Doom spending adalah istilah untuk perilaku seseorang yang berbelanja tanpa berpikir panjang dengan tujuan menenangkan diri dari rasa pesimis terhadap masa depan.
Pada dasarnya, doom spending merupakan perilaku membelanjakan uang untuk kesenangan jangka pendek dan instan. Belanja dijadikan sebagai “pelarian” atas kekhawatiran mereka terhadap masa depan.
Sayangnya, kebiasaan ini justru menimbulkan dampak negatif terhadap keuangan. Pasalnya, kebiasaan ini sama dengan menghamburkan uang tanpa perhitungan yang jelas.
Baca juga: Financial Planning untuk Gen Z yang Punya Prinsip Yolo, Fomo, dan Fopo
Doom Spending Buat Tabungan Lenyap
Berikut ini beberapa bukti bahwa kebiasaan doom spending itu justru membuat tabungan lenyap! Awas, bisa jadi kamu juga terbiasa melakukannya!
1. Emotional Spending
Saat merasa bosan, cemas, kesepian, atau stres, kamu mungkin jadi impulsif belanja online: skincare baru, makanan kekinian, atau barang lucu yang sebenarnya nggak kamu butuhin.
Ini disebut retail therapy, terlihat menyenangkan, tapi cuma jadi pelarian sesaat. Sayangnya, efeknya cepat hilang, tapi uangnya sudah terlanjur keluar. Ulangi terus, dan tabungan pun terkuras tanpa sadar.
2. FOMO (Fear of Missing Out)
Melihat teman update story konser, pakai outfit baru, staycation, atau jajan viral bisa bikin kamu merasa harus ikutan. Akhirnya, kamu beli barang atau ikut kegiatan yang sebenarnya di luar kemampuanmu, cuma supaya nggak merasa ketinggalan.
Ini disebut dengan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut ketinggalan tren. Perlu diketahui, FOMO adalah bahan bakar utama doom spending, apalagi di era sosial media yang serba pamer.
3. Ketagihan Paylater
Bayar nanti atau paylater memang memudahkan, tapi juga berbahaya kalau kamu nggak punya kontrol. Kamu merasa "nggak keluar uang sekarang", padahal sebenarnya menumpuk utang untuk masa depan.
Tagihan kecil-kecil dari berbagai platform bisa jadi bom waktu yang menggerus tabungan atau bikin kamu gali lubang tutup lubang. Tentu saja kebiasaan ini sangat buruk dalam perencanaan keuangan.
4. Checkout Barang Hanya Karena Murah
Kamu mungkin berpikir, “Ah, ini cuma Rp19 ribu,” atau “Diskon cuma hari ini, rugi kalau nggak ambil.” Tapi kalau dilakukan berkali-kali dalam sebulan, totalnya bisa lebih besar dari satu barang mahal.
Belanja kecil-kecil ini sering tak terasa, tapi justru sangat menguras saldo secara perlahan dan konsisten. Apalagi jika kebiasaan ini diimbangi dengan ketagihan paylater, siap-siap tabunganmu ludes!
Baca juga: Apa Itu Plafon Kredit? Pengertian, Contoh, dan Besarannya
5. Nongkrong Tanpa Pertimbangan
Kopi kekinian, makanan viral, atau jajan sore sepulang kerja bisa jadi pengeluaran rutin yang tak kamu anggap serius. Padahal kalau dijumlahkan, pengeluaran ini bisa setara biaya makan sebulan.
Tanpa rencana atau anggaran khusus, kebiasaan ini termasuk doom spending karena sifatnya impulsif dan konsumtif.
6. Beli Barang Hanya karena Diskon
“Lumayan, ada cashback!” atau “Diskonnya 50%!” sering dijadikan alasan buat beli barang yang sebenarnya nggak kamu butuhin.
Padahal, kalau kamu beli sesuatu hanya karena sedang promo, itu tetap pengeluaran yang nggak perlu. Ujung-ujungnya, kamu merasa "hemat", tapi justru boros.
7. Gagal Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Ini akar dari banyak kebiasaan doom spending. Kamu merasa butuh “self reward” tiap minggu, atau butuh beli baju baru setiap gajian.
Padahal, itu hanya keinginan yang dibungkus dengan pembenaran. Kalau kamu nggak bisa memfilter prioritas finansial, tabunganmu akan terus bocor, berapa pun besar penghasilanmu.
Itulah ulasan mengenai kebiasaan doom spending yang bikin tabungan lenyap. Jika ternyata kamu juga terbiasa dengan hal-hal di atas, segera evaluasi agar keuanganmu sehat.
Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kalau penasaran, kamu bisa cek kondisi finansialmu sekarang, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Ini 7 Kesalahan Keuangan Gen Z yang Tidak Boleh Dilakukan