Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Bunga Bank: Perbedaan Fixed Rate dan Floating Rate yang Wajib Kamu Pahami

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 7 Januari 2026 | 668 dilihat

Bunga Bank: Perbedaan Fixed Rate dan Floating Rate yang Wajib Kamu Pahami

Pahami apa itu bunga bank, perbedaan fixed rate dan floating rate, serta mana yang lebih cocok untuk pinjaman kamu!

Pinjaman adalah fasilitas keuangan yang memungkinkan kamu memperoleh sejumlah dana dari bank atau lembaga keuangan, untuk digunakan memenuhi kebutuhan tertentu dengan kewajiban mengembalikan dana tersebut sesuai kesepakatan.

Saat meminjam dana ke bank, kamu harus membayar kembali dana yang dipinjam, berikut dengan bunga yang sudah ditentukan. Peran bunga sangat krusial, terutama bagi bank sebagai pemberi pinjaman. 

Salah satunya, bunga berfungsi sebagai pelindung nilai (value protection) atas dana yang disalurkan. Uang yang dipinjamkan hari ini nilainya tidak akan sama di masa depan karena tergerus inflasi dan perubahan daya beli. 

Dengan menetapkan bunga atas pinjaman yang diberikan, bank memastikan nilai dana yang kembali tetap setara dibandingkan nilai awal saat kredit diberikan.

Baca juga: Quotes Terbaik tentang Menabung: Bijak Kelola Keuangan

Pengertian Fixed dan Floating Rate

Bunga pinjaman dari bank itu ada beberapa macamnya, tapi yang paling umum adalah bunga tetap (fixed rate) dan bunga mengambang (floating rate). Apa maksudnya?

Fixed Rate adalah jenis suku bunga yang besarnya tetap selama jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan di awal. 

Artinya, cicilan atau beban bunga yang harus dibayar tidak berubah meskipun kondisi pasar atau suku bunga acuan naik turun. Fixed rate memberikan kepastian karena perhitungan cicilan bisa diprediksi sejak awal.

Sementara floating rate adalah jenis suku bunga yang besarnya bisa berubah-ubah mengikuti pergerakan suku bunga acuan atau kondisi pasar. 

Jika suku bunga acuan naik, bunga dan cicilan akan ikut naik, begitu juga sebaliknya. Floating rate biasanya diterapkan setelah masa fixed rate berakhir dan memiliki risiko fluktuasi, tetapi berpotensi lebih ringan saat suku bunga sedang turun.

Baca juga: Untung Rugi Floating Rate di KPR dan Bedanya dari Fixed Rate

Perbedaan Fixed dan Floating Rate

Lalu apa saja perbedaan antara kedua jenis suku bunga pinjaman ini? Berikut beberapa di antaranya!

1. Karakter bunga pinjaman

Fixed rate sudah ditetapkan sejak awal perjanjian dan tidak berubah selama periode tertentu. Ini berarti besaran bunga yang dibebankan ke pinjaman bersifat konstan meskipun kondisi ekonomi atau suku bunga acuan mengalami perubahan. 

Sebaliknya, floating rate bersifat dinamis karena mengikuti pergerakan suku bunga pasar atau suku bunga acuan bank sentral, sehingga nilainya bisa naik atau turun dari waktu ke waktu.

2. Stabilitas cicilan bulanan

Pada fixed rate, jumlah cicilan bulanan cenderung stabil dan konsisten. Hal ini memudahkan perencanaan keuangan karena pengeluaran bulanan bisa diprediksi dengan lebih akurat. 

Sementara itu, floating rate membuat cicilan bersifat fluktuatif. Ketika suku bunga naik, cicilan ikut meningkat, dan ketika suku bunga turun, cicilan bisa menjadi lebih ringan.

Baca juga: Apa Itu Ekonomi Mikro? Ruang Lingkup dan Pengaruhnya

3. Risiko terhadap perubahan kondisi ekonomi

Fixed rate relatif lebih aman dari gejolak ekonomi, terutama saat suku bunga sedang tidak stabil atau cenderung naik. Peminjam tidak perlu khawatir dengan kenaikan bunga secara tiba-tiba. 

Floating rate justru sangat dipengaruhi kondisi ekonomi makro. Jika terjadi inflasi atau kebijakan moneter ketat, bunga bisa naik dan berdampak langsung pada beban cicilan.

4. Kesesuaian dengan profil peminjam

Fixed rate lebih cocok bagi peminjam yang mengutamakan keamanan, kestabilan arus kas, dan tidak ingin mengambil risiko perubahan cicilan. 

Floating rate lebih sesuai untuk peminjam yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi, kondisi keuangan fleksibel, atau optimistis bahwa suku bunga akan turun di masa mendatang.

Kedua jenis suku bunga ini biasanya ditemui dalam produk pinjaman atau pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Biasanya fixed rate diberikan oleh bank selama 1-5 tahun pertama, dan sisanya akan masuk ke masa floating rate

Jika kamu berencana mengambil pinjaman KPR, OCBC merupakan salah satu bank yang menawarkan beberapa produk KPR sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan profil kamu. 

Produk KPR OCBC antara lain KPR Easy Start, KPR Kendali, KPR OCBC, dan KPR Pembelian Properti Komersial. Kamu bisa mengajukan salah satu produk ini dengan mudah melalui OCBC mobile!

Namun ingat, setiap pinjaman yang kamu punya harus dikelola secara efektif, karena jika tidak, cicilannya akan mempengaruhi kesehatan finansialmu. Untuk itu, kamu perlu mengecek kesehatan keuangan terlebih dulu sebelum memutuskan untuk utang. 

Mengecek kesehatan finansial kini bisa dilakukan dengan mudah melalui  Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti sesi 1 on 1 Consultation dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil FFCU kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat agar setiap pinjaman bisa lunas tepat waktu. 

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyFIT!

Baca juga: Mengenal Plafon Utang, Ini Contoh dan Cara Menghitungnya


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page