Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Panduan Lengkap dan Contoh Perhitungan PPh 21 di 2024

Oleh: ruangmenyala

Last updated: 10 Mei 2024 | 3K dilihat

Panduan Lengkap dan Contoh Perhitungan PPh 21 di 2024

Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh 21 adalah jenis pajak yang dibayarkan perorangan atas penghasilannya, baik berupa gaji, tunjangan, honorarium, upah, dan pembayaran lainnya. Lantas, bagaimana perhitungan PPh 21 untuk setiap individu?

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh 21 telah diatur dalam Bab V Pasal 9 Peraturan Direktur Jenderal Pajak (PER) Nomor PER-16/PJ/2016. Di tahun 2023, Ditjen Pajak menetapkan peraturan baru terkait skema perhitungan PPh 21 yang efektif berlaku di tahun 2024.

Memahami apa saja yang diperbarui dalam perhitungan PPh 21 tentu penting, baik untuk karyawan maupun perusahaan. Untuk membantumu memahami peraturan terbaru di PPh 21 ini, artikel ini akan membahasnya secara komprehensif. Yuk, simak!

Apa Itu PPh 21?

Pengenaan PPh 21 dibebankan kepada seorang individu atas penghasilan dari pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukannya di dalam negeri. Subjek pajak pengenaan PPh 21 adalah sebagai berikut:

  • Pekerja bebas atau bukan pegawai.
  • Pekerja formal atau karyawan/pegawai.
  • Pekerja sekaligus pengusaha.
  • Wajib pajak pribadi sebagai pengusaha.

Besarnya PPh 21 dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku dan penghasilan bruto yang diterima oleh penerima penghasilan. Pemotongan penghasilan ini biasanya dilakukan oleh pemberi kerja atau instansi yang memberikan gaji untuk kemudian disetor ke Ditjen Pajak.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung PPh 23? Ketahui Tarif & Contohnya

Perubahan Perhitungan PPh 21 Terbaru Tahun 2024

Pemerintah telah mengatur kembali perhitungan PPh 21 melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 Tahun 2023. Melalui perubahan ini, terdapat 2 skema baru yang diberlakukan, yaitu:

1. Tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh

Pasal ini mengatur perhitungan PPh 21 setahun di masa pajak terakhir.

2. Tarif efektif rata-rata (TER) pemotongan PPh Pasal 21

Skema tarif efektif rata-rata ini mengatur perhitungan PPh 21 selain masa pajak terakhir atau secara bulanan dan harian.

Adapun skema perhitungan PPh 21 yang terbaru akan didasarkan pada subjek penerima dari jenis penghasilannya dan penerapan waktu perhitungan pajak. Pembaruan cara menghitung PPh 21 ini didasarkan pada kompleksitas perhitungan sebelumnya. 

Diperlukan simplifikasi dan penyederhanaan perhitungan PPh 21 untuk mencegah kekeliruan dan memudahkan proses administrasi. Skema perhitungan baru ini tidak menambah beban pajak baru karena pada dasarnya digunakan sebagai metode perhitungan pajak secara bulanan maupun harian. 

Berikut adalah detail perubahan perhitungan PPh 21 untuk masing-masing status subjek pajak:

Baca juga: Begini Cara Bayar Pajak UMKM, Aturan dan Perhitungannya

Pegawai Tetap

Berikut adalah skema perhitungan PPh 21 terbaru untuk pegawai tetap:

Pegawai Tidak Tetap

Berikut adalah skema perhitungan PPh 21 terbaru untuk pegawai tidak tetap:

Bukan Pegawai

Berikut adalah skema perhitungan PPh 21 terbaru untuk bukan pegawai:

Subjek Lainnya

Berikut adalah skema perhitungan PPh 21 terbaru untuk subjek pajak lainnya:

Baca juga: Segini Besaran Denda Telat Lapor SPT dan Cara Membayarnya

Contoh Perhitungan PPh 21

Agar lebih mudah memahami skema peraturan yang baru, berikut adalah contoh perhitungan PPh 21 untuk status subjek pegawai tetap:

Tuan A adalah pegawai tetap di Perusahaan Pratama. Ia sudah menikah dan memiliki 2 tanggungan (K/1). Berikut adalah detail gaji bruto yang diterima setiap bulannya, pembayaran iuran pensiun, premi JKK dan JKM, bonus, dan THR:

Adapun berikut adalah detail iuran pensiun dan biaya jabatan yang dibayarkan oleh Tuan A sebagai pengurang pajak.

Dengan informasi tersebut, maka perhitungan PPh 21 untuk Tuan A terutang pada bulan Desember 2024 adalah sebagai berikut:

Demikian pembahasan tentang perhitungan PPh 21 setelah diberlakukannya ketentuan yang baru. Pada intinya, penetapan terbaru ini bertujuan untuk memudahkan perhitungan menjadi lebih sederhana.

Selain memperhatikan nominal kewajiban PPh 21 yang harus dibayarkan, penting untuk memastikan bahwa kondisi keuanganmu berada dalam keadaan baik. Kamu bisa menggunakan layanan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNyala untuk mengecek kesehatan finansial.

Selanjutnya, kamu dapat menjadwalkan konsultasi 1-on-1 bersama Nyala Trainer secara gratis untuk mendapatkan rekomendasi dari ahlinya perihal kondisi keuanganmu. Jadi, tunggu apa lagi? Segera jadwalkan konsultasimu sekarang juga!

Baca juga: Pajak Daerah : Pengertian, Dasar Hukum, Jenis, dan Tarifnya


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page