Dosen adalah nama untuk pengajar di Perguruan Tinggi (PT). Dari segi status, dosen dibagi dalam dua jenis yaitu dosen PNS dan dosen non-PNS. Berapa gaji dosen di Indonesia?
Istilah Dosen PNS merujuk pada pegawai tetap yang diangkat oleh pemerintah melalui BKN. Dosen PNS memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) dan mengikuti aturan kepegawaian yang ditetapkan pemerintah.
Adapun dosen non-PNS adalah dosen yang mengajar dan diangkat oleh perguruan tinggi. Status kepegawaian dosen non-PNS dibagi dalam beberapa kategori, seperti dosen tetap, dosen tidak tetap, dosen tamu, dan sebagainya.
Baca juga: Rumus Keuangan Keluarga untuk Hidup Ideal di Jakarta
Berapa Gaji Dosen di Indonesia?
Seorang dosen harus memiliki kualifikasi minimum seperti pendidikan minimal S2 linier, bisa mengajar, punya kemampuan penelitian, dan syarat-syarat lain yang diminta perguruan tinggi.
Adapun dosen PNS tentu harus lolos seleksi CPNS yang dibuka oleh pemerintah. Persyaratan biasanya mengikuti instansi yang dilamar.
Seorang dosen baik PNS maupun swasta tentu mendapat gaji yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu gaji pokok, tunjangan umum, dan tunjangan khusus.
Besaran gaji dosen PNS diatur berdasarkan pangkat dan golongan yang ditetapkan pemerintah. Berikut besaran gaji pokok PNS sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024:
- Dosen PNS Golongan III (S2):
- Golongan IIIa: Rp 2.785.700 - Rp 4.575.200
- Golongan IIIb: Rp 2.903.600 - Rp 4.768.800
- Golongan IIIc: Rp 3.026.400 - Rp 4.970.500
- Golongan IIId: Rp 3.154.400 - Rp 5.180.700
- Dosen PNS Golongan IV (S3):
- Golongan IVa: Rp 3.287.800 - Rp 5.399.900
- Golongan IVb: Rp 3.426.900 - Rp 5.628.300
- Golongan IVc: Rp 3.571.900 - Rp 5.866.400
- Golongan IVd: Rp 3.723.200 - Rp 6.114.500
- Golongan IVe: Rp 3.880.400 - Rp 6.373.200
Selain gaji, dosen PNS juga berhak menerima tunjangan kinerja (tukin). Tukin ini dihitung berdasarkan selisih antara besaran tukin yang sesuai dengan kelas jabatan dan nilai tunjangan profesi yang selama ini diterima.
Tukin yang diberikan dihitung berdasarkan selisih antara besaran tukin yang sesuai dengan kelas jabatan dosen dan nilai tunjangan profesi yang selama ini diterima oleh dosen tersebut.
Tukin ini dibayarkan sesuai dengan karakter kinerja dosen, yaitu dalam kurung 1 semester. Sehingga kinerja dosen PNS Januari-Juni dibayarkan bulan Juli, dan kinerja Juli-Desember dibayarkan pertengahan Desember.
Sementara itu, gaji dosen non-PNS atau yang menjadi dosen di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), besarannya berbeda dan mengikuti kebijakan setiap kampus.
Akan tetapi, menurut UU tentang Ketenagakerjaan, gaji dosen diatur sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan berhak atas tunjangan atau tambahan lain.
Baca juga: 5 Aplikasi Pengelola Keuangan Keluarga Gratis Terbaik
Strategi Keuangan untuk Dosen
Penghasilan dosen bukan hanya bersumber dari gaji atau tunjangan saja. Dosen bisa dapat pemasukan tambahan dari proyek penelitian atau pekerjaan lain seperti menjadi konsultan profesional sesuai bidangnya.
Dengan demikian, seorang dosen harus bijak dalam mengelola keuangan. Berikut ini beberapa strategi dalam mengelola keuangan dosen baik yang PNS maupun bukan.
1. Bagi Pemasukan Berdasarkan Pos Kebutuhan
Langkah awal yang penting banget dilakukan adalah membagi gaji ke beberapa pos secara proporsional. Misalnya, alokasikan sebagian untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan cicilan.
Lalu, sisihkan sebagian untuk tabungan, investasi, dan dana darurat. Dosen juga bisa menyiapkan pos untuk pengembangan diri, seperti membeli buku, ikut seminar, atau kuliah lanjutan.
2. Bijak Kelola Penghasilan Tambahan
Banyak dosen punya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, entah dari mengajar di tempat lain, menulis buku, jadi pembicara, atau terlibat dalam proyek penelitian.
Nah, strategi keuangan yang bijak adalah tidak langsung menghabiskan tambahan income tersebut untuk konsumsi.
Penghasilan tambahan itu sebaiknya digunakan untuk investasi, melunasi utang, atau mempercepat pencapaian tujuan finansial seperti membeli rumah atau membiayai pendidikan anak.
3. Rutin Evaluasi dan Tingkatkan Literasi Finansial
Keuangan itu dinamis, jadi penting untuk secara rutin mengevaluasi arus kas dan rencana keuanganmu. Apakah pengeluaran sudah sesuai dengan rencana? Apakah butuh menyesuaikan investasi karena ada perubahan?
Selain itu, terus tingkatkan literasi finansial dengan membaca, diskusi, atau ikut kelas keuangan agar kamu bisa ambil keputusan yang makin cerdas soal uang.
Makin kamu paham soal keuangan, makin siap juga menghadapi berbagai situasi ekonomi yang bisa datang sewaktu-waktu.
Saat ini banyak platform yang bisa dimanfaatkan untuk menambah literasi keuangan, salah satunya dari Ruang meNYALA.
Dengan menerapkan beberapa tips di atas, kondisi finansial kamu sebagai tukang parkir pesawat akan stabil dan sehat, sehingga bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Penasaran dengan kondisi kesehatan finansial kamu saat ini? Tenang, kamu bisa cek sekarang melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh!
Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.
Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.
Baca juga: Mengenal Plafon Utang, Ini Contoh dan Cara Menghitungnya