Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Slip Gaji: Pengertian, Regulasi, Fungsi, dan Contohnya

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 13 Mei 2024 | 7K dilihat

Slip Gaji: Pengertian, Regulasi, Fungsi, dan Contohnya

Slip gaji karyawan adalah berkas penting rincian gaji karyawan pada periode tertentu. Hal penting ini tidak boleh terlewatkan setiap bulannya.

Adanya slip gaji tersebut juga diatur dalam undang-undang dan tiap perusahaan wajib memberikan pada seluruh karyawan yang bekerja di sana. Lalu, seberapa penting slip gaji ini? Simak penjelasannya mengenai pengertian, fungsi, format, contoh, serta cara membuatnya. 

Apa itu Slip Gaji?

Slip gaji adalah dokumen berisikan informasi resmi yang mencakup rincian pendapatan seseorang dari perusahaan tempatnya bekerja. Slip gaji juga dijadikan sebagai bukti otentik karena bersifat mutlak dan sah.

Nah, dari sisi perusahaan, slip gaji adalah bukti pencatatan atau dokumentasi jika perusahaan telah membayar gaji terhadap para karyawannya. Dengan kata lain, slip gaji dijadikan bukti bahwa perusahaan telah memenuhi kewajibannya untuk menggaji karyawan.

Regulasi Slip Gaji

Slip gaji adalah salah satu hal mendasar dan wajib diberikan perusahaan kepada karyawan. Peranan slip gaji telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah di mana memuat rincian upah yang diterima oleh pekerja atau buruh pada saat upah dibayarkan.

Sedangkan untuk informasi apa saja yang harus dicantumkan pemberi kerja dalam slip gaji telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 bahwa hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja atau buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

Baca Juga: Apa itu Gaji Nett? Simak Bedanya dengan Gross & Gross Up

Fungsi Slip Gaji

Supaya lebih memahami pentingnya peranan slip gaji, ada dua fungsi utama dari slip gaji baik untuk karyawan maupun perusahaan. Lebih jelasnya, fungsi slip gaji adalah sebagai berikut.

1. Bukti Pembayaran dan Penghasilan

Seperti penjelasan di awal, fungsi utama slip gaji adalah sebagai bukti pembayaran gaji yang otentik. Nantinya, di slip gaji tersebut akan tercantum tanggal gaji dibayarkan beserta rincian besarannya.

Dengan adanya slip gaji, perusahaan akan terhindarkan dari konflik atau perselisihan jika ada karyawan yang mengaku belum mendapat gaji.

Pemberian slip gaji teratur juga akan meringankan tugas perusahaan ketika karyawan meminta informasi gaji untuk berbagai keperluan, seperti pengajuan kredit. Maka dari itu, selain menjadi bukti pembayaran, slip gaji juga bisa dijadikan sebagai bukti penghasilan bagi karyawan.

2. Transparansi Gaji

Fungsi selanjutnya dari slip gaji adalah sebagai bentuk transparansi gaji bagi karyawan maupun perusahaan. Hal ini karena di dalamnya memuat berbagai rincian penghasilan karyawan termasuk tambahan atau pengurangan yang dikenakan pada periode tersebut.

Transparansi akan memungkinkan karyawan untuk lebih tahu dan bisa melakukan pengecekan apakah semua rincian itu sudah sesuai atau belum. Dari sisi perusahaan, transparansi slip gaji adalah salah satu upaya guna menjadikan dokumen tersebut bersifat valid namun tetap bisa diakses semua karyawan.

Manfaat Slip Gaji

Selain fungsi atau peranan di atas, ternyata terdapat manfaat lain dari pemberian slip gaji. Berbagai manfaat dari slip gaji adalah:

1. Mengetahui Rincian Gaji

Manfaat slip gaji adalah dapat mengetahui rincian gaji atau penghasilan dalam periode tersebut. Seperti penjelasan tadi, rincian ini juga memuat tambahan atau pengurangan apa saja yang dikenakan, misalnya pajak.

Dengan begitu, kamu bisa melakukan pengecekan ulang dan lebih paham apa saja pajak yang harus dibayarkan. Hal ini tentunya akan membantu mengurangi kesalahan perhitungan gaji juga.

Baca Juga: EFIN Pajak: Pengertian, Manfaat, dan Cara Aktivasinya

2. Pengajuan Kartu Kredit

Terkadang beberapa keinginan membeli barang kebutuhan harus dikesampingkan karena ada kebutuhan lainnya yang lebih mendesak. Sehingga beberapa orang memilih untuk membelinya secara kredit atau mencicil.

Nah, slip gaji adalah salah satu syarat wajib yang harus dilampirkan saat mengajukan kartu kredit. Hal ini ditujukan supaya pihak bank mengetahui kesehatan keuangan kamu dan menentukan berapa besar limit penggunaannya.

3. Pendukung KPR Rumah

Hampir sama dengan pengajuan kartu kredit tadi, slip gaji juga menjadi syarat utama yang harus dipenuhi ketika mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ke berbagai bank.

Umumnya, bank menjadikan slip gaji tersebut sebagai penentu besaran suku bunga dan bahan pertimbangan apakah kamu layak mendapat pinjaman KPR. Rata-rata bank akan memberikan persetujuan apabila kamu sudah memiliki pekerjaan tetap selama dua tahun dengan gaji 3x lebih besar dari cicilan per bulannya.

4. Referensi saat Melamar Kerja

Beberapa perusahaan mewajibkan para pelamarnya untuk melampirkan slip gaji. Hal ini ditujukan agar mereka bisa mendapat bukti pasti mengenai informasi gaji kamu di pekerjaan sebelumnya dan mempermudah dalam mempertimbangkan kenaikan gaji yang diajukan saat negosiasi.

5. Mengajukan KTA

Manfaat terakhir dari slip gaji adalah sebagai pemenuhan syarat dokumen dalam mengajukan KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Sama seperti pengajuan KPR, slip gaji merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi dan berpengaruh pada penilaian serta pertimbangan pihak bank untuk menyetujui permohonan pengajuan KTA tersebut.

Komponen Slip Gaji

Berbagai komponen yang dicantumkan dalam slip gaji adalah rincian umum terkait besaran upah pada periode tersebut, diantaranya:

1. Gaji Pokok

Komponen pertama slip gaji adalah gaji pokok, yaitu besaran gaji dasar yang diterima setiap bulannya. Umumnya, besaran gaji pokok disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR), posisi, jenjang karir, dan masa kerjanya.

2. Tunjangan

Selain gaji pokok, biasanya perusahaan juga menyediakan berbagai tunjangan pendukung seperti transportasi, konsumsi, hingga asuransi kesehatan dan harus dicantumkan pula pada slip gaji.

3. Bonus

Komponen selanjutnya dari slip gaji adalah bonus, yaitu sebagai bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang memiliki kinerja dan performa bagus pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya ketika perusahaan dapat mencapai target tahunan.

4. Upah Lembur

Menurut peraturan Menakertrans (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) No. 102/MEN/VI/2004, bagi karyawan yang bekerja lebih dari 7 jam dalam sehari atau 40 jam selama seminggu berhak menerima upah lembur.

Besaran upah lembur tentunya sudah harus diatur oleh perusahaan sesuai dengan lama waktu lembur karyawan tersebut.

5. Potongan

Komponen terakhir yang harus dicantumkan dalam slip gaji adalah potongan, seperti pajak penghasilan (PPh), asuransi, dan lain-lain. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi gaji dari perusahaan.

Baca Juga: Take Home Pay: Pengertian, Cara Menghitung, Contoh, dan Tips

Format Slip Gaji

Selain berbagai komponen tadi, penting juga untuk kamu memahami seperti apa format slip gaji.

1. Nama Perusahaan

Format slip gaji adalah terdiri dari nama sekaligus logo perusahaan sebagai bukti identitas siapa yang memberikan gaji tersebut.

2. Data Karyawan

Kemudian, data karyawan seperti nama, posisi, nomor induk karyawan hingga NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) karyawan tersebut juga perlu dicantumkan sebagai identitas pihak penerima gaji.

3. Pernyataan Kerahasiaan Dokumen

Untuk menjaga kerahasiaan slip gaji yang hanya diketahui oleh karyawan dan perusahaan bersangkutan, perlu dituliskan kata “Rahasia” atau “Confidential” di dalam slip gaji tersebut.

4. Komponen Gaji

Format berikutnya dari slip gaji adalah komponen gaji yang mencakup berbagai rincian gaji, tambahan, dan potongannya.

5. Detail Pembayaran Gaji

Hal terakhir yang harus dicantumkan dalam slip gaji adalah detail pembayarannya, seperti tanggal pembayaran gaji, dibayarkan dalam bentuk apa atau dikirim via apa, sekaligus tanda tangan dari manager atau pihak bersangkutan.

Cara Membuat Slip Gaji

Setelah mengetahui berbagai format serta komponennya, tentu kamu berpikir bahwa cara membuat slip gaji ini terlihat sangat sederhana, bukan? Sebab memang yang terpenting adalah valid tidaknya informasi di dalamnya.

Jika kamu diminta untuk membuat slip gaji, kamu dapat menggunakan software Microsoft Excel atau Google Spreadsheet. Lalu masukan berbagai format tadi dalam tabel dan tuliskan semua rinciannya dengan teliti. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan berbagai rumus yang memudahkan dalam menghitung pajak atau total akhir gaji.

Contoh Slip Gaji

Bentuk slip gaji sebenarnya berbeda-beda, namun isi dan intinya sama. Seperti pada beberapa contoh slip gaji berikut.

1. Contoh Slip Gaji Karyawan

Sumber: talenta

2. Contoh Slip Gaji Karyawan Swasta

Sumber: maucash

3. Contoh Slip Gaji Guru

Sumber: buku warung

4. Contoh Slip Gaji Sederhana

Sumber: tugas karyawan

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu slip gaji, mulai dari komponen, contoh, format, hingga cara membuatnya. Sejatinya, slip gaji adalah salah satu hal penting baik untuk karyawan maupun perusahaan. Maka dari itu, pahami dan gunakanlah dengan cermat slip gaji kamu ya!

Perlu diingat bahwa kamu harus menabung dan beli barang yang benar-benar dibutuhkan supaya finansial kamu tetap stabil.

Kamu bisa mengecek kondisi kesehatan finansialmu, apakah sudah sehat atau belum, di Financial Fitness Check Up dari  Ruang meNYALA.

Setelah itu, kamu juga bisa melakukan konsultasi 1-on-1 dengan pakar finansial Nyala terkait pengelolaan keuanganmu. Yuk, jadi #FinanciallyFit bareng  Ruang meNYALA!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page