Kamu pasti sudah familiar kan dengan uang? Benda yang terbuat dari kertas atau koin logam ini biasa digunakan untuk membeli apapun, mulai dari makanan, mainan, dan sebagainya.
Setiap lembar uang juga punya nominal yang berbeda-beda, seperti Rp5 Ribu, Rp10 Ribu, Rp20 Ribu, Rp50 Ribu, Rp100 Ribu. Semakin besar angka yang ada pada uang, maka nilainya semakin tinggi, dan kamu bisa beli lebih banyak mainan dengannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) uang adalah alat tukar yang sah dan dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara.
Nah suatu alat tukar bisa disebut sebagai uang jika memiliki beberapa kriteria, seperti:
- Dijamin oleh pemerintah suatu negara.
- Diterima luas untuk beli, bayar, dan transaksi lainnya.
- Punya nilai yang stabil.
- Gampang disimpan pribadi atau lewat bank.
- Gampang dibawa dan bisa dipindahkan dari satu orang ke orang lain.
- Nggak gampang rusak, harus dibuat dari bahan yang berkualitas.
Baca juga: Inflasi vs Deflasi: Apa Bedanya dan Bagaimana Dampaknya pada Ekonomi?
Sejarah Uang, Kenapa Dibuat?
Uang itu sebenarnya sudah dikenal manusia dari zaman dulu. Bedanya hanya pada bentuk dan fungsinya yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Awalnya, manusia itu pakai sistem barter atau tukar-menukar barang. Misalnya kamu di rumah punya gula dan butuh beras. Maka kamu bawa gula itu ke orang yang punya beras, nanti ditukar, kamu jadi dapat beras, orang itu jadi dapat gula.
Praktik ini terus dilakukan untuk waktu yang lama. Namun lama-kelamaan manusia berpikir cara itu nggak praktis, karena bisa saja orang yang diajak barter sebenarnya nggak butuh barang yang kamu punya.
Akhirnya, manusia menciptakan alat tukar yang disebut dengan ‘uang barang’. Pada zaman ini, manusia menyepakati beberapa barang tertentu yang bisa dijadikan alat tukar, seperti kopi atau kulit binatang.
Maka, kalau butuh beras, kamu harus punya barang-barang yang punya nilai dan disepakati sebagai ‘uang barang’ ini.
Seiring berjalannya waktu, manusia mulai menciptakan uang logam, tepatnya sejak abad ke-6 sebelum Masehi. Uang logam terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak, dan bisa ditukar dengan barang-barang yang diperlukan. Fungsinya mirip seperti uang zaman sekarang.
Waktu berjalan, manusia makin kreatif dan mulai bikin uang kertas, seperti yang biasa dipakai sekarang. Bahkan, sekarang uang udah makin canggih lagi karena ada uang digital, yaitu uang yang disimpan dalam aplikasi atau dompet digital.
Di Indonesia sendiri, sejarah uang dimulai dengan uang logam pada masa kerajaan. Lalu saat era kolonial, uangnya dikontrol sama penjajah.
Nah, setelah Indonesia merdeka, barulah punya uang sendiri. Di tahun 1946, pemerintah menerbitkan uang pertama yang namanya Oeang Republik Indonesia (ORI). Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1949, rupiah resmi jadi mata uang negara sampai sekarang.
Baca juga: Apa Itu Pendapatan Per Kapita? Pengertian dan Cara Menghitungnya
Peran Uang dalam Kehidupan
Uang itu punya peran dan fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. Yuk cari tahu apa saja peran uang berikut!
1. Alat Tukar
Uang itu ibarat "tiket sakti" buat dapetin barang atau jasa. Bayangin kalau nggak ada uang, kamu harus barter, misalnya, kamu punya mangga tapi pengin sepatu. Gimana kalau yang punya sepatu nggak suka mangga? Ribet, kan?
Nah, di sinilah uang berperan. Dengan uang, kamu tinggal kasih nilai yang disepakati semua orang. Mau beli makanan, mainan, sampai bayar ojek online, cukup tunjukin uang.
2. Alat Penghitung
Pernah mikir kenapa barang di minimarket selalu ada harganya? Nah, uang bantu kamu ngasih nilai pada setiap barang atau jasa. Misalnya, satu bungkus mie harganya Rp3.000, berarti kamu bisa beli 3 bungkus dengan Rp9.000.
3. Alat Pembayaran yang Sah
Setiap negara punya mata uang resminya. Di Indonesia, uang yang sah buat transaksi adalah rupiah. Jadi kalau kamu mau beli gorengan di warung atau bayar les, penjualnya cuma bakal terima Rupiah.
Uang bisa disimpan dalam bentuk tunai, ditaruh di celengan, atau yang lebih aman: disimpan di bank. Menabung di bank itu akan melindungi uangmu dari risiko kehilangan, pencurian, kerusakan, atau risiko lain akibat bencana seperti banjir atau kebakaran.
Nah menyimpan uang inilah yang disebut dengan menabung. Seperti kata pepatah ‘rajin menabung pangkal kaya’. Setiap kamu menabung, sekecil apapun, maka uang yang ditabung itu akan bertambah dan kamu pun semakin kaya.
Bicara soal menabung, maka bank menjadi tempat paling aman buat menyimpan uang. Salah satunya kamu bisa nabung di Tabungan Tanda Junior for Young Nyala dari OCBC.
Dengan punya rekening Tabungan Tanda Junior for Young Nyala, kamu bisa jadi bagian dari Young Nyala dan belajar mengelola uang agar #FUNanciallyFIT.
Caranya gampang, minta orang tuamu buat buka Tabungan Tanda Junior Young Nyala melalui OCBC mobile. Minta tolong orang tuamu buat mendaftar!
Nantinya kamu bisa dapat kartu debit edisi khusus dengan tema Disney dan Marvel. Kamu bisa pilih karakter dan desain sesuai yang kamu suka, loh! Seru kan?
Baca juga: 9 Cara Mendapatkan Uang untuk Anak Sekolah, Wajib Coba!