Salah satu hal baru yang dirasakan oleh pengantin baru adalah mengelola keuangan rumah tangga. Masalahnya, tidak ada aturan baku terkait pengelolaan uang, yang ada hanya kewajiban suami memberi nafkah pada istrinya.
Ketiadaan aturan baku ini membuat banyak pasangan bingung, apakah mereka harus punya rekening bersama, atau bisa dipisah saja?
Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta 2025
Rekening Suami Istri Dipisah atau Gabung?
Jawaban pertanyaan ini sebenarnya tergantung pada fokus dan tujuan keuangan pasangan. Artinya, baik rekening bersama maupun terpisah sama-sama punya kelebihan dalam kondisi yang berbeda.
Rekening terpisah itu bisa diterapkan jika pasangan ingin memiliki kemandirian finansial. Hal ini diterapkan oleh pakar keuangan asal Australia Melissa Browne.
Menurut Browne, ia dan suami memiliki rekening yang terpisah. Namun mereka tetap punya kartu kredit yang digunakan bersama-sama, untuk keperluan rumah tangga dan membayar tagihan bersama.
Dari apa yang disampaikan Browne ini, kamu dan pasangan boleh memiliki rekening terpisah. Apalagi kalau kalian sama-sama bekerja, sehingga memiliki penghasilan masing-masing yang ditransfer ke rekening pribadi.
Namun demikian, pastikan kalian punya “uang bersama” yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, menggabungkan rekening suami istri juga baik. Cara ini pun dianggap efektif dalam menyusun dan mewujudkan rencana keuangan keluarga di masa depan.
Namun, punya rekening bersama suami istri itu sebaiknya dilakukan ketika:
- Suami istri harus saling terbuka soal uang;
- Sudah punya tujuan keuangan keluarga;
- Sudah punya aturan mengenai penggunaan uang dalam rekening bersama;
- Suami istri sudah terbiasa dalam mengelola keuangan.
Poin-poin di atas sangat penting untuk memastikan keputusan membuka rekening bersama tidak berujung pada pertengkaran antara suami dan istri karena adanya perbedaan dalam menggunakan uang bersama.
Baca juga: Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga Jika Suami Istri Bekerja
Mengelola Uang Rumah Tangga
Pada intinya, suami dan istri itu harus sama-sama sepakat akan pentingnya mengelola keuangan rumah tangga. Tujuannya jelas, agar finansial keluarga stabil, punya tabungan dan investasi, bisa mewujudkan tujuan finansial.
Bagi kamu pasangan baru menikah, berikut beberapa langkah mudah untuk mengawali pengelolaan keuangan. Langkah-langkah ini bisa kamu terapkan sampai kapanpun, kamu hanya perlu menyesuaikan nominalnya ketika ada perubahan.
1. Satukan Visi Keuangan Sejak Awal
Langkah paling awal adalah menyamakan pemahaman soal uang: bagaimana kalian melihat uang, apa prioritas jangka pendek dan panjang, serta nilai-nilai apa yang ingin dipegang bersama. Apakah kalian ingin beli rumah lebih dulu, liburan, punya anak, atau fokus menabung?
Diskusi soal ini bisa mencegah konflik di kemudian hari. Setelah punya visi yang sama, setiap keputusan finansial bisa lebih mudah diambil, karena kalian sudah tahu apa yang ingin dicapai bersama.
2. Tentukan Sistem Mengelola Uang
Setiap pasangan punya gaya sendiri dalam mengelola uang, yang disesuaikan pada kondisi dan tujuan keuangan masing-masing. Kamu bisa memilih salah satu dari beberapa sistem berikut:
- Gabung: semua pemasukan digabung ke satu rekening, lalu dikelola bersama.
- Campur: ada rekening bersama untuk kebutuhan keluarga, tapi masing-masing tetap punya rekening pribadi.
- Pisah: masing-masing kelola uang sendiri dan saling berbagi tanggung jawab sesuai kesepakatan.
Yang penting bukan sistem mana yang dipakai, tapi apakah kalian sepakat dan transparan soal pembagian peran dan tanggung jawab. Sistem ini bisa diterapkan terus ke depan, tinggal disesuaikan nominalnya ketika gaji atau kebutuhan berubah.
3. Bikin Anggaran Bulanan
Susun anggaran dengan membagi penghasilan ke dalam pos tetap, seperti:
- Kebutuhan pokok: makan, transport, tagihan, sewa atau cicilan
- Tabungan untuk dana darurat
- Investasi (pendidikan anak, rumah, pensiun)
- Kebutuhan pribadi
- Hiburan atau rekreasi bersama
Besarnya bisa disesuaikan tiap bulan, tapi strukturnya tetap. Ini akan memudahkan kalian mengelola keuangan bahkan ketika penghasilan naik, punya anak, atau menghadapi krisis.
4. Evaluasi dan Terbuka soal Uang dengan Pasangan
Pastikan pengelolaan keuangan dievaluasi secara berkala. Tujuannya agar kamu tahu bagaimana uang dibelanjakan, dan untuk memastikan tidak ada pengeluaran yang sia-sia.
Selain evaluasi, pastikan kamu dan pasangan selalu terbuka soal uang. Dengan kebiasaan ini, keuangan bisa tetap sehat bahkan setelah bertahun-tahun menikah.
Ingin tahu seberapa sehat finansial keluargamu saat ini? Kini kamu bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: 10 Daftar Orang Terkaya di Dunia Versi Forbes, Siapa Saja?