Dana darurat adalah sejumlah dana dana yang sengaja disimpan untuk digunakan saat ada keperluan darurat atau keperluan tidak terduga, dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lain. Tak cuma pribadi, buat kamu yang membuka bisnis, juga wajib memiliki dana darurat bisnis. Mengapa?
Keberadaan dana darurat menjadi salah satu indikator kesehatan finansial. Pasalnya, ketika situasi darurat terjadi dan butuh dana, kamu nggak perlu mengambil tabungan atau menjual aset investasi yang bisa saja sudah punya pos peruntukan masing-masing.
Dalam konteks bisnis, dana darurat disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat yang bisa mengganggu kelancaran operasional bisnis. Fungsinya mirip dengan dana darurat pribadi, tapi untuk kepentingan bisnis dan bukan kepentingan pribadi pemiliknya.
Baca juga: 12 Ide Usaha Sampingan Karyawan, Untung Meski Minim Modal!
Pentingnya Dana Darurat dalam Bisnis
Dalam keuangan pribadi, kondisi darurat yang diantisipasi dengan dana darurat antara lain kehilangan pekerjaan, kecelakaan fatal, hingga pekerja meninggal dunia.
Sementara dalam bisnis, ada beberapa situasi yang masuk kategori darurat dan perlu diantisipasi dengan dana darurat. Berikut beberapa di antaranya.
1. Penurunan Penjualan
Misalnya saat daya beli konsumen turun karena krisis ekonomi, pandemi, atau kompetitor baru muncul. Jika pemasukan anjlok dan operasional tetap jalan, dana darurat bisa dipakai untuk menutup kekurangan arus kas.
2. Piutang Macet
Bisnis yang mengandalkan sistem pembayaran tempo bisa terdampak ketika klien gagal membayar. Ketika kas tak masuk sesuai rencana, dana darurat membantu menjaga agar aktivitas bisnis tetap berjalan.
3. Kerusakan Aset Penting
Contohnya mesin produksi, kendaraan operasional, atau perangkat utama yang rusak tiba-tiba. Dana darurat bisa jadi solusi jika peralatan ini perlu diperbaiki atau diganti agar operasional tidak macet.
4. Kehilangan Mitra Utama
Misalnya supplier utama berhenti produksi, klien utama pindah ke penyedia lain, atau mitra bisnis tutup. Kondisi ini bisa membuat bisnis limbung, sehingga perlu waktu untuk beradaptasi dan dana untuk bertahan.
5. Bencana Alam
Seperti banjir, kebakaran, atau pencurian yang menyebabkan kerugian besar secara fisik maupun finansial. Dana darurat dibutuhkan untuk perbaikan dan menjaga kelangsungan usaha sementara waktu.
Baca juga: 10 Ide Usaha di Kampung yang Unik dan Menjanjikan
Besaran Dana Darurat Bisnis
Besaran dana darurat akan berbeda, tergantung skala bisnis yang dijalankan. Semakin besar skala bisnis, maka dana darurat yang perlu disiapkan juga semakin banyak.
Berikut adalah skema dana darurat berdasarkan skala bisnis yang bisa kamu jadikan acuan.
1. Bisnis Mikro dan Kecil
Idealnya memiliki dana darurat sebesar 3 sampai 6 kali total pengeluaran operasional bulanan. Sehingga jika pengeluaran bisnis kamu Rp10 Juta per bulan, maka dana darurat yang aman berkisar antara Rp30 Juta - Rp60 Juta.
2. Bisnis Skala Menengah
Idealnya menyiapkan dana darurat sebesar 6 sampai 12 bulan biaya operasional. Hal ini karena proses pemulihan terhadap gangguan biasanya butuh waktu lebih lama.
3. Bisnis dengan Risiko Tinggi atau Musiman
Jika bisnismu tergolong musiman (misalnya hanya ramai saat Ramadan atau akhir tahun), atau bergerak di industri yang rentan krisis (seperti event organizer, pariwisata, dll.), sebaiknya siapkan dana darurat lebih besar, bahkan bisa mencapai 12 bulan pengeluaran rutin.
Baca juga: 10 Peluang Usaha Menjanjikan di 2025 yang Cocok untuk Pemula
Cara Membangun Dana Darurat Bisnis
Dana darurat untuk bisnis jumlahnya jadi sangat besar karena mencakup biaya operasional beberapa bulan? Tenang, kamu nggak perlu menyiapkan jumlah tersebut sekaligus!
Sama seperti membangun dana darurat pribadi, kamu juga bisa memiliki dana darurat bisnis dengan cara bertahap. Sisihkan sejumlah dana usaha dan masukkan ke dalam pos dana darurat.
Berikut ini beberapa cara yang bisa ditempuh dalam membangun dana darurat bisnis secara bertahap!
1. Sisihkan Sebagian Keuntungan
Setiap bisnis mendapatkan keuntungan, jangan langsung dihabiskan untuk ekspansi atau keperluan lain. Sisihkan persentase tertentu, misalnya 5–10%, khusus untuk dana darurat.
Konsisten lebih penting daripada besar kecilnya jumlah, karena kebiasaan inilah yang nantinya membuat dana darurat terus bertambah.
2. Pangkas Biaya Operasional yang Tidak Penting
Lihat lagi pos pengeluaran bisnismu. Apakah ada biaya yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa mengganggu kualitas produk atau layanan?
Misalnya, langganan software yang jarang dipakai, kelebihan stok, atau promosi yang tidak efektif. Penghematan dari sini bisa langsung dialihkan ke dana darurat.
3. Pisahkan Rekening Dana Darurat
Dana darurat sebaiknya tidak dicampur dengan rekening operasional sehari-hari agar tidak tergoda untuk digunakan.
Buka rekening khusus yang tidak mudah diakses dan prioritaskan untuk menyimpan dana ini di sana. Ini akan membuat pengelolaan keuangan lebih rapi dan terarah.
4. Gunakan Platform Keuangan yang Memudahkan
Memanfaatkan aplikasi atau platform keuangan digital bisa sangat membantu, mulai pencatatan otomatis, alokasi dana berdasarkan kategori, hingga pengingat untuk transfer rutin ke rekening dana darurat.
Dalam hal ini, kamu perlu memilih layanan keuangan yang menguntungkan seperti Nyala Bisnis dari OCBC.
Nyala Bisnis adalah layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu, dengan tiga keunggulan, yaitu dua rekening terpisah dalam satu layanan, bebas biaya transaksi, dan solusi digital yang bisa dinikmati.
Dalam pengelolaan dana, Nyala Bisnis menawarkan rekening bisnis yaitu Giro Business Smart dan pribadi melalui Tanda 360. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan transaksi valas mudah dengan kurs kompetitif via OCBC mobile.
Nyala Bisnis juga menawarkan bebas biaya transaksi, meliputi:
- Bebas biaya transfer antar bank melalui ATM, OCBC Internet Banking, dan OCBC mobile dengan metode online dan SKN/LLG 50x per bulan;
- Bebas biaya administrasi rekening dan biaya di bawah saldo minimum;
- Bebas biaya tarik tunai di ATM Prima, Bersama, dan OCBC Singapore 50x per bulan.
Selain itu, Nyala Bisnis juga menawarkan reward untuk setiap dana masuk hingga Rp25 Ribu sesuai dengan level Nyala Bisnis masing-masing.
Buka Nyala Bisnis melalui OCBC mobile sekarang juga dan dapatkan reward Rp600 Ribuan!
Baca juga: Panduan dan Contoh Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kuliner