biaya hidup yang tinggi.
Selain mengaplikasikan rumus tersebut, ada baiknya keluarga memantau kondisi kesehatan finansial secara berkala. Mengetahui finansial sehat atau tidak sangat penting, sebagai landasan mengambil keputusan terkait keuangan.
Kabar gembiranya, kamu sekarang bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: 8 Cara Mendapatkan Uang dari TikTok di Tahun 2024