Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Minimum Gaji dan Biaya Hidup di Malaysia per Bulan dalam Rupiah

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 28 Mei 2025 | 22K dilihat

Minimum Gaji dan Biaya Hidup di Malaysia per Bulan dalam Rupiah

Malaysia adalah negara tetangga yang banyak menjadi tujuan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hingga 30 Desember 2024, total ada 1,4 juta PMI yang bekerja di Malaysia. 

Angka tersebut menjadikan Malaysia sebagai negara penempatan PMI terbanyak di dunia. 

Memilih Malaysia sebagai tujuan untuk bekerja dan melanjutkan studi sebenarnya masuk akal. Secara kultur dan bahasa, Malaysia masih rumpun melayu yang hampir mirip dengan Indonesia. 

Selain itu, biaya hidup di Malaysia juga tidak terlampau tinggi seperti negara-negara lain. 

Baca juga: 4 Cara Ampuh Memiliki Dana Darurat Saat Gaji UMR

Upah Minimum di Malaysia

Upah minimum di Malaysia mengalami kenaikan yang cukup signifikan mulai tahun 2025. Langkah ini dilakukan pemerintah Malaysia untuk meningkatkan standar hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Dalam aturan baru, sebagaimana dilansir dari laman ASEAN, rata-rata upah minimum di Malaysia adalah sebesar 1.700 ringgit per bulan atau sekitar Rp6.507.003. 

Adapun jika dihitung per hari atau per jam, maka ketentuan pengupahannya adalah sebagai berikut:

  • 6 hari kerja per minggu: 65.38 ringgit atau Rp250.251 per hari
  • 5 hari kerja per minggu: 78.46 ringgit atau Rp300.317 per hari
  • 4 hari kerja per minggu: 98.08 ringgit atau Rp375.415 per hari

Sedangkan upah untuk pekerja dengan sistem jam, maka upah minimumnya adalah sebesar 8.72 ringgit atau Rp33.377 per jam. 

Jika dibandingkan dengan Jakarta, rata-rata upah di Malaysia memang lebih tinggi, tetapi dengan selisih yang tidak terlalu besar. UMP di Jakarta adalah Rp5,39 Juta, sementara di Malaysia Rp6,5 Juta per bulan.

Baca juga: 4 Cara Ampuh Memiliki Dana Darurat Saat Gaji UMR

Biaya Hidup di Malaysia

Malaysia termasuk negara dengan biaya hidup yang relatif terjangkau. Sama seperti di Jakarta, biaya hidup di Malaysia berkisar antara 1.200 sampai 1.700 ringgit, yang jika dirupiahkan sekitar Rp4,5 - Rp6,5 Juta. 

Namun demikian, biaya hidup dan besaran pengeluaran per bulan akan sangat tergantung pada gaya hidup masing-masing individu. 

Sehingga, menurut riset dari beberapa sumber, living cost rata-rata di Malaysia untuk keluarga berjumlah 4 orang sebesar 8.135 ringgit atau Rp31 Juta, sementara untuk single sebesar Rp8,7 Juta. 

Biaya bulanan tersebut sudah mencakup biaya tempat tinggal, biaya makan, biaya utilitas, transportasi, dan sebagainya. 

Adapun untuk biaya tempat tinggal, estimasinya adalah sebesar 120-350 ringgit atau Rp500 Ribu - Rp1,3 Juta. Harga ini cocok untuk kamu yang single maupun keluarga baru. 

Sementara untuk biaya transportasi, ada beberapa pilihan transportasi umum yang bisa kamu jadikan pertimbangan. Berikut beserta harganya:

  • Tiket sekali jalan: 1-3 ringgit atau Rp3 Ribu- Rp10 Ribu
  • Tiket bulanan : 50 ringgit atau Rp182 Ribu
  • Tarif mulai taksi: 4 ringgit atau Rp14 Ribu
  • Taksi tarif per 1km: 3 ringgit atau Rp10 Ribu

Untuk biaya makan, kamu bisa menghemat dengan memasak sendiri. Adapun estimasi biaya makan di Malaysia adalah sebagai berikut:

  • Makan di restoran sederhana: 15 ringgit atau Rp54 Ribu
  • Makanan untuk 2 orang di restoran kelas menengah: 100 ringgit atau Rp364 Ribu
  • Susu 1 liter: 7.48 ringgit atau Rp27.292
  • Roti 500 g: 3.92 ringgit atau Rp14.303
  • Beras 1kg: 5.71 ringgit atau Rp20.834
  • Telur 12 butir: 8.64 ringgit atau Rp31.525
  • Keju 1kg: 61.50 ringgit atau Rp224.399
  • Fillet ayam 1kg: 17.54 ringgit atau Rp63.999
  • Daging sapi 1 kg: 34.88 ringgit atau Rp127.269
  • Kentang 1 kg: 4,04 ringgit atau Rp14.741

Kamu juga harus menyiapkan dana sebesar Rp700 Ribu - Rp1 Juta untuk keperluan utilitas, yang mencakup air, listrik, sampah, internet, dan sebagainya. 

Baca juga: 4 Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Minta Uang, Ini Tipsnya

Tips Hidup Layak di Malaysia

Biaya hidup di Malaysia masih jauh lebih terjangkau jika dibanding negara-negara Eropa, Australia, maupun Singapura yang berdekatan. Meski begitu, kamu tetap harus hidup hemat agar bisa menabung dan investasi. 

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mengelola keuangan keluarga agar tetap hidup layak di Malaysia. 

1. Buat Anggaran Bulanan

Langkah pertama untuk mengelola keuangan adalah membuat anggaran yang sesuai dengan penghasilan. Kamu harus membagi pengeluaran ke dalam beberapa kategori utama, seperti kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. 

Sebagai panduan, alokasikan 50-60% untuk kebutuhan primer (seperti makanan, transportasi, sewa tempat tinggal, dan utilitas), 20% untuk tabungan atau dana darurat. 

Kemudian sisanya untuk kebutuhan sekunder seperti pendidikan, hiburan, dan kesehatan. 

2. Pilih Tempat Tinggal yang Sesuai Budget

Di Jakarta, biaya tempat tinggal sering kali menjadi pengeluaran terbesar. Untuk menekan biaya, kamu bisa memilih kamar kos atau rumah kontrakan yang sesuai dengan budget

Jika tinggal di area pusat kota terlalu mahal, pertimbangkan lokasi di pinggiran kota yang memiliki akses transportasi publik yang baik, seperti MRT, LRT, BRT, dan bus.

3. Berhemat

Pengeluaran sehari-hari bisa menjadi lebih hemat dengan beberapa trik sederhana. Belanja kebutuhan rumah tangga di pasar tradisional atau toko grosir yang menawarkan harga lebih murah dibandingkan supermarket besar. 

Memasak di rumah adalah cara yang efektif untuk mengurangi pengeluaran sekaligus menjaga kesehatan. Hindari kebiasaan jajan atau makan di luar terlalu sering, karena ini bisa menghabiskan anggaran dengan cepat.

4. Usahakan Penghasilan Tambahan

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, kamu bisa mempertimbangkan pekerjaan sampingan yang fleksibel. Misalnya, menjalankan usaha kecil seperti berjualan makanan ringan, membuka jasa laundry kiloan, atau menjadi freelancer di bidang yang sesuai keahlianmu. 

Di era digital, kamu juga bisa mencoba pekerjaan online, seperti menjadi admin media sosial, reseller produk, atau mengikuti program afiliasi. 

Pendapatan tambahan bisa menjadi solusi untuk menutup kekurangan anggaran atau menambah tabungan.

5. Fokus pada Tabungan dan Dana Darurat

Tabungan adalah kunci untuk menghadapi situasi darurat dan memenuhi kebutuhan jangka panjang. Sisihkan minimal 10-20% dari gaji setiap bulan untuk tabungan, meskipun jumlahnya kecil. 

Gunakan rekening terpisah jika kamu sulit menabung pada satu rekening. Selain itu, bangun dana darurat yang idealnya setara 3-6 bulan pengeluaran keluarga. 

Jika merasa kesulitan, gunakan fitur auto-debet dari bank untuk menabung secara otomatis. Dengan konsistensi, dana ini akan menjadi penopang keuangan yang kuat.

Itulah ulasan estimasi biaya hidup di Malaysia dan cara mengoptimalkan gaji untuk hidup layak di sana. 

Selain uraian di atas, sangat penting bagi keluarga untuk mengetahui kondisi kesehatan finansialnya. Kabar gembiranya, kamu sekarang bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1

Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!

Baca juga: 6 Cara Menabung Milenial Yang Efektif & Anti Gagal, Catat!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page