Temukan tips membuat itinerary realistis, travel hacks, dan cara liburan seru ala solo traveler cerdas tanpa bikin kantong jebol.
Itinerary adalah rencana perjalanan yang isinya mencakup daftar tempat yang akan dikunjungi, aktivitas yang akan dilakukan, jadwal, transportasi, akomodasi, dan perkiraan biaya selama perjalanan atau liburan.
Fungsi itinerary adalah untuk memandu perjalanan liburan agar lebih terorganisir, efisien, dan nyaman. Selain itu, disiplin terhadap itinerary juga bisa menekan biaya liburan karena kamu nggak bisa bepergian ke tempat yang tidak direncanakan.
Itinerary berguna bagi seluruh tipe liburan, baik yang rombongan maupun solo traveler.
Baca juga: Tips Atur Pengeluaran Saat Liburan Agar Kantong Nggak Bolong
Tips Nyusun Itinerary Realistis
Liburan yang tak terencana memang seru, apalagi bagi solo traveler atau backpacker. Namun punya itinerary yang realistis sangat bermanfaat bagi perjalanan yang lebih berkualitas dan hemat.
Berikut ini beberapa tips atau panduan menyusun itinerary yang realistis untuk perjalanan kamu!
1. Tentukan Destinasi Prioritas
Setiap orang pasti punya banyak daftar tempat yang ingin dikunjungi saat traveling, apalagi ketika jalan sendiri. Namun, itinerary yang terlalu penuh justru bikin perjalanan nggak efisien dan anggaran membengkak.
Dengan menentukan destinasi utama yang benar-benar jadi prioritas, itinerary bisa lebih fokus dan terarah. Misalnya, pilih landmark atau tempat wisata ikonik sebagai tujuan utama, lalu sisanya diisi dengan aktivitas tambahan.
2. Sesuaikan Durasi dengan Kondisi Diri
Solo traveling membutuhkan energi lebih karena semua persiapan, mobilitas, hingga keamanan diurus sendiri. Itinerary yang terlalu padat justru menimbulkan kelelahan, membuat perjalanan terasa terburu-buru.
Lebih realistis jika dalam sehari hanya menargetkan dua sampai tiga tempat, sehingga setiap destinasi bisa dinikmati dengan lebih tenang. Ritme perjalanan yang nyaman juga memungkinkan solo traveler lebih fleksibel untuk beradaptasi.
3. Hitung Transportasi Sejak Awal
Transportasi jadi komponen terbesar dalam anggaran traveling. Itinerary yang tidak terencana bisa menyebabkan bolak-balik rute yang sama dan akhirnya menghabiskan ongkos.
Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya lakukan riset tentang moda transportasi yang tersedia, seperti angkutan umum, ojek online, atau opsi menyewa kendaraan.
Setelah itu, susun alur perjalanan berdasarkan rute yang paling efisien dan searah. Perhitungan sejak awal bukan hanya menghemat uang, tetapi juga waktu perjalanan.
Baca juga: Healing Hemat: Cara Liburan Seru Tanpa Boros
4. Sisipkan Hari “Slow Travel”
Perjalanan solo tidak harus dipenuhi aktivitas dari pagi sampai malam. Menyisihkan satu hari khusus untuk “slow travel” justru memberikan banyak manfaat, baik untuk kondisi fisik maupun keuangan.
Aktivitas ringan seperti jalan kaki di sekitar penginapan, menikmati suasana kafe terdekat, atau berkunjung ke ruang publik gratis bisa menjadi pilihan.
Selain lebih hemat biaya, cara ini juga memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan warga sekitar, mengenal budaya lokal, dan merasakan pengalaman yang lebih autentik.
5. Siapkan Itinerary Cadangan
Rencana perjalanan sebaik apapun tetap punya risiko terganggu karena faktor eksternal, misalnya cuaca buruk, harga tiket yang tiba-tiba naik, atau jadwal transportasi yang berubah.
Dengan menyiapkan itinerary cadangan, solo traveler bisa langsung menyesuaikan agenda tanpa panik. Cadangan ini bisa berupa alternatif destinasi yang lokasinya berdekatan, pilihan aktivitas gratis, atau penginapan yang mudah diakses.
Selain beberapa tips menyusun itinerary di atas, kamu mungkin juga perlu beberapa travel hacks berikut jika akan bepergian sendiri:
- Bawa koper kecil atau backpack agar lebih mobile.
- Simpan uang di beberapa tempat berbeda untuk keamanan.
- Gunakan e-wallet atau kartu debit internasional seperti OCBC Nyala Global Debit agar lebih praktis.
- Pilih penginapan dekat transportasi umum.
- Manfaatkan promo aplikasi booking tiket atau hotel.
- Catat nomor darurat dan alamat kedutaan/konjen RI.
- Gunakan pakaian simpel agar tidak terlalu mencolok sebagai turis.
- Unduh peta offline dan aplikasi penerjemah.
- Coba kuliner lokal di warung/kaki lima untuk lebih hemat.
- Bawa botol minum isi ulang agar tidak sering beli air.
Itulah ulasan mengenai rahasia menyusun itinerary yang realistis bagi solo traveler beserta travel hacks yang sangat berguna untuk perjalanan sendiri.
Untuk informasi yang lebih rinci, kamu bisa ikut Kelas meNYALA dengan tema “From Inspiration to Destination - Travel & Money Talks” yang digelar dalam event Nyala Fest 2025.
Kelas ini diselenggarakan secara offline pada Minggu, 14 September 2025 pukul 18.30 - 19.30 di Nyala Festival 2025 - Main Atrium Senayan City, Jakarta Selatan. Adapun pembicaranya adalah Travel Digital Creator, Natasha Amadea dan JKTGO Founder, Ian Eryanto.
Ikutan kelas tersebut bisa kamu lakukan dengan daftar di link ini. Kamu juga bisa cek jadwal kelas menarik lain hingga keseruan yang bakal ada di Nyala Festival 2025 dengan masuk ke ocbc.id/nyalafest.
Setelah mengikuti kelas, bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini. Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali untuk melakukan perjalanan solo, terutama ke luar negeri.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk menyusun keuangan liburan yang tidak mengganggu kantong!
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Trik Hemat ala Traveler: Merencanakan Keuangan Liburan Akhir Tahun