Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

7 Cara Ampuh Bebas dari Generasi Sandwich dan Hidup Tenang

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 28 September 2025 | 191 dilihat

7 Cara Ampuh Bebas dari Generasi Sandwich dan Hidup Tenang

Generasi sandwich sering stres menanggung dua generasi. Temukan 7 cara ampuh agar bebas dan hidup lebih tenang secara finansial!

Tidak ada yang mau menjadi generasi sandwich yang harus menanggung hidup generasi di atas dan di bawahnya secara bersamaan. Namun fakta yang terjadi justru kebalikannya, karena angka sandwich generation cenderung meningkat. 

Berdasarkan data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, generasi milenial dan Gen Z menjadi dua generasi yang berpotensi jadi sandwich gen.

Dalam data tersebut, sebanyak 4,05 juta orang generasi milenial (lahir 1981-1996), harus menopang hidup lansia atau yang berusia 60 tahun ke atas. Sementara Gen Z (lahir 1997-2012), ada 493.667 orang yang harus menopang hidup lansia. 

Artinya, ada 4,55 juta penduduk Indonesia yang harus menopang hidup lansia. Dari angka tersebut, 1,7 juta di antaranya sudah punya anak, bahkan hampir separuhnya sudah punya dua anak. Mereka inilah yang disebut sebagai Gen Sandwich. 

Baca juga: Ini dia Tips Beli Rumah untuk Sandwich Generation!

Cara Ampuh Bebas dari Generasi Sandwich

Menjadi Gen Sandwich itu membuat kamu nggak punya keleluasaan finansial. Jangankan beli keinginan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka harus putar otak dalam membagi uangnya.

Contohnya bisa dilihat dari 1,7 juta milenial dan Gen Z dalam data BPS tersebut. Penghasilan yang mereka dapat harus dibagi tiga, yaitu untuk diri sendiri, orang tua yang menjadi tanggungan, dan anak-anak mereka sendiri. 

Karena semua uang untuk keperluan dua generasi yang jadi tanggungannya, tak heran para Gen Sandwich ini jadi nggak punya tabungan untuk masa depan. 

Pada akhirnya, ketika usia senja, mereka akan menjadi tanggungan anak-anaknya, sehingga menciptakan generasi sandwich baru. Oleh karena itu, rantai sandwich generation ini harus diputus. 

Jika sudah terlanjur menopang hidup orang tua, maka kamu harus komitmen untuk lebih baik secara finansial sehingga di masa depan tidak jadi beban anak. Begini caranya!

1. Budgeting Harus Ketat

Mengatur pengeluaran jadi hal paling dasar. Ketika membuat budgeting, pastikan kamu memasukkan elemen untuk menabung dan berinvestasi. Penting juga menambah proteksi kesehatan untuk kamu, sebagai tulang punggung keluarga.

Dalam penganggaran, pastikan kamu juga memasukkan kebutuhan orang tua dalam budgeting kamu, kurangi bahkan hilangkan pengeluaran konsumtif!

Dengan budgeting yang disiplin, beban finansial bisa lebih terkendali dan nggak asal keluar untuk hal-hal yang nggak penting.

2. Bangun Dana Darurat yang Cukup

Dana darurat itu ibarat pelampung saat badai datang. Jumlah idealnya 12 kali pengeluaran bulanan, karena kamu menanggung lebih dari 1 orang dalam keuanganmu.

Dengan adanya dana ini, kamu nggak perlu panik setiap kali ada kebutuhan mendadak dari orang tua atau anak, sehingga utang bisa dihindari.

3. Prioritaskan Asuransi untuk Proteksi Keluarga

Asuransi kesehatan dan jiwa bisa jadi tameng terhadap risiko. Tanpa proteksi, biaya rumah sakit atau kondisi darurat bisa menguras tabungan dalam sekejap. 

Ketika punya asuransi, risiko ketika terkena penyakit, kecelakaan, hingga meninggal dunia bisa dialihkan sehingga pengeluaran tetap stabil dan masa depan keluarga lebih terjamin.

4. Mulai Cari Pendapatan Tambahan

Penghasilan dari satu sumber saja bisa jadi nggak cukup buat memenuhi kebutuhanmu, orang tua, dan anak-anak. Oleh karena itu, nggak ada salahnya jika kamu mulai mencari pendapatan tambahan. 

Misalnya, kamu bisa mengerjakan pekerjaan berdasarkan skill dan keterampilan yang kamu miliki di luar jam kerja. Dengan begitu, kamu bisa dapat penghasilan tambahan, tanpa mengganggu pekerjaan utama.

Baca juga: 10 Contoh Passive Income dengan Modal Sedikit

5. Ajarkan Kemandirian Finansial pada Keluarga

Generasi sandwich seringnya terbentuk karena anak terlalu bergantung pada orang tua, atau orang tua yang tidak menyiapkan tabungan pensiun. 

So, mulailah mengajarkan pada anak agar paham cara mengelola uang sejak dini, dan komunikasikan dengan orang tua mengenai batas kemampuan finansial kita.

6. Jangan Ragu Menetapkan Batasan

Memberi dukungan ke keluarga itu mulia, tapi harus realistis. Jika keuangan belum memungkinkan, jangan memaksakan diri untuk menanggung semua kebutuhan. 

Berikan batasan yang sehat agar kondisi finansial pribadi tidak hancur, sekaligus mengajarkan keluarga untuk lebih bijak.

7. Fokus pada Investasi Jangka Panjang

Masa depan yang bebas dari tekanan finansial bisa diwujudkan lewat investasi jangka panjang. Mulai dari dana pensiun, pendidikan anak, hingga aset produktif yang nilainya bertambah. 

Dengan begitu, saat usia tua tiba, tidak perlu lagi mengandalkan anak sebagai sumber keuangan.

Mulai darimana untuk menerapkan cara-cara bebas dari generasi sandwich di atas? Gampang, kamu bisa mulai dengan mencari tahu seberapa sehat keuanganmu melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu jadi tahu langkah apa yang pertama kali harus dilakukan dalam menjalankan misi untuk bebas dari generasi sandwich dan hidup lebih tenang. 

Selesai cek kesehatan keuangan, kamu juga bisa diskusikan hasilnya dan juga diskusi rencana keuangan kamu khusus untuk sandwich generation dengan Nyala Trainer dalam Konsultasi 1 on 1.

Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu, model budgeting yang ideal, hingga kemana uang diinvestasikan.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!

Baca juga: Tips Finansial untuk Sandwich Generation


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page