Lagi tren padel di mana-mana? Ternyata bisnis lapangan padel bisa jadi peluang usaha menguntungkan kalau dikelola dengan strategi yang tepat. Yuk, pelajari prospeknya di sini!
Olahraga padel menjadi tren masyarakat urban di Jakarta dan kota-kota besar. Keviralan padel semakin meningkat ketika banyak artis dan influencer yang memainkan olahraga ini di sela-sela kesibukan mereka.
Tren padel ini membuka peluang usaha baru, yaitu investasi membuat lapangan padel. Lalu seberapa menguntungkan usaha yang satu ini?
Baca juga: 7 Rahasia Punya Hobi Tapi Gak Bikin Dompet Tipis
Untung Rugi Bisnis Lapangan Padel
Ukuran standar lapangan padel ganda adalah 20 meter panjang dan 10 meter lebar. Lapangan ini dibagi menjadi dua bagian oleh jaring dan dikelilingi oleh dinding kaca atau kawat yang menjadi bagian dari permainan.
Biaya pembangunan satu lapangan berkisar antara Rp400 Juta - 1,2 Miliar, tergantung jenis lapangan, kualitas material, dan fasilitas apa saja yang ditawarkan.
Lalu bagaimana potensi keuntungan dari bisnis lapangan padel ini? Berikut simulasi sederhananya.
Misalnya kamu membangun 1 lapangan padel di wilayah Jakarta Barat dengan investasi atau modal awal sebesar Rp1,3 Miliar untuk pembangunan, material, struktur baja, net, rumput, dan sebagainya.
Asumsi operasional lapangan padel punyamu adalah sebagai berikut:
- Harga sewa weekday: Rp300 Ribu/jam
- Harga sewa weekend: Rp400 Ribu/jam
- Jam terisi weekday: 5 jam/hari
- Jam terisi weekend: 8 jam/hari
- Weekday/bulan: 22 hari
- Weekend/bulan: 8 hari
Maka perhitungan pendapatannya adalah sebagai berikut:
- Pendapatan weekday: Rp300 Ribu × 5 jam × 22 hari = Rp33 Juta
- Pendapatan weekend: Rp400 Ribu × 8 jam × 8 hari = Rp25,600 Juta
- Pendapatan per bulan: Rp33 Juta + Rp25,6 Juta = Rp58,6 Juta
Kemudian biaya operasional bulanan yang kamu perlu bayar adalah:
- Sewa lahan: Rp20 Juta
- Gaji 2 staf: Rp10 Juta
- Listrik & maintenance: Rp4 Juta
- Marketing & tools: Rp2 Juta
- Total biaya operasional per bulan: Rp36 Juta
Sehingga laba bersih yang kamu dapatkan adalah Rp58,6 Juta - Rp36 Juta = Rp22,6 Juta. Dengan asumsi tersebut, maka proyeksi balik modalnya sebagai berikut:
Investasi awal : laba bersih bulanan: Rp1,3 Miliar : Rp22,6 Juta = 57 Bulan. Artinya, butuh waktu sekitar 4,7 tahun bagi usaha lapangan padelmu itu untuk balik modal!
Baca juga: 11 Contoh Peluang Usaha di Desa Modal Kecil yang Menjanjikan
Tips Memaksimalkan Keuntungan Lapangan Padel
Idealnya sebuah usaha itu bisa balik modal dalam rentang waktu 12-36 bulan. Jika usaha lapangan padelmu itu perlu waktu 57 bulan, maka kamu perlu melakukan beberapa hal berikut untuk memaksimalkan keuntungan sehingga waktu balik modal bisa lebih cepat!
1. Optimalkan Jam Operasional dan Manajemen Okupansi
Jam prime time biasanya sore sampai malam, jadi tantangannya adalah mengisi jam kosong di siang atau pagi. Cara efektifnya bisa dari program off peak price, paket latihan siang, atau kerja sama dengan perusahaan untuk corporate wellness di jam kerja.
Dengan begitu kamu tidak hanya bergantung pada jam padat, tapi tetap menghasilkan sepanjang hari. Semakin banyak jam terisi, semakin cepat arus kas berjalan, dan waktu balik modal otomatis lebih singkat.
2. Tambah Revenue Stream dari Coaching dan Academy
Bisnis padel bukan hanya soal sewa lapangan, tetapi soal ekosistem komunitas dan skill development. Program academy untuk pemula, kelas privat, kursus intensif, sampai event coaching dari pelatih asing bisa jadi sumber pemasukan besar.
Orang baru yang jatuh cinta sama olahraganya bakal rutin datang dan jadi recurring revenue. Selain itu kelas grup memberi margin bagus karena satu pelatih bisa handle beberapa peserta sekaligus, jadi biaya tenaga kerja lebih efisien dibanding sewa lapangan saja.
Baca juga: 7 Usaha yang Jarang tapi Dibutuhkan dan Menguntungkan
3. Bangun Komunitas dan Buat Event Rutin
Komunitas padel adalah mesin pemasaran organik. Pertandingan persahabatan, mini tournament, ladder competition, sampai league format akan bikin pemain betah dan loyal.
Brand olahraga dan lifestyle juga biasanya tertarik sponsor untuk hadiah, merchandise ataupun event support.
Semakin sering fasilitas kamu dipakai sebagai tempat kompetisi dan kumpul komunitas, semakin kuat positioning kamu sebagai hub padel, yang pada akhirnya menaikkan tingkat hunian lapangan dan mempercepat balik modal.
4. Monetisasi Area Tambahan dan Layanan Pendukung
Bisnis lapangan bukan cuma lapangan. Area lounge bisa dimonetisasi dengan minuman kesehatan, coffee corner, locker berbayar, penyewaan raket premium, stringing service, sampai merchandise komunitas.
Bila lokasi mendukung, tambahkan ruang fisioterapi ringan atau kolaborasi dengan nutrisionis untuk healthy bar. Semua ini menciptakan multiple cash flow dari satu fasilitas yang sama.
Gimana tertarik bisnis lapangan padel? Sebelum melangkah, sebaiknya kamu cek kesehatan finansialmu dulu dengan mengikuti Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer.
Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan, termasuk apakah keuanganmu sudah siap untuk berinvestasi membangun lapangan padel atau belum.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FunanciallyFit!
Baca juga: 5 Kebiasaan Pakai E-Wallet Ini Bikin Dompetmu Cepat Kering!