Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

7 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Pernah Hidup Susah

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 14 Oktober 2025 | 1K dilihat

7 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Pernah Hidup Susah

Pernah hidup susah, kini jadi pengusaha sukses di Indonesia. Simak kisah 7 tokoh inspiratif yang buktikan kerja keras tak akan sia-sia!

Tidak semua pengusaha sukses yang kaya raya di Indonesia itu karena keturunan orang tua atau leluhur yang juga kaya. Banyak di antara mereka yang dulunya hidup susah dan memulai usaha dari nol

Kegigihan, kedisiplinan, dan pantang menyerah jadi kunci mereka untuk sukses. Pada akhirnya bukan seberapa banyak kegagalan, tapi yang penting adalah bagaimana mereka bangkit usai mengalami kegagalan. 

Baca juga: Pentingkah Seorang Pengusaha Punya Mentor Bisnis?

Pengusaha Sukses di Indonesia

Berikut ini nama-nama pengusaha sukses di Indonesia yang dibahas  secara acak, dan tidak mengacu pada jumlah kekayaan mereka. Baca sampai akhir ya!

1. Djoko Susanto

Djoko Susanto adalah pemilik jaringan minimarket yang cabangnya tersebar hingga kota-kota kecil di Indonesia, dan mungkin kamu salah satu pelanggannya!

Pengusaha yang satu ini lahir di Jakarta, 9 Februari 1950. Ia adalah pengusaha ulung yang sudah memulai bisnis sejak usia belia. 

Pada usia 17 tahun, Djoko sudah dipercaya mengelola usaha milik orang tuanya, yaitu sebuah kios sederhana dengan nama Toko Sumber Bahagia di dalam Pasar Arjuna, sebuah pasar tradisional di Jakarta.

Kesuksesannya mengelola kios ini menarik perhatian Putera Sampoerna, yang mempunyai salah satu perusahaan tembakau dan cengkeh terbesar di Indonesia saat itu. 

Mereka bertemu pada awal 1980 dan bersepakat pada 1985 untuk membuat 15 kios di beberapa lokasi di Jakarta. Pada 27 Agustus 1989, lahir produk kerja sama lain mereka, yaitu toko yang mempunyai konsep supermarket. 

2. Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong lahir di Jakarta pada 20 Februari 1959 dari keluarga sederhana. Ayahnya berasal dari Pontianak yang merantau ke Jakarta. Lo, begitu ia biasa disapa, menghabiskan masa kecil dengan kehidupan yang susah. 

Perjalanan karir Lo Kheng Hong berawal saat ia bekerja sebagai pegawai tata usaha di sebuah perusahaan pada tahun 1979. Saat itu, Lo juga mengambil kuliah malam jurusan Sastra Inggris di Universitas Nasional. 

Lo mulai terjun ke dunia investasi saham pada saat usianya menginjak 30 tahun, yaitu pada 1989. Saham pertama yang dibeli Lo adalah saham sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan ban kendaraan bermotor.

Kemudian, tahun 1990 Lo pindah bekerja di Bank pada bagian pemasaran. Satu tahun kemudian, yaitu 1991, Lo diangkat menjadi salah satu kepala cabang di bank tersebut. 

Sejak tahun 1996, Lo Kheng Hong memutuskan untuk berhenti dari karirnya di dunia perbankan. Ia pun mulai berkonsentrasi penuh menjadi seorang investor saham hingga mendapat julukan “Warren Buffett Indonesia”.

3. Chairul Tanjung

Berikutnya adalah Chairul Tanjung, yang punya julukan ‘Si Anak Singkong’. Saat ini, pria yang akrab disapa CT itu termasuk pengusaha yang perusahaannya bergerak di berbagai bidang mulai dari perbankan hingga media. 

CT lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962. Jiwa bisnis Chairul Tanjung sudah diasah sejak ia duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi di salah satu universitas ternama di Indonesia.. 

Saat kuliah itu, CT berjualan buku, kaos, dan fotokopi di kampus. Selain itu, CT juga pernah berbisnis peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, tetapi mengalami kebangkrutan.

Bangkrut bukan alasan CT untuk benar-benar jatuh. Ia bangkit dengan menjadi kontraktor kecil dan mengelola perusahaan baja. Selepas kuliah, ia bersama beberapa teman mendirikan perusahaan yang memproduksi sepatu anak untuk ekspor. 

4. Nurhayati Subakat

Nama Nurhayati Subakat mungkin masih asing bagi sebagian besar orang. Padahal, perusahaan yang ia dirikan menghasilkan banyak produk kecantikan dan skincare yang digemari laki-laki dan perempuan.

Dr. (HC) Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt. adalah seorang pengusaha kosmetik dan filantropis Indonesia. Saat ini, ia adalah komisaris utama perusahaan yang menaungi banyak merek kosmetik ternama di Indonesia. 

Perjalanan usahanya dimulai pada tahun 1985. Nurhayati bersama sang suami, Subakat Hadi, memulai usaha berbasis industri rumahan, dengan produk pertama yaitu perawatan rambut khusus bagi hair professional

Produk itu dipasarkan di salon-salon sekitar Tangerang dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan produk sejenis di pasaran. Dalam waktu lima tahun, usahanya telah mempekerjakan 25 orang karyawan.

Usaha yang didirikan Nurhayati terus membesar. Akhirnya, pada 1990 ia mendirikan pabrik pertama di Kawasan Industri Cibodas.

Pada tahun 1995, Nurhayati meluncurkan brand yang menjadi pelopor kosmetik berlabel halal. Sampai saat ini produk-produk dari brand tersebut masih menjadi pilihan masyarakat lintas generasi.

Baca juga: 6 Kebiasaan Finansial Pengusaha Sukses yang Patut Dicontoh

5. Bob Sadino

Sosok yang satu ini sudah meninggal dunia, tapi namanya sulit untuk dihilangkan ketika berbicara tentang pengusaha sukses di Indonesia. 

Om Bob, begitu ia biasa disapa, lahir di Bandar Lampung pada 9 Maret 1933 dengan nama Bambang Mustari Sadino. Ia dikenal sebagai pemilik jaringan perusahaan di bidang peternakan dan makanan olahan. 

Sosok sederhana, yang terkenal dengan kemeja dan celana pendek ini membangun bisnis dari nol. Ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan penerbangan demi memulai bisnis berjualan telur ayam negeri. 

Saat itu, telur ayam negeri belum seterkenal sekarang. Selain itu, tingkat konsumsi telur masyarakat Indonesia juga masih tergolong rendah. Maka, Bob Sadino pun harus memasarkan telur ayam negeri dari rumah ke rumah. 

Ketika kebanyakan orang masih skeptis terhadap ayam negeri, Bob justru melihat peluang di sana.  Ia kemudian menjadi salah satu pengusaha pertama yang memperkenalkan ayam negeri dan sayuran hidroponik di Indonesia. 

6. Mutiara Djokosoetono

Nama pendirinya mungkin nggak terkenal, tapi jasa dan layanan dari perusahaan yang didirikan banyak digunakan orang. Begitulah sosok bernama Mutiara Djokosoetono ini. 

Perempuan yang akrab disapa Bu Djoko ini lahir di Malang pada 17 Oktober 1921. Ia adalah pendiri perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, dengan layanan mulai dari taksi biasa, taksi premium, hingga logistik. 

Awalnya keluarga Bu Djoko cukup berada, tetapi orang tuanya sempat mengalami kebangkrutan yang membuat hidupnya berubah total. 

Meski begitu, Bu Djoko tetap mengutamakan pendidikan hingga bisa menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Bu Djoko menikah dengan seorang dosen Djokosoetono dan melahirkan 3 anak. 

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Bu Djoko sempat berjualan batik dan telur yang dipasarkan dari rumah ke rumah. Dari berjualan batik dan telur inilah ekonomi keluarga membaik dan jadi punya tabungan. 

Berbekal tabungan tersebut, Bu Djoko lantas membangun usaha taksi rumahan tanpa argo pada tahun 1965. Usaha ini berkembang hingga pada 1972 menjadi perusahaan pelopor taksi yang menggunakan sistem argometer. 

7. Ir Ciputra

Ciputra atau Pak Ci adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses mengembangkan perusahaannya, antara lain Pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. 

Selain itu Pak Ci juga dikenal sebagai seorang filantropis, dan berkiprah di bidang pendidikan dengan mengembangkan sekolah dan Universitas Ciputra.

Ciputra mengawali kariernya di Pembangunan Jaya (Jaya Group), perusahaan daerah milik Pemerintah DKI Jakarta. Di sana ia bekerja sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat. 

Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Taman Impian Jaya Ancol.

Baca juga: Bisnis Properti: Keuntungan, Cara Memulai, dan Tipsnya

Tips Keuangan Jadi Pengusaha Sukses

Menjadi pengusaha sukses dengan kekayaan yang luar biasa seperti mereka memerlukan kerja keras dan cerdas di satu waktu yang sama. Termasuk keuangan yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. 

Berikut adalah beberapa tips keuangan yang bisa diterapkan jika kamu sedang merintis usaha. 

1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Salah satu kunci penting dalam manajemen keuangan bisnis adalah memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. 

Hal ini penting agar kamu bisa dengan jelas melacak arus kas, pendapatan, dan pengeluaran bisnis tanpa tercampur dengan kebutuhan pribadi. 

Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus dalam mengelola keuangan bisnis, menghindari kebingungan, dan mempermudah dalam membuat laporan keuangan.

2. Memiliki Mindset yang Sehat soal Uang

Mindset yang sehat terhadap uang adalah fondasi utama dalam pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis. Ini berarti kamu perlu memiliki pandangan yang realistis, positif, dan bertanggung jawab terhadap uang.

Dengan mindset ini, seseorang mampu membuat keputusan finansial yang selaras dengan nilai, prioritas, dan kesejahteraan jangka panjang. Hal ini tentu saja sangat bagus untuk menjalankan bisnis.

3. Investasi dalam Pertumbuhan Bisnis

Setelah bisnis mulai berjalan stabil, penting untuk mengalokasikan sebagian keuntungan untuk diinvestasikan kembali ke dalam bisnis. Misalnya membeli peralatan baru, ekspansi ke pasar baru, pelatihan untuk karyawan, atau pengembangan produk dan layanan baru. 

Investasi ini akan membantu bisnis terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan pasar, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan jangka panjang.

Itulah daftar pengusaha sukses di Indonesia yang pernah hidup susah. Salah satu kunci kesuksesan mereka, selain bekerja keras, adalah mengelola dan memiliki perencanaan keuangan yang baik. 

Memulai perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan mengetahui kesehatan finansial terlebih dulu. Nah dalam hal ini, kamu bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! 

Nyala Trainer akan membantu dalam sesi konsultasi 1 on 1 dengan menganalisa kesehatan keuangan kamu, termasuk menentukan usaha apa yang cocok buatmu!

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Tips Atur Pengeluaran Saat Liburan Agar Kantong Nggak Bolong


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page