Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

7 Hal Ini Wajib Dicek Sebelum Pilih Sekuritas

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 16 Oktober 2025 | 5K dilihat

7 Hal Ini Wajib Dicek Sebelum Pilih Sekuritas

Jangan asal pilih sekuritas! Ini 7 hal penting yang harus kamu cek dulu saat investasi saham biar nggak nyesel di kemudian hari!

Istilah sekuritas akan sangat familiar terdengar ketika kamu memulai investasi saham. Melansir laman OJK, sekuritas adalah bukti utang-piutang atau bukti kepemilikan modal dalam bentuk surat berharga yang dapat diperdagangkan.

Jika sekuritas terdengar asing, maka istilah lain yang mungkin lebih terkenal adalah efek. Kepemilikan atas sekuritas atau efek ini wajib menghasilkan timbal balik keuntungan bagi pemiliknya, sesuai dengan persentase kepemilikan dalam perusahaan.

Ada dua istilah yang melekat pada sekuritas. Pertama pasar sekuritas, yaitu lembaga yang menjadi wadah dalam proses transaksi jual dan beli sekuritas. Di Indonesia, wewenangnya ada pada Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Sementara perusahaan sekuritas itu lembaga keuangan yang menjual dan menyediakan pengelolaan sekuritas. Lembaga ini wajib mengantongi izin dari OJK untuk menjadi perantara perdagangan sekuritas. 

Di pasar modal, sekuritas itu diklasifikasikan dalam dua jenis. Pertama adalah obligasi atau surat utang, yaitu suatu sertifikat berharga yang dijual guna mendapatkan pinjaman dari investor, dengan imbalan bunga tertentu. 

Jenis kedua adalah ekuitas atau saham, yaitu persentase kepemilikan seseorang atas sebuah perusahaan atau badan usaha, yang berbentuk lembar saham atau lot. 

Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara 

Memilih Perusahaan Sekuritas

Saat investasi pada saham, memilih perusahaan sekuritas dengan kredibilitas yang dipertanggungjawabkan itu sangat penting. Hal ini untuk memastikan sekuritasnya tak bermasalah, sehingga investasi benar-benar memberikan keuntungan. 

Berikut ini beberapa hal yang wajib kamu cek saat memilih sekuritas dalam pasar modal!

1. Legalitas dan Izin dari OJK

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan sebelum membuka rekening saham adalah memastikan sekuritas tersebut sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK

Legalitas ini penting karena menunjukkan bahwa perusahaan sekuritas itu beroperasi sesuai aturan dan diawasi secara ketat oleh regulator. Jika kamu asal pilih, risiko kehilangan uang bisa jauh lebih besar, apalagi kalau ternyata perusahaan itu bodong. 

2. Biaya Transaksi (Fee Beli dan Jual)

Setiap kamu melakukan transaksi saham, sekuritas akan menarik biaya yang disebut fee transaksi. Besarannya bervariasi tergantung kebijakan masing-masing sekuritas, biasanya berkisar antara 0,10%–0,30% per transaksi. 

Biaya ini terlihat kecil, tapi dalam jangka panjang bisa berdampak signifikan pada hasil investasi. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan beberapa sekuritas dan memilih yang menawarkan fee kompetitif. 

3. Minimal Deposit Awal dan Syarat Pembukaan Rekening

Setiap sekuritas punya kebijakan berbeda soal minimal deposit awal saat membuka rekening efek. Ada yang menetapkan Rp100 Ribu, ada juga yang meminta jutaan rupiah. 

Pastikan kamu memilih sekuritas yang sesuai dengan kemampuan finansial dan rencana investasimu. Sekuritas dengan deposit awal rendah bisa jadi pilihan tepat bagi investor baru.

4. Fitur dan Tampilan Aplikasi Aplikasi Sekuritas

Karena hampir semua transaksi dilakukan secara online, kualitas aplikasi aplikasi sekuritas  jadi pertimbangan penting. 

Sekuritas yang baik biasanya punya aplikasi dengan tampilan user-friendly, fitur analisis yang lengkap, update harga secara real-time, dan sistem yang stabil tanpa sering error

Aplikasi yang lambat atau sering crash bisa bikin kamu kehilangan peluang jual-beli saham, apalagi saat pasar sedang volatile. Jadi, sebelum memutuskan, coba dulu versi demo atau baca ulasan pengguna lain.

Baca juga: Perbedaan Saham dan Obligasi: Mana yang Cocok untuk Investasimu?

5. Layanan Customer Service dan Edukasi

Nggak semua orang langsung jago saat pertama kali investasi saham, jadi keberadaan layanan pelanggan yang responsif itu penting banget. Sekuritas yang baik biasanya punya customer service yang mudah dihubungi.

Selain itu, mereka juga menyediakan berbagai materi edukasi seperti webinar, artikel, atau kelas investasi yang bisa bantu kamu makin paham soal pasar modal.

6. Reputasi dan Track Record Perusahaan

Nama besar dan rekam jejak sekuritas juga nggak boleh diabaikan. Perusahaan yang sudah berpengalaman puluhan tahun biasanya punya sistem yang lebih matang, keamanan yang lebih terjamin, dan jaringan yang lebih luas. 

Kamu bisa mengecek reputasinya lewat ulasan investor lain, laporan tahunan, atau prestasi yang pernah mereka raih. Semakin banyak pengalaman mereka menangani berbagai kondisi pasar, semakin besar pula kepercayaan yang bisa kamu berikan.

7. Produk Investasi yang Ditawarkan

Meski tujuan awalnya mau beli saham, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan variasi produk investasi yang disediakan sekuritas. Biasanya mereka juga menawarkan reksa dana, obligasi, atau produk pasar uang. 

Semakin lengkap pilihannya, semakin fleksibel pula strategi investasimu ke depan. Jadi ketika nanti ingin diversifikasi, kamu nggak perlu repot buka akun di tempat lain.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu pastikan sebelum memilih sekuritas. 

Pertanyaannya, apakah investasi saham ini cocok dengan profil risiko dan kesehatan keuanganmu? Untuk itu, kamu bisa cek kesehatan keuangan melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! 

Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan, termasuk menilai instrumen investasi apa yang sesuai denganmu. 

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page